PHPWord

 

حِصْنُ المُسْلِمِ مِنْ أَذْكَارِ الكِتَابِ وَالسُّنَّةِ

 

 

 

 

ḤIṢNUL MUSLIM

KUMPULAN ZIKIR DARI AL-QUR`AN DAN SUNNAH

 

 

 

 

 

 

د. سَعِيدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ وَهْفٍ الْقَحْطَانِيُّ

 

Seorang Yang Fakir Kepada Allah Ta'ala

Dr. Sa'īd bin Ali bin Wahf Al-Qaḥṭāniy

 

 

 


بِسْمِ اللهِ الرَّحمَنِ الرَّحِيمِ

ḤIṢNUL MUSLIM

KUMPULAN ZIKIR DARI AL-QUR`AN DAN SUNNAH

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Kata Pengantar

Segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari keburukan jiwa kami dan keburukan amal kami. Siapa yang diberikan petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepada beliau beserta keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan semua orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari Kiamat. Amabakdu:

Buku ini merupakan ringkasan dari buku kami "Aż-Żikru wa Ad-Du'ā`u wa Al-'Ilāju bi Ar-Ruqā min Al-Kitāb wa As-Sunnah" (Zikir, Doa, dan Pengobatan Ruqyah dari Al-Qur`an dan Sunnah),1 yang kami ringkas bagian zikirnya supaya mudah dibawa dalam perjalanan.

Kami hanya mencantumkan matan zikir dan membatasi takhrijnya dengan menyebutkan satu atau dua referensi yang ada dalam buku aslinya. Bagi yang ingin mengetahui siapa sahabat yang meriwayatkannya ataupun takhrij yang lebih luas maka silakan merujuk buku aslinya. Kami memohon kepada Allah '-Azza wa Jalla- melalui nama-nama-Nya yang indah dan sifat-sifat-Nya yang luhur agar menjadikan buku ini murni hanya karena wajah-Nya yang mulia, bermanfaat bagi kami di masa hidup dan setelah mati, serta bermanfaat bagi yang membacanya, mencetaknya, atau menjadi perantara dalam penyebarannya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Menguasai segala urusan dan Maha Kuasa untuk mewujudkannya. Semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepada Nabi kita, Muhammad, beserta keluarga dan sahabat-sahabat beliau serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari Kiamat.

Penulis

Ditulis pada bulan Safar 1409 H.

KEUTAMAAN ZIKIR

Allah Ta'ala berfirman,

﴿فَٱذۡكُرُونِيٓ أَذۡكُرۡكُمۡ وَٱشۡكُرُواْ لِي وَلَا تَكۡفُرُونِ 152﴾

{Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepada kalian! Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kalian kufur kepada-Ku!} 2

﴿يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ ذِكۡرٗا كَثِيرٗا41﴾

{Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya} 3

﴿...وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا﴾

{Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar}4

﴿وَٱذۡكُر رَّبَّكَ فِي نَفۡسِكَ تَضَرُّعٗا وَخِيفَةٗ وَدُونَ ٱلۡجَهۡرِ مِنَ ٱلۡقَوۡلِ بِٱلۡغُدُوِّ وَٱلۡأٓصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ ٱلۡغَٰفِلِينَ 205﴾

{Ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah} 5

Nabi ﷺ bersabda, "Perumpamaan orang yang berzikir kepada Tuhannya dan yang tidak berzikir adalah seperti orang hidup dan orang mati."6

Nabi ﷺ bersabda, "Maukah kalian aku beritahukan tentang amalan kalian yang paling baik dan paling suci di sisi Tuhan kalian, paling tinggi derajatnya untuk kalian, lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak, dan lebih baik bagi kalian daripada bertemu dengan musuh lalu kalian menebas batang leher mereka dan mereka pun menebas leher kalian?" Para sahabat menjawab, "Tentu saja." Beliau bersabda, "Berzikir kepada Allah Ta'ala."7

Beliau ﷺ bersabda, Allah Ta'ala berfirman, "Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku akan bersamanya bila ia berzikir kepada-Ku. Bila ia berzikir kepada-Ku dalam dirinya, Aku menyebutnya dalam diri-Ku. Bila ia berzikir kepada-Ku di tengah orang banyak, maka Aku menyebutnya di hadapan makhluk yang lebih baik daripada mereka. Bila ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Bila ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Bila ia datang kepada-Ku dengan berjalan biasa, Aku datang kepadanya dengan berjalan cepat."8

Abdullah bin Busr -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa seorang laki-laki pernah berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam cukup banyak bagiku, maka beritahukanlah kepadaku sesuatu yang bisa aku pegang teguh?" Beliau bersabda, "Hendaklah lisanmu senantiasa basah dengan berzikir kepada Allah."9

Beliau ﷺ juga bersabda, “Siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah maka ia berhak mendapatkan satu pahala kebaikan, dan satu pahala kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa 'alif lām mīm' itu satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lām satu huruf, dan mīm satu huruf.”10

'Uqbah bin 'Āmir -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, ia berkata, "Rasulullah ﷺ keluar saat kami berada di Suffah (tempat berteduhnya kaum fakir Muhajirin di masjid Nabawi), lalu beliau bersabda, "Siapakah di antara kalian yang suka bila setiap hari pergi ke daerah Buṭḥān atau 'Aqīq lalu membawa pulang dua unta betina berpunuk besar tanpa berbuat dosa maupun memutus silaturahmi?" Kami menjawab, "Wahai Rasulullah, kami menyukai hal itu." Beliau bersabda, "Tidakkah salah seorang dari kalian pergi ke masjid lalu mempelajari atau membaca dua ayat Kitabullah -'Azza wa Jalla, itu lebih baik baginya daripada dua ekor unta betina. Tiga ayat lebih baik baginya daripada tiga unta betina. Empat ayat lebih baik baginya daripada empat unta betina, dan seterusnya sejumlah bilangannya."11

Dan beliau ﷺ bersabda, "Siapa yang duduk di suatu tempat dan tidak berzikir kepada Allah maka kelak pada hari Kiamat duduknya itu akan menjadi kerugian baginya di hadapan Allah. Siapa yang berbaring di sebuah pembaringan dan tidak berzikir kepada Allah maka kelak pada hari Kiamat berbaringnya itu akan menjadi kerugian baginya di hadapan Allah."12

Beliau ﷺ juga bersabda, "Tidaklah suatu kaum duduk di majelis namun tidak berzikir kepada Allah Ta'ala dan tidak pula berselawat kepada Nabi mereka, melainkan akan menjadi penyesalan bagi mereka. Jika Allah berkehendak maka Dia akan mengazab mereka atau sebaliknya mengampuni mereka."13

Beliau ﷺ bersabda, "Tidaklah suatu kaum bubar dari majelis sementara saat berada di dalamnya mereka tidak berzikir kepada Allah Ta'ala, melainkan mereka seperti bubar dari bangkai keledai, dan majelis itu akan menjadi penyesalan bagi mereka."14

1. Zikir Bangun Tidur

«الحَمْدُ للَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا، وَإِلَيْهِ النُّشُور»

Alḥamdulillāhillażī aḥyānā ba'da mā amātanā wa ilaihin-nusyūr

"Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah kami dimatikan oleh-Nya, dan hanya kepada-Nyalah kami dibangkitkan."15

«لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَريكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالحَمْدُ للَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ العَلِيِّ العَظِيمِ، رَبِّ اغْفرْ لِي»

Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wahuwa 'alā kulli sya`in qadīr. Subḥānallāh wal-ḥamdulillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhil-'aliyyil 'aẓīm. Rabbig-fir lī.

Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, Dia pemilik kerajaan dan segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar. Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Ya Tuhanku, ampunilah aku.16

«الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي فِي جَسَدِي، وَرَدَّ عَلَيَّ رُوحِي، وَأَذِنَ لِي بِذِكْرِه»

Alḥamdu lillāhil-lażī 'āfānī fī jasadī, wa radda 'alayya rūḥī, wa ażina lī biżikrihi

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan keselamatan pada badanku, mengembalikan rohku kepadaku, dan memperkenankanku untuk berzikir kepada-Nya.17

﴿إِنَّ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَٰفِ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ لَأٓيَٰتٖ لِّأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ 190 ٱلَّذِينَ يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمٗا وَقُعُودٗا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمۡ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هَٰذَا بَٰطِلٗا سُبۡحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ 191 رَبَّنَآ إِنَّكَ مَن تُدۡخِلِ ٱلنَّارَ فَقَدۡ أَخۡزَيۡتَهُۥۖ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنۡ أَنصَارٖ 192 رَّبَّنَآ إِنَّنَا سَمِعۡنَا مُنَادِيٗا يُنَادِي لِلۡإِيمَٰنِ أَنۡ ءَامِنُواْ بِرَبِّكُمۡ فَـَٔامَنَّاۚ رَبَّنَا فَٱغۡفِرۡ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرۡ عَنَّا سَيِّـَٔاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ ٱلۡأَبۡرَارِ 193 رَبَّنَا وَءَاتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلَىٰ رُسُلِكَ وَلَا تُخۡزِنَا يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۖ إِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ 194 فَٱسۡتَجَابَ لَهُمۡ رَبُّهُمۡ أَنِّي لَآ أُضِيعُ عَمَلَ عَٰمِلٖ مِّنكُم مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰۖ بَعۡضُكُم مِّنۢ بَعۡضٖۖ فَٱلَّذِينَ هَاجَرُواْ وَأُخۡرِجُواْ مِن دِيَٰرِهِمۡ وَأُوذُواْ فِي سَبِيلِي وَقَٰتَلُواْ وَقُتِلُواْ لَأُكَفِّرَنَّ عَنۡهُمۡ سَيِّـَٔاتِهِمۡ وَلَأُدۡخِلَنَّهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ ثَوَابٗا مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِۚ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسۡنُ ٱلثَّوَابِ 195 لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِي ٱلۡبِلَٰدِ196 مَتَٰعٞ قَلِيلٞ ثُمَّ مَأۡوَىٰهُمۡ جَهَنَّمُۖ وَبِئۡسَ ٱلۡمِهَادُ 197 لَٰكِنِ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ رَبَّهُمۡ لَهُمۡ جَنَّٰتٞ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا نُزُلٗا مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِۗ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ خَيۡرٞ لِّلۡأَبۡرَارِ 198 وَإِنَّ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ لَمَن يُؤۡمِنُ بِٱللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكُمۡ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِمۡ خَٰشِعِينَ لِلَّهِ لَا يَشۡتَرُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ ثَمَنٗا قَلِيلًاۚ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡۗ إِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلۡحِسَابِ 199 يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱصۡبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ 200﴾

{Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal. (190)

(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), 'Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. (191)

Ya Tuhan kami, sesungguhnya orang yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh, Engkau telah menghinakannya, dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang yang zalim. (192)

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), 'Berimanlah kamu kepada Tuhanmu,' maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti. (193)

Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat. Sungguh, Engkau tidak pernah mengingkari janji.' (194)

Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), 'Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kalian, baik laki-laki maupun perempuan, (karena) sebagian kalian adalah (keturunan) dari sebagian yang lain. Maka orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang terbunuh, pasti akan Aku hapus kesalahan mereka dan pasti Aku masukkan mereka ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sebagai pahala dari Allah. Dan di sisi Allah ada pahala yang baik.” (195)

Jangan sekali-kali kalian teperdaya oleh kegiatan orang-orang kufur (yang bergerak) di seluruh negeri. (196)

Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat kembali mereka ialah neraka Jahanam. (Jahanam) itu seburuk-buruk tempat tinggal. (197)

Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, mereka akan mendapat surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya sebagai karunia dari Allah. Dan apa yang di sisi Allah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti. (198)

Sesungguhnya, di antara Ahli Kitab ada yang beriman kepada Allah, dan kepada apa yang diturunkan kepada kalian, dan yang diturunkan kepada mereka, karena mereka berendah hati kepada Allah, dan mereka tidak memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga murah. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (199)

Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian, kuatkanlah kesabaran kalian, tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negeri kalian), dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung}(200) [QS. Āli 'Imrān: 190-200].18

2. Doa Memakai Pakaian

«الحَمْدُ للَّهِ الَّذِي كَسَانِي هَذَا (الثَّوْبَ) وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّة»

Alḥamdulillāhillażī kasānī hāżaṡ-ṡauba wa razaqanīhi min gairi ḥawlin minnī wa lā quwwah.

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian ini kepadaku sebagai rezeki dari-Nya tanpa daya dan kekuatan dariku...19

3. Doa Memakai Pakaian Baru

«اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيهِ، أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَه»

Allāhumma lakal-ḥamdu anta kasautanīhi. As`aluka min khairihi wa khairi mā ṣuni'a lahu, wa a'ūżubika min syarrihi wa syarri mā ṣuni'a lahu.

Ya Allah, hanya milik-Mu segala pujian. Engkaulah yang telah memberikannya kepadaku. Aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tujuan pembuatannya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tujuan pembuatannya.20

4. Doa Untuk Orang Yang Memakai Pakaian Baru

«تُبْلِي وَيُخْلِفُ اللَّهُ تَعَالَى»

Tublī wa yukhlifullāhu ta'ālā

Kenakanlah sampai lusuh. Semoga Allah Ta'ala memberikan gantinya kepadamu.21

«اِلبَسْ جَدِيدًا، وَعِشْ حَمِيدًا، وَمُتْ شَهِيدًا»

Ilbas jadīdan wa 'isy ḥamīdan wa mut syahīdan.

Semoga engkau memakai pakaian baru, hidup mulia, dan mati syahid.22

5. Doa Melepas Pakaian

«بِسْمِ اللَّه»

Bismillāh

Dengan nama Allah.23

6. Doa Masuk Toilet

«[بِسْمِ اللَّهِ] اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الخُبْثِ وَالخَبَائِث»

[Bismillāh] allāhumma innī a'użubika minal-khubuṡi wal-khabā`iṡ.

[Dengan nama Allah]. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan perempuan.24

7. Doa Keluar Dari Toilet

«غُفْرَانَك»

Gufrānaka

Ampunilah aku.25

8. Zikir Sebelum Wudu

«بِسْمِ اللَّه»

Bismillāh

Dengan nama Allah.26

9. Zikir Setelah Berwudu

«أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُه»

Asyhadu allā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīka lahu, wa asyhadu anna muḥammadan 'abduhu wa rasūluh.

Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya.27

«اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ المُتَطَهِّرِين»

Allāhummaj-'alnī minat-tawwābīna waj-'alnī minal-mutaṭahhirīn.

Ya Allah, jadikanlah aku ke dalam golongan orang yang bertobat, dan jadikan pula aku ke dalam golongan orang yang menyucikan diri.28

«سُبْحانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتوبُ إِلَيْك»

Subḥānakallāhumma wa bi ḥamdika, asyhadu allā ilāha illā anta, astagfiruka wa atūbu ilaika.

Maha Suci Engkau, Ya Allah, dengan memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang hak selain Engkau. Aku memohon ampunan dan bertobat kepada-Mu.29

10. Zikir Ketika Keluar Rumah

«بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّّا بِاللَّه»

Bismillāh, tawakkaltu 'alallāh, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.

Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.30

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ، أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ، أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ، أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ، أَوْ يُجْهَلَ عَلَي»

Allāhumma innī a'ūżubika an aḍilla aw uḍalla, aw azilla aw uzalla, aw aẓlima aw uẓlama, aw ajhala aw yujhala 'alayya.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu agar tidak tersesat atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, berbuat zalim atau dizalimi, dan berbuat bodoh atau dibodohi orang.31

11. Zikir Ketika Masuk Rumah

«بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا، وَبِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا، وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا»

Bismillāhi walajnā, wa bismillāhi kharajnā, wa 'alallāhi rabbinā tawakkalnā.

Dengan nama Allah kami masuk, dan dengan nama Allah kami keluar. Hanya kepada Allah, Tuhan kami, kami bertawakal.

Kemudian memberi salam kepada penghuninya.32

12. Doa Pergi ke Masjid

«اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا، وَفِي لِسَانِي نُورًا، وَفِي سَمْعِي نُورًا، وَفِي بَصَرِي نُورًا، وَمِنْ فَوْقِي نُورًا، وَمِنْ تَحْتِي نُورًا، وَعَنْ يَمِينِي نُورًا، وَعَنْ شِمَالِي نُورًا، وَمِنْ أَمَامِي نُورًا، وَمِنْ خَلْفِي نُورًا، وَاجْعَلْ فِي نَفْسِي نُورًا، وَأَعْظِمْ لِي نُورًا، وَعَظِّمْ لِي نُورًا، وَاجْعَلْ لِي نُورًا، وَاجْعَلْنِي نُورًا، اللَّهُمَّ أَعْطِنِي نُورًا، وَاجْعَلْ فِي عَصَبِي نُورًا، وَفِي لَحْمِي نُورًا، وَفِي دَمِي نُورًا، وَفِي شَعْرِي نُورًا، وَفِي بَشَرِي نُورًا»

Allāhumma-j'al fī qalbī nūran, wa fī lisānī nūran, wa fī sam'ī nūran, wa fī baṣarī nūran, wa min fauqī nūran, wa min taḥtī nūran, wa 'an yamīnī nūran, wa 'an syimālī nūran, wa min amāmī nūran, wa min khalfī nūran, wa-j'al fī nafsī nūran, wa a'ẓim lī nūran, wa 'aẓẓim lī nūran, wa-j'al lī nūran, wa-j'alnī nūran. Allāhumma a'ṭinī nūran, wa-j'al fī 'aṣabī nūran, wa fī laḥmī nūran, wa fī damī nūran, wa fī sya'rī nūran, wa fī basyarī nūran.

Ya Allah, berikanlah cahaya di hatiku, cahaya di lisanku, cahaya di pendengaranku, dan cahaya di penglihatanku. Berikanlah cahaya di atasku, cahaya di bawahku, cahaya di sebelah kananku, cahaya di sebelah kiriku, cahaya di depanku, dan cahaya di belakangku. Berikanlah cahaya dalam jiwaku, besarkanlah cahaya untukku, limpahkanlah cahaya kepadaku, berikanlah untukku cahaya, dan jadikanlah aku cahaya. Ya Allah, berikanlah kepadaku cahaya, berikanlah cahaya di urat-uratku, dalam dagingku, dalam darahku, di rambutku, dan di kulitku.33

«اللَّهُمَّ اجْعَلْ لِي نُورًا فِي قَبْرِي... وَنُورًا فِي عِظَامِي، وَزِدْنِي نُورًا، وَزِدْنِي نُورًا، وَزِدْنِي نُورًا، وَهَبْ لِي نُورًا عَلَى نُور»

Allāhumma-j'al lī nūran fī qabrī ... wa nūran fī 'iẓāmī, wa zidnī nūran, wa zidnī nūran, wa zidnī nūran, wa hab lī nūran 'alā nūr

Ya Allah, berikanlah cahaya untukku di dalam kuburku ... dan cahaya dalam tulang-tulangku.34 Tambahkanlah kepadaku cahaya, tambahkanlah kepadaku cahaya, tambahkanlah kepadaku cahaya,35 dan anugerahkan kepadaku cahaya di atas cahaya.36

13. Doa Masuk Masjid

Mendahulukan kaki kanan,37 seraya membaca,

«أَعُوذُ بِاللَّهِ العَظِيمِ، وَبِوَجْهِهِ الكَرِيمِ، وَسُلْطَانِهِ القَدِيمِ، مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيم»

A'udzu billahil 'azhim, wa biwajhihil karim, wa sulthanihil qadim, minasy syaithanir rajim

Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, dengan wajah-Nya yang Maha Mulia, dan dengan kekuasaan-Nya yang azali, dari setan yang terkutuk."38

«بِسْمِ اللَّهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّه»

Bismillāhi, waṣ-ṣalātu was-salāmu 'alā rasūlillāh.

Dengan nama Allah, selawat,39 dan keselamatan semoga terlimpah kepada Rasulullah.40

«اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِك»

Allāhummaf-taḥ lī abwāba raḥmatik

Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.41

 

 

14. Doa Keluar Masjid

Keluar dengan mendahulukan kaki kiri,42 seraya membaca,

«بِسْمِ اللَّهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّه»

Bismillāh, waṣ-ṣalātu was-salāmu 'alā rasūlillāh

Dengan nama Allah, serta selawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah,

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِك»

Allāhumma innī as`aluka min faḍlika

Ya Allah, aku memohon karunia-Mu.

«اللَّهُمَّ اعْصِمْنِي مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيم»

Allāhumma-'ṣimnī minasy-syaiṭānir-rajīm

Ya Allah, lindungilah aku dari setan yang terkutuk.43

15. Zikir Azan

Membaca bacaan yang sama dengan yang diucapkan oleh muazin, kecuali pada ucapan "ḥayya 'alaṣ - ṣalāh" dan "ḥayya 'alal - falāḥ", maka membaca,

«لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّه»

Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh

Tidak ada upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.44

Lalu mengucapkan,

«وَأَنَا أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًَّا، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا، وَبِالإِسْلَامِ دِينًَا»

Wa ana asyhadu allā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, wa anna muḥammadan 'abduhū wa rasūluh. Raḍītu billāhi rabban, wa bi muḥammadin rasūlan, wa bil-islāmi dīnan.

Dan aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Aku rida Allah sebagai tuhanku, Muhammad sebagai rasulku, dan Islam sebagai agamaku.45

Ini dibaca setelah muazin membaca syahadat.46

Membaca selawat kepada Nabi ﷺ setelah selesai menjawab muazin.47

Membaca,

«اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ القَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الوَسِيلَةَ وَالفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًَا مَحمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ، [إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ المِيعَاد]»

Allāhumma rabba hāżihid-da'watit-tāmmah, waṣ-ṣalātil-qā`imah, āti muḥammadanil-wasīlata wal-faḍīlah, wab'aṡhu maqāman maḥmūdanillaẓī wa'adtah, [innaka lā tukhliful-mī'ād]

Ya Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna ini dan salat yang ditegakkan, berikanlah kepada Muhammad al-waṣīlah (kedudukan tinggi dalam surga) dan keutamaan. Bangkitkanlah dia di kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya. [Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji].48

Selanjutnya berdoa untuk diri sendiri antara azan dan ikamah, karena doa pada waktu tersebut mustajab.49

16. Doa Iftitah

«اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْني مِنْ خَطَايَايَ، بِالثَّلْجِ وَالماءِ وَالبَرَد»

Allāhumma bā'id bainī wa baina khaṭāyāya kamā bā'adta bainal-masyriqi wal-magrib. Allāhumma naqqinī min khaṭāyāya kamā yunaqqaṡ-ṡaubul-abyaḍu minad-danas. Allāhummagsilnī min khaṭāyāya biṡ-ṡalji wal-mā`i wal-barad.

Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana kain putih yang dibersihkan dari noda. Ya Allah, basuhlah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan salju, air, dan embun.50

«سُبْحانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، وَتَبارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلَا إِلَهَ غَيْرُك»

Subḥānakallāhumma wa biḥamdika wa tabāraka-smuka wa ta'ālā jadduka wa lā ilāha gairuka

Ya Allah, Maha Suci Engkau dan dengan memuji-Mu, Maha Berkah nama-Mu, Maha Luhur kemuliaan-Mu, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau.51

«وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًَا وَمَا أَنَا مِنَ المُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي، وَنُسُكِي، وَمَحْيَايَ، وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ المُسْلِمِينَ، اللَّهُمَّ أَنْتَ المَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَنْتَ رَبِّي وَأَنَا عَبْدُكَ، ظَلَمْتُ نَفْسِي وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبي جَمِيعًَا إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنوبَ إِلَّا أَنْتَ، وَاهْدِنِي لِأَحْسَنِ الأَخْلاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِها إِلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا، لَا يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ، لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ، وَالخَيْرُ كُلُّهُ بِيَـدَيْكَ، وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ، أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ، تَبارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتوبُ إِلَيْك»

Wajjahtu wajhiya lillażī faṭaras-samāwāti wal-arḍa ḥanīfan wa mā anā minal-musyrikīn. Inna ṣalātī wa nusukī wa maḥyāya wa mamātī lillāhi rabbil-'ālamīn, lā syarīka lahu wa biżālika umirtu wa anā minal-muslimīn. Allāhumma antal-maliku, lā ilāha illā anta, anta rabbī, wa anā 'abduka, ẓalamtu nafsī wa'taraftu bi żanbī, fa-gfirlī żunūbī jamī'an, innahu lā yagfiruż-żunūba illā anta. Wahdinī li aḥsanil-akhlāqi, lā yahdī li aḥsanihā illā anta. Wa-ṣrif 'annī sayyi`ahā, lā yaṣrifu 'annī sayyi`ahā illā anta. Labbaika wa sa'daik, wal-khairu kulluhu biyadaik, wasy-syarru laisa ilaik, ana bika wa ilaik, tabārakta wa ta'ālaita, astagfiruka wa atūbu ilaik.

Aku hadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi, dengan penuh ikhlas, dan aku bukan termasuk orang yang mempersekutukan-Nya.

Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya semata-mata untuk Allah, Rabb alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Seperti itulah aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri kepada-Nya.

Ya Allah, Engkaulah Maha Raja, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Engkaulah sembahanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku telah menzalimi diriku, dan aku mengakui dosa-dosaku. Karenanya, ampunilah dosa-dosaku semuanya. Sesungguhnya tidak ada yang berwenang untuk mengampuni segala dosa melainkan Engkau. Bimbinglah aku kepada akhlak yang paling bagus, karena tidak ada yang dapat membimbing ke arah yang lebih baik melainkan Engkau. Juga jauhkanlah akhlak yang buruk dariku, karena tidak ada yang sanggup menjauhkannya melainkan Engkau.

Aku menyambut seruan-Mu dan selalu siap menaatinya. Segala kebaikan berada di tangan-Mu, sedangkan kejahatan tidak disandarkan kepada-Mu. Aku hanya bergantung kepada-Mu dan kembali kepada-Mu. Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi. Aku memohon ampunan dan bertobat kepada-Mu.52

«اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيلَ، وَمِيْكَائِيلَ، وَإِسْرَافِيلَ، فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، عَالِمَ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ، اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقيم»

Allāhumma rabba jibrā`īl wa mīkā`īl wa isrāfīl, fāṭiras-samāwāti wal-arḍi, 'ālimal-gaibi wasy-syahādah, anta taḥkumu baina 'ibādika fīmā kānū fīhi yakhtalifūn, ihdinī limākh-tulifa fīhi minal-ḥaqqi bi iżnika, innaka tahdī man tasyā`u ilā ṣirāṭim-mustaqīm.

Ya Allah, Tuhan Jibril, Mikail, dan Israfil, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui perkara yang gaib dan yang tampak. Engkaulah yang menetapkan keputusan atas apa yang diperselisihkan di antara hamba-Mu. Bimbinglah aku kepada kebenaran yang diperselisihkan (manusia) dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus.53

«اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًَا، اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالحَمْدُ لِلَّهِ كَثيرًا، وَالحَمْدُ لِلَّهِ كَثيرًا، وَالحَمْدُ لِلَّهِ كَثيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا»

Allāhu akbar kabīrā, Allāhu akbar kabīrā, Allāhu akbar kabīrā, wal-ḥamdu lillāhi kaṡīrā, wal-ḥamdu lillāhi kaṡīrā, wal-ḥamdu lillāhi kaṡīrā, wa subḥānallāhi bukratan wa aṣīlā

Allah Maha Besar dengan kebesaran yang agung, Allah Maha Besar dengan kebesaran yang agung, Allah Maha Besar dengan kebesaran yang agung. Segala puji milik Allah dengan pujian yang banyak, segala puji milik Allah dengan pujian yang banyak, segala puji milik Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah di waktu pagi dan petang.

Dibaca tiga kali

«أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ: مِنْ نَفْخِهِ، وَنَفْثِهِ، وَهَمْزِه»

A’ūżu billāhi minasy-syaiṭān: min nafkhihi, wa nafṡihi, wa hamzih

Aku berlindung kepada Allah dari setan: dari kesombongannya, hembusannya, dan bisikannya.54

«اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ، أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، [وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ] [وَلَكَ الحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ] [وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ] [وَلَكَ الحَمْدُ] [أَنْتَ الحَقُّ، وَوَعْدُكَ الحَقُّ، وَقَوْلُكَ الحَقُّ، وَلِقاؤُكَ الحَقُّ، وَالجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ ﷺ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ] [اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ، وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ، وَمَا أَعْلَنْتُ] [وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي] [أَنْتَ المُقَدِّمُ، وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ] [أَنْتَ إِلَهِي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ] [وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّه]»

Allāhumma laka-ḥamdu, anta nūrus-samāwāti wal-`ardi wa man fīhinna, walakal-ḥamdu anta qayyimus-samāwāti wal-`ardi wa man fīhinna, [walakal-ḥamdu anta rabbus-samāwāti wal-`arḍi wa man fīhinna], [walakal-ḥamdu, laka mulkus-samāwāti wal-`arḍi wa man fīhinna], [walakal-ḥamdu, anta malikus-samāwāti wal-`arḍi], [walakal-ḥamdu]. [Antal-ḥaqqu, wa wa'dukal-ḥaqq, wa qaulukal-ḥaqq, wa liqā`ukal-ḥaqq, wal-jannatu ḥaqqun, wan-nāru haqqun, wan-nabiyyūna ḥaqqun, wa muḥammadun ﷺ ḥaqqun, was-sā'atu ḥaqqun]. [Allāhumma laka aslamtu wa 'alaika tawak-kaltu wa bika āmantu wa ilaika anabtu wa bika khāṣamtu wa `ilaika ḥākamtu, fagfirlī mā qaddamtu wa mā `akh-khartu wa mā asrartu wa mā a'lantu] [wa mā anta a'lamu bihī minnī]. [Antal-muqaddimu wa antal-mu`akh-khiru lā ilāha illā anta]. [Anta ilāhī, lā ilāha illā anta], [wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh].

Ya Allah, bagi-Mu segala puji,55 Engkau cahaya langit dan bumi serta siapa saja yang ada di dalamnya. Bagi-Mu segala puji, Engkau penegak langit dan bumi serta siapa saja yang ada di dalamnya. [Bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan langit dan bumi serta siapa saja yang ada di dalamnya]. [Bagi-Mu segala puji, bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta siapa saja yang ada di dalamnya]. [Bagi-Mu segala puji, Engkau Raja langit dan bumi]. [Bagi-Mu segala puji], [Engkau adalah Al-Haq (Yang Maha Benar), janji-Mu adalah benar, firman-Mu adalah benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, surga itu benar (ada), neraka itu benar (ada), para nabi itu benar (adanya), Muhammad adalah benar, dan hari kiamat itu benar].

[Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan (nama)-Mu aku membantah, dan kepada-Mu aku berhukum. Maka ampunilah aku atas apa yang telah aku lakukan, apa yang aku akhirkan, apa yang aku rahasiakan, dan apa yang aku tampakkan], [serta apa yang Engkau lebih mengetahuinya daripadaku]. [Engkaulah Yang Maha Mendahulukan, dan Engkaulah Yang Maha Mengakhirkan, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau]. [Engkau adalah Tuhanku, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau], [dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah].56

17. Doa Ketika Rukuk

«سُبْحانَ رَبِّيَ العَظِيم»

Subḥāna rabbiyal-'aẓīm

Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung.

Dibaca 3 kali.57

«سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي»

Subḥānakallāhumma rabbanā wa biḥamdika, allāhumma-gfir lī.

Maha Suci Engkau, wahai Tuhan kami, dan segala puji bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku.58

«سُبُّوُحٌ، قُدُّوسٌ، رَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوح»

Subbūḥun quddūsun, rabbul-malā`ikati war-rūḥ.

(Allah) Maha Suci lagi Maha Agung, Tuhan para malaikat dan Jibril.59

«اللَّهُمَّ لَكَ رَكَعْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ، خَشَعَ لَكَ سَمْعِي، وَبَصَرِي، وَمُخِّي، وَعَظْمِي، وَعَصَبِي، [وَمَا استَقَلَّتْ بِهِ قَدَمِي]»

Allāhumma laka raka'tu, wa bika āmantu, wa laka aslamtu, khasya'a laka sam'ī wa baṣarī wa mukh-khī wa 'aẓmī wa 'aṣabī, [wa ma-staqallat bihi qadamī].

Ya Allah, hanya untuk-Mu aku rukuk, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah diri. Pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulangku, sarafku dan seluruh tubuhku tunduk kepada-Mu.60

«سُبْحَانَ ذِي الجَبَرُوتِ، وَالمَلَكُوتِ، وَالكِبْرِيَاءِ، وَالعَظَمَة»

Subḥāna żil-jabarūt, wal-malakūti, wal-kibriyā`i, wal-'aẓamah.

Maha Suci Zat yang mempunyai kekuasaan, kerajaan, kebesaran, dan keagungan.61

18. Doa Bangkit Dari Rukuk

«سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَه»

Sami'allāhu liman ḥamidah.

Allah Maha Mendengar siapa saja yang memuji-Nya.62

«رَبَّنَا وَلَكَ الحَمْدُ، حَمْدًا كَثيرًا طَيِّبًا مُبارَكًا فِيه»

Rabbanā walakal-ḥamdu ḥamdan kaṡīran ṭayyiban mubārakan fīh.

Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, (aku memuji-Mu) dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh dengan berkah.63

«مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الأَرْضِ، وَمَا بَيْنَهُمَا، وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيءٍ بَعْدُ. أَهلَ الثَّناءِ وَالمَجْدِ، أَحَقُّ مَا قَالَ العَبْدُ، وَكُلُّنَا لَكَ عَبْدٌ، اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الجَدِّ مِنْكَ الجَد»

Mil`as-samāwāti wa mil`al-arḍi wa mā bainahumā, wa mil`a mā syi`ta min syai-`in ba'du. Ahlaṡ-ṡanā`i wal-majdi, aḥaqqu mā qālal-'abdu, wa kullunā laka 'abdun. Allāhumma lā māni'a limā a'ṭaita, wa lā mu'ṭiya limā mana'ta, wa lā yanfa'u żal-jaddi minkal-jaddu.

(Pujian) sepenuh langit dan sepenuh bumi serta antara keduanya, dan sepenuh apa pun yang Engkau kehendaki setelah itu. Wahai pemilik pujian dan keagungan, sesuatu yang paling pantas diucapkan hamba; kami semua adalah hamba-Mu. Ya Allah, tidak ada yang bisa mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang bisa memberi apa yang Engkau cegah. Kekayaan serta kemuliaan itu tidak dapat menyelamatkan pemiliknya dari siksa-Mu.64

19. Doa Ketika Sujud

«سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى»

Subḥāna rabbiyal-a‘lā

Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi

Dibaca 3 kali.65

«سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي»

Subḥānakallāhumma rabbanā wa biḥamdika, allāhumma-gfir lī.

Maha Suci Engkau, wahai Tuhan kami, dan segala puji bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku.66

«سُبُّوحٌ، قُدُّوسٌ، رَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوح»

Subbūḥun quddūsun, Rabbul-malā`ikati war-rūḥ.

(Allah) Maha Suci lagi Maha Agung, Tuhan para malaikat dan Jibril.67

«اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ، سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ، وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الخَالِقِين»

Allāhumma laka sajadtu, wa bika āmantu, walaka aslamtu. Sajada wajhīya lillażī khalaqahu wa ṣawwarahu, wa syaqqa sam'ahu wa baṣarahu, tabārakallāhu aḥsanul khāliqīn.

Ya Allah, kepada-Mu aku bersujud, kepada-Mu aku beriman, dan kepada-Mu aku menyerahkan diri. Wajahku bersujud kepada Tuhan yang telah menciptakannya dan memberikannya rupa, yang memberikannya pendengaran dan penglihatannya. Maha Suci Allah, Pencipta paling baik.68

«سُبْحَانَ ذِي الجَبَرُوتِ، وَالمَلَكُوتِ، وَالكِبْرِيَاءِ، وَالعَظَمَة»

Subḥāna żil-jabarūt, wal-malakūti, wal-kibriyā`i, wal-'aẓamah.

Maha Suci (Allah) yang mempunyai kekuasaan, kerajaan, kebesaran, dan keagungan.69

«اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ: دِقَّهُ وَجِلَّهُ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ، وَعَلَانِيَّتَهُ وَسِرَّه»

Allāhumma-gfir lī żanbī kullah: diqqahu wa jillahu, wa awwalahu wa ākhirahu, wa 'alāniyyatahu wa sirrahu.

Ya Allah, ampunilah dosaku semuanya: yang kecil dan yang besar, yang pertama hingga yang terakhir, yang tampak maupun yang tersembunyi.70

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقوبَتِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ، لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِك»

Allāhumma innī a'ūżu bi riḍāka min sakhaṭika, wa bi mu'āfātika min 'uqūbatika, wa a'ūżu bika minka, lā uḥṣī ṡanā`an 'alaika, anta kamā aṡnaita 'alā nafsika.

Ya Allah, aku berlindung dengan rida-Mu dari murka-Mu, dan dengan ampunan-Mu dari hukuman-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu, Aku tidak mampu menghitung semua pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana Engkau menyanjung diri-Mu.71

20. Doa Duduk Di Antara Dua Sujud

«رَبِّ اغْفِرْ لِي، رَبِّ اغْفِرْ لِي»

Rabbi-gfir lī, rabbi-gfir lī.

Ya Tuhanku, ampunilah aku. Ya Tuhanku, ampunilah aku.72

«اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاهْدِنِي، وَاجْبُرْنِي، وَعَافِنِي، وَارْزُقْنِي، وَارْفَعْنِي»

Allāhumma-gfir lī wa-rḥamnī wa-hdinī wa-jburnī wa 'āfinī wa-rzuqnī wa-rfa'nī.

Ya Allah, ampuni aku, rahmati aku, beri aku petunjuk, tutupi kekuranganku, berikan aku keselamatan, karuniakan rezeki kepadaku, dan tinggikan kedudukanku (dunia dan akhirat).73

21. Doa Sujud Tilawah

«سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ، فَتَبارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الخَالِقِين»

Sajada wajhīya lillażī khalaqahu wa syaqqa sam'ahu wa baṣarahu bi ḥaulihi wa quwwatihi, fatabārakallāhu aḥsanul khāliqīn.

Wajahku bersujud kepada Tuhan yang telah menciptakannya, yang memberikannya pendengaran dan penglihatan, dengan daya dan kekuatan-Nya. [Mahasuci Allah, Pencipta paling baik].

[QS. Al-Mu`minūn: 14].74

«اللَّهُمَّ اكْتُبْ لِي بِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا، وَضَعْ عَنِّي بِهَا وِزْرًا، وَاجْعَلْهَا لِي عِنْدَكَ ذُخْرًا، وَتَقَبَّلْهَا مِنِّي كَمَا تَقَبَّلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُد»

Allahumma-ktub lī bihā 'indaka ajran, waḍa' 'annī bihā wizran, wa-j'alhā lī 'indaka żukhran, wa taqabbalhā minnī kamā taqabbaltahā min 'abdika dāwud.

Ya Allah, tuliskanlah untukku pahala dengan sujud ini, hapuslah dosaku, dan jadikan ia bagiku sebagai simpanan di sisi-Mu, dan terimalah ia sebagaimana Engkau menerimanya dari hamba-Mu, Daud.75

22. Zikir Tasyahud

«التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، وَالصَّلَواتُ، وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسولُه»

At-taḥiyyātu lillāhi waṣ-ṣalawātu waṭ-ṭayyibāt. As-salāmu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuh. As-salāmu 'alainā wa 'alā 'ibādillāhiṣ-ṣāliḥīn. Asyhadu allā ilāha illallāh wa asyhadu anna muḥammadan 'abduhu wa rasūluh.

Segala ucapan penghormatan, selawat, dan kebaikan hanya milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya dilimpahkan kepadamu wahai Nabi. Semoga keselamatan terlimpah pada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.76

23. Selawat Kepada Nabi ﷺ Setelah Tasyahud

«اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيد»

Allāhumma ṣalli 'alā muḥammad, wa 'alā āli muḥammad, kamā ṣallaita 'alā ibrāhīm wa 'alā āli ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd. Allāhumma bārik 'alā muḥammad, wa 'alā āli muḥammad, kamā bārakta 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd.

Ya Allah, limpahkan selawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkan selawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, curahkan keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau mencurahkan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.77

«اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَزْواجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيد»

Allāhumma ṣalli 'alā muḥammad, wa 'alā azwājihi wa żurriyyatihi, kamā ṣallaita 'alā āli ibrāhīm. Wa bārik 'alā muḥammad, wa 'alā azwājihi wa żurriyyatihi, kamā bārakta 'alā āli ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd.

Ya Allah, Limpahkan selawat kepada Muhammad beserta istri dan anak keturunannya, sebagaimana Engkau melimpahkan selawat kepada keluarga Ibrahim. Dan curahkan keberkahan kepada Muhammad beserta istri dan anak keturunannya, sebagaimana Engkau mencurahkan keberkahan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.78

24. Doa Setelah Tasyahud Akhir Sebelum Salam

«اللَّهُــمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّال»

Allāhumma innī a'ūżubika min 'ażābil-qabri, wa min 'ażābi jahannam, wa min fitnatil-maḥyā wal-mamāti, wa min syarri fitnatil-masīḥid-dajjāl.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, dari siksa Jahanam, dari fitnah hidup dan kematian, serta dari keburukan fitnah Almasih Dajjal.79

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ المَأْثَمِ وَالمَغْرَم»

Allāhumma innī a'ūżu bika min 'ażābil-qabri, wa a'ūżu bika min fitnatil-masīḥid-dajjāl, wa a'ūżu bika min fitnatil-maḥyā wal-mamāt. Allāhumma innī a'ūżu bika minal-ma`ṡami wal-magram.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Almasih Dajjal, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah hidup dan setelah mati. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan utang.80

«اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا، وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي، إِنَّكَ أَنْتَ الغَفُورُ الرَّحِيم»

Allāhumma innī ẓalamtu nafsī ẓulman kaṡīran, wa lā yagfiruż-żunūba illā anta, fa-gfir lī magfiratan min 'indika, wa-rḥamnī, innaka antal-gafūrur-raḥīm.

Ya Allah, sungguh aku telah menzalimi diriku dengan kezaliman yang banyak, dan tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau, maka berilah aku ampunan dari sisi-Mu dan rahmati aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Maha Penyayang.81

«اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ، وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ، وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ المُقَدِّمُ، وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْت»

Allāhumma-gfir lī mā qaddamtu wa mā akhkhartu, wa mā asrartu wa mā a'lantu, wa mā asraftu, wa mā anta a'lamu bihi minnī, antal-muqaddimu wa antal-mu`akhkhiru, lā ilāha illā anta.

Ya Allah, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang aku sembunyikan dan yang aku tampakkan, yang aku lakukan secara berlebihan, dan semua yang Engkau lebih mengetahuinya dariku. Engkaulah Yang Mendahulukan, dan Engkau pulalah Yang Mengakhirkan. Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau.82

«اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبادَتِك»

Allāhumma a'innī 'alā żikrika wa syukrika wa ḥusni 'ibādatika.

Ya Allah, bantulah aku untuk berzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan benar kepada-Mu.83

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ العُمُرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ القَبْر»

Allāhumma innī a'ūżubika minal-bukhli, wa a'ūżubika minal-jubni, wa a'ūżubika an uradda ilā arżalil-'umuri, wa a'ūżubika min fitnatid-dun-yā, wa a'ūżubika min 'ażābil-qabri.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut, aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan pada usia yang paling rendah (pikun), aku berlindung kepada-Mu dari ujian dunia, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur.84

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّار»

Allāhumma innī as`alukal-jannata wa a'ūżu bika minan-nār.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon surga kepada-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka.85

«اللَّهُمَّ بِعِلْمِكَ الغَيْبَ وَقُدْرَتِكَ عَلَى الخَلقِ أَحْيِنِي مَا عَلِمْتَ الحَيَاةَ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا عَلِمْتَ الْوَفَاةَ خَيْرًا لِي، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَشْيَتَكَ فِي الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، وَأَسْأَلُكَ كَلِمَةَ الحَقِّ فِي الرِّضَا وَالغَضَبِ، وَأَسْأَلُكَ القَصْدَ فِي الغِنَى وَالفَقْرِ، وَأَسْأَلُكَ نَعِيمًا لَا يَنْفَدُ، وَأَسْأَلُكَ قُرَّةَ عَيْنٍ لَا تَنْقَطِعُ، وَأَسْأَلُكَ الرِّضَا بَعْدَ القَضَاءِ، وَأَسْـأَلُكَ بَرْدَ العَيْشِ بَعْدَ المَوْتِ، وَأَسْأَلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ، وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ فِي غَيرِ ضَرَّاءَ مُضِرَّةٍ، وَلَا فِتْنَةٍ مُضِلَّةٍ، اللَّهُمَّ زَيِّنَا بِزِينَةِ الإِيمَانِ، وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِين»

Allāhumma bi'ilmikal-gaiba wa qudratika 'alal-khalqi, aḥyinī mā 'alimtal-ḥayāta khairan lī, watawaffanī iżā 'alimtal-wafāta khairan lī.

Allāhumma innī as`aluka khasy-yataka fil-gaibi wasy-syahādah, wa as`aluka kalimatal-ḥaqqi fir-riḍā wal-gaḍab, wa as`alukal-qaṣda fil-ginā wal-faqri, wa as`aluka na'īman lā yanfad, wa as`aluka qurrata 'ainin lā tanqaṭi', wa as`alukar-riḍā ba'dal qaḍā`, wa as`aluka bardal-'aisyi ba'dal-maut, wa as`aluka lażżatan-naẓari ilā wajhika, wasy-syauqa ilā liqā`ika fī gairi ḍarrā`a muḍirratin wa lā fitnatin muḍillah.

Allāhumma zayyinnā bizīnatil-īmān, wa-j'alnā hudātan muhtadīn.

Ya Allah, dengan ilmu-Mu terhadap perkara gaib dan dengan kekuasaan-Mu atas seluruh makhluk, panjangkan umurku selama Engkau mengetahui hidup itu lebih baik bagiku, dan wafatkan aku jika Engkau mengetahui bahwa kematian itu lebih baik bagiku.

Ya Allah, aku memohon rasa takut kepada-Mu, di kala sendiri maupun di hadapan orang banyak. Aku memohon kepada-Mu anugerah untuk mengucapkan yang benar, dalam keadaan rida maupun marah, dan kesederhanaan dalam kondisi kaya dan fakir. Aku mohon kepada-Mu kenikmatan yang tidak pernah habis, dan penyejuk hati yang tidak pernah putus. Aku mohon kepada-Mu dianugerahi sikap rida setelah ketetapan, dan tenangnya kehidupan setelah kematian. Aku mohon kepada-Mu kenikmatan memandang wajah-Mu (di surga) dan kerinduan bertemu dengan-Mu, tanpa penderitaan yang membahayakan dan fitnah yang menyesatkan.

Ya Allah, hiasi kami dengan iman, dan jadikanlah kami sebagai pemberi petunjuk yang mendapatkan bimbingan.86

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ يَا اللَّهُ بِأَنَّكَ الوَاحِدُ الأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ، أَنْ تَغْفِرَ لِي ذُنُوبِي إِنَّكَ أَنْتَ الغَفُورُ الرَّحِيم»

Allāhumma innī as`aluka yā Allāh, bi annakal-wāḥidul-aḥaduṣ-ṣamad, al-lażī lam yalid wa lam yūlad, wa lam yakun lahū kufuwan aḥad, an tagfira lī żunūbī, innaka antal-gafūrur-raḥīm.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, ya Allah, Engkaulah Zat Yang Maha Esa, tempat meminta segala sesuatu, yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, tidak ada satu pun yang setara dengan-Mu, agar Engkau mengampuni dosa-dosaku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.87

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الحَمْدَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، المَنَّانُ، يَا بَدِيعَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ، يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ إِنِّي أَسْأَلُكَ الجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّار»

Allāhumma innī as`aluka bi anna lakal-ḥamda, lā ilāha illā anta waḥdaka lā syarīka laka, al-mannān, yā badī'as-samāwāti wal-arḍi, yā żal-jalāli wal-ikrām, yā ḥayyu ya qayyūm, innī as`alukal-jannata wa a'ūżubika minan-nār.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, segala pujian hanya milik-Mu, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau saja, tidak ada sekutu bagi-Mu, Yang Maha Memberi, wahai Zat Yang Menciptakan langit dan bumi, Yang memiliki kebesaran dan kemuliaan, wahai Yang Maha Hidup lagi Maha Mengurus terus-menerus (makhluk-Nya), aku memohon kepada-Mu surga, dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka.88

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَد»

Allāhumma innī as`aluka bi annī asyhadu annaka antallāhu lā ilāha illā anta, al-aḥaduṣ-ṣamad, allażī lam yalid wa lam yūlad, wa lam yakun lahū kufuwan aḥad.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, bahwa aku bersaksi Engkau adalah Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Yang Maha Esa, Zat Yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu, Yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada satu pun yang setara dengan-Nya.89

25. Zikir Setelah Salam

«أَسْتَغْفِرُ اللَّه»

Astagfirullāh

Aku memohon ampun kepada Allah

(Dibaca tiga kali).

«اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَام»

Allāhumma antas-salām, wa minkas-salām, tabārakta yā żal-jalāli wal-ikrām.

Ya Allah, Engkaulah As-Salām (Yang Maha Sejahtera) dan dari-Mu kesejahteraan. Maha Berkah Engkau, wahai Zat Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.90

«لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير»

Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr."

Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Hanya kepunyaan-Nya seluruh kerajaan dan hanya milik-Nya semua pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

[Dibaca tiga kali].

«اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الجَدِّ مِنْكَ الجَد»

Allāhumma lā māni'a limā a'ṭaita wa lā mu'ṭiya limā mana'ta, wa lā yanfa'u żal-jaddi minkal-jaddu.

Ya Allah, tidak ada yang mampu menghalangi apa yang Engkau beri, dan tidak ada pula yang dapat memberi apa yang Engkau halangi. Kemuliaan seseorang tidak bisa digunakan untuk menghindari siksa-Mu.91

«لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ، وَلَهُ الحَمدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الحَسَن، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُون»

Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr.

Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh. Lā ilāha illallāh, wa lā na'budu illā iyyāhu, lahun-ni'matu wa lahul-faḍlu, wa lahuṡ-ṡanā`ul-ḥasan.

Lā ilāha illallāhu mukhliṣīna lahud-dīn wa law karihal-kāfirūn.

Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Hanya milik-Nya semua kerajaan dan hanya bagi-Nya seluruh pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tidak ada upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah. Kita tidak beribadah kecuali hanya kepada-Nya. Hanya milik-Nya semua nikmat, hanya milik-Nya semua kebaikan, dan hanya milik-Nya semua pujian yang baik.

Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, dengan memurnikan ibadah seluruhnya hanya kepada-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukainya.92

«سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالحَمْدُ لِلَّهِ، وَاللَّهُ أَكْبَر»

Subhānallāh, walhamdu lillāh, wallāhu akbar.

Maha Suci Allah. Segala puji milik Allah. Allah Maha Besar.

(Dibaca 33 kali).

«لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير»

Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr.

Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Hanya kepunyaan-Nya seluruh kerajaan dan hanya milik-Nya semua pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.93

﴿قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ1 ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ2 لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ3 وَلَمۡ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدُۢ4﴾

{Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa. (1)

Allah tempat meminta segala sesuatu. (2)

Allah tidak beranak, dan tidak pula diperanakkan. (3)

Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia} (4)

[QS. Al-Ikhlās: 1-4]

﴿قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلۡفَلَقِ1 مِن شَرِّ مَا خَلَقَ2 وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ3 وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِي ٱلۡعُقَدِ4 وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ5﴾

{Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), (1)

dari kejahatan makhluk-Nya, (2)

dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, (3)

dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),(4)

serta dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki} (5)

[QS. Al-Falaq: 1-5].

﴿قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ1 مَلِكِ ٱلنَّاسِ2 إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ3 مِن شَرِّ ٱلۡوَسۡوَاسِ ٱلۡخَنَّاسِ4 ٱلَّذِي يُوَسۡوِسُ فِي صُدُورِ ٱلنَّاسِ5 مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ6﴾

{Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, (1)

Raja manusia, (2)

Sembahan manusia, (3)

dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, (4)

(yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, (5)

dari (golongan) jin dan manusia.} (6)

[QS. An-Nās: 1-6].

Setelah setiap salat.94

﴿ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَيُّ ٱلۡقَيُّومُۚ لَا تَأۡخُذُهُۥ سِنَةٞ وَلَا نَوۡمٞۚ لَّهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۗ مَن ذَا ٱلَّذِي يَشۡفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦۚ يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيۡءٖ مِّنۡ عِلۡمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَۚ وَسِعَ كُرۡسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفۡظُهُمَاۚ وَهُوَ ٱلۡعَلِيُّ ٱلۡعَظِيمُ255﴾

{Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar.}

[QS. Al-Baqarah: 255] Dibaca setiap selesai salat (fardu).95

«لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير»

Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, yuḥyī wa yumītu, wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr.

Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Hanya kepunyaan-Nya seluruh kerajaan dan hanya milik-Nya semua pujian. Dia menghidupkan dan mematikan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dibaca 10 kali setelah selesai salat Magrib dan Subuh.96

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا»

Allāhumma innī as`aluka 'ilman nāfi'an wa rizqan tayyiban wa 'amalan mutaqabbalā.

Ya Allah, Aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima.

Setelah salam dari salat Subuh.97

26. Doa Salat Istikharah

Jābir bin Abdullah -raḍiyallāhu 'anhumā- berkata, Rasulullah ﷺ biasa mengajari kami salat istikharah dalam segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan kami surah dari Al-Qur`an. Beliau bersabda, “Apabila salah seorang kalian meniatkan suatu urusan, maka hendaklah ia salat dua rakaat selain salat fardu, kemudian berdoa dengan membaca,

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ العَظِيمِ؛ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الغُيُوبِ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأمْرَ - وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ - خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي – أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ - فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي – أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ – فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ، ثُمَّ أَرْضِنِي بِه»

Allāhumma innī astakhīruka bi 'ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as`aluka min faḍlikal-aẓīm, fa innaka taqdiru wa lā aqdir, wa ta'lamu wa lā a'lam, wa anta 'allāmul-guyūb. Allāhumma in kunta ta'lamu anna hāżal-amra -(ia menyebutkan urusannya)- khairun lī fī dīnī wa ma'āsyī wa 'āqibati amrī -(atau dia mengatakan 'ājilihi wa ājilihi)- faqdurhu lī, wa yassirhu lī, ṡumma bārik lī fīhi. Wa in kunta ta'lamu anna hāżal-amra syarrun lī fī dīnī wa ma'āsyī wa 'āqibati amrī -(atau dia mengatakan 'ājilihi wa ājilihi)- fa-ṣrifhu 'annī, wa-ṣrifnī 'anhu, wa-qdur liyal-khaira haiṡu kāna, ṡumma raḍḍinī bihī.

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon petunjuk kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kemampuan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu, dan aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu yang agung; karena sesungguhnya Engkau Maha Kuasa sedangkan aku tidak kuasa, Engkau Maha Mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkaulah Yang Maha Mengetahui hal-hal yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini - (lalu ia menyebutkan hajatnya) - baik bagiku dalam urusan agamaku, kehidupanku, dan akibat dari urusanku - atau dia mengatakan: di masa sekarang maupun masa depanku - maka takdirkanlah hal itu untukku, mudahkanlah bagiku, kemudian berkahilah aku di dalamnya. Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat dari urusanku - atau dia mengatakan: di masa sekarang maupun masa depanku - maka palingkanlah urusan itu dariku dan palingkanlah aku darinya, serta takdirkanlah kebaikan bagiku di mana pun ia berada, kemudian jadikanlah aku rida dengannya.98

Tidak akan menyesal orang yang meminta petunjuk terbaik kepada Sang Pencipta, di samping tetap berkonsultasi kepada hamba-hamba Allah yang beriman, serta mengecek ulang urusannya tersebut. Allāh -Subḥānahu wa Ta'ālā- berfirman,

﴿...وَشَاوِرۡهُمۡ فِي ٱلۡأَمۡرِۖ فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ...﴾.

{...dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah...}99

27. Zikir Pagi dan Petang

"Segala puji hanya milik Allah semata. Semoga selawat serta salam tercurahkan kepada Nabi terakhir, yang tidak ada lagi Nabi setelahnya."100

"Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk."

﴿ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَيُّ ٱلۡقَيُّومُۚ لَا تَأۡخُذُهُۥ سِنَةٞ وَلَا نَوۡمٞۚ لَّهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۗ مَن ذَا ٱلَّذِي يَشۡفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦۚ يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيۡءٖ مِّنۡ عِلۡمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَۚ وَسِعَ كُرۡسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفۡظُهُمَاۚ وَهُوَ ٱلۡعَلِيُّ ٱلۡعَظِيمُ255﴾

{Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar.}

[QS. Al-Baqarah: 255].101

﴿قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ1 ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ2 لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ3 وَلَمۡ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدُۢ4﴾

{Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa. (1)

Allah tempat meminta segala sesuatu. (2)

Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. (3)

Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia.} (4)

[QS. Al-Ikhlās: 1-4]

﴿قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلۡفَلَقِ1 مِن شَرِّ مَا خَلَقَ2 وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ3 وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِي ٱلۡعُقَدِ4 وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ5﴾

{Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), (1)

dari kejahatan makhluk-Nya, (2)

dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,(3)

dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),(4)

Wamin syarri ḥāsidin iżā ḥasad.

Artinya: serta dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki} (5)

[QS. Al-Falaq: 1-5]

﴿قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ1 مَلِكِ ٱلنَّاسِ2 إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ3 مِن شَرِّ ٱلۡوَسۡوَاسِ ٱلۡخَنَّاسِ4 ٱلَّذِي يُوَسۡوِسُ فِي صُدُورِ ٱلنَّاسِ5 مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ6﴾

{Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, (1)

Raja manusia, (2)

Sembahan manusia, (3)

dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, (4)

yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, (5)

dari (golongan) jin dan manusia.} (6)

[QS. An-Nās: 1-6] Dibaca 3 kali.102

«أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ المُلْكُ لِلَّهِ، وَالحَمْدُ لِلَّهِ، لَا إِلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذَا اليَوْمِ وَخَيرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذَا اليَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الكَسَلِ وَسُوءِ الكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي القَبْر»

Aṣbaḥnā wa aṣbaḥal-mulku lillāhi, wal-ḥamdu lillāh. Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lahū, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr. Rabbi as`aluka khaira mā fī hāżal-yaumi wa khaira mā ba‘dahū, wa a‘ūżu bika min syarri mā fī hāżal-yaumi wa syarri mā ba‘dahū. Rabbi a‘ūżu bika minal-kasali wa sū`il-kibar. Rabbi a‘ūżu bika min ‘ażābin fin-nāri wa ‘ażābin fil-qabri.

Kami memasuki waktu pagi dan seluruh kerajaan milik Allah, segala puji milik Allah. Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Hanya milik-Nya seluruh kerajaan dan hanya milik-Nya seluruh pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Ya Tuhanku, Aku memohon kepada-Mu kebaikan yang ada pada hari ini dan kebaikan yang ada setelahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang ada pada hari ini dan keburukan yang ada setelahnya.

Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan umur tua. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa di neraka dan siksa di kubur.103

Dan ketika sore hari beliau membaca,

«أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالحَمْدُ لِلَّهِ، لَا إِلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ، وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ، وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الكَسَلِ وَسُوءِ الكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي القَبْرِ»

Amsainā wa amsal-mulku lillāhi wal-ḥamdulillāh, lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku walahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai-`in qadīr. Rabbi as`aluka khaira mā fī hāżihil-lailah wa khaira mā ba’dahā, wa a’ūżubika min syarri mā fī hāżihil-lailah wa syarri mā ba’dahā. Rabbi a’ūżubika minal-kasali wa sū`il-kibar. Rabbi a’ūżubika min ‘ażābin fin-nāri wa ‘ażābin fil-qabri.

Kami memasuki waktu sore dan seluruh kerajaan milik Allah, segala puji milik Allah. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Hanya milik-Nya seluruh kerajaan dan hanya milik-Nya seluruh pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Ya Tuhanku, aku memohon kepada-Mu kebaikan yang ada di malam ini dan kebaikan yang ada setelahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang ada di malam ini dan keburukan yang ada setelahnya.

Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan umur tua. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa di neraka dan siksa di kubur.104

«اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ وَإِلَيْكَ النُّشُور»

Allāhumma bika aṣbaḥnā, wa bika amsainā, wa bika naḥyā, wa bika namūtu, wa ilaikan-nusyūr.

Ya Allah, dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami memasuki pagi hari, dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami memasuki sore hari, dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami hidup, dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami mati, dan hanya kepada-Mu kebangkitan semua makhluk.105

Dan ketika sore hari beliau membaca,

«اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِير»

Allāhumma bika amsainā, wa bika aṣbaḥnā, wa bika naḥyā, wa bika namūtu, wa ilaikal-maṣīr.

Ya Allah, dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami memasuki sore hari, dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami memasuki pagi hari, dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami hidup, dengan pertolongan dan rahmat-Mu kami mati, dan hanya kepada-Mu semua makhluk kembali.106

«اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْت»

Allāhumma anta rabbī lā`ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā 'abduka, wa anā 'alā 'ahdika wa wa'dika mastaṭa'tu. A'ūżubika min syarri mā ṣana'tu. Abū`u laka bi ni'matika 'alayya, wa abū`u bi żanbī, fa-gfir lī fa`innahū lā yagfiruż-żunūba illā anta.

Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada tuhan yang hak kecuali Engkau. Engkau menciptakanku, aku adalah hamba-Mu. Aku yakin terhadap janji-Mu dan aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semaksimal mungkin. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui107 nikmat-Mu atas diriku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku karena sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.108

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ، وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلَائِكَتِكَ، وَجَمِيعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُك»

Allāhumma innī aṣbaḥtu usyhiduka wa usyhidu ḥamalata 'arsyika wa malā`ikataka wa jamī'a khalqika, annaka antallāhu lā ilāha illā anta waḥdaka lā syarīka laka, wa anna muḥammadan 'abduka wa rasūluka.

Ya Allah, aku memasuki waktu pagi. Aku mempersaksikan kepada-Mu dan mempersaksikan kepada para malaikat pemikul Arasy-Mu, juga malaikat-malaikat-Mu serta semua makhluk-Mu bahwa Engkau adalah Allah, tidak ada sembahan yang benar kecuali Engkau semata, tidak ada sekutu bagi-Mu dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Mu.

Dibaca empat kali.109

Dan ketika sore hari beliau membaca,

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَمْسَيْتُ أُشْهِدُكَ، وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلَائِكَتِكَ، وَجَمِيعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُك»

Allāhumma innī amsaitu usyhiduka wa usyhidu ḥamalata 'arsyika wa malā`ikataka wa jamī'a khalqika, annaka antallāhu lā ilāha illā anta waḥdaka lā syarīka laka, wa anna muḥammadan 'abduka wa rasūluka.

Ya Allah, aku memasuki waktu sore. Aku mempersaksikan kepada-Mu dan mempersaksikan kepada para malaikat pemikul Arasy-Mu, juga malaikat-malaikat-Mu serta semua makhluk-Mu bahwa Engkau adalah Allah, tidak ada sembahan yang benar kecuali Engkau semata, tidak ada sekutu bagi-Mu dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Mu.

Dibaca empat kali.110

«اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِي مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، فَلَكَ الحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْر»

Allāhumma mā aṣbaḥa bī min ni'matin aw bi`aḥadin min khalqika faminka waḥdaka lā syarīka laka, falakal-ḥamdu walakasy-syukru.

Ya Allah, tidaklah ada suatu nikmat kepadaku di waktu pagi atau kepada siapa pun di antara makhluk-Mu melainkan nikmat itu berasal dari Engkau semata, tidak ada sekutu bagi-Mu; hanya milik-Mu seluruh pujian dan hanya milik-Mu semua syukur.111

Dan ketika sore hari beliau membaca,

«اللَّهُمَّ مَا أَمْسَى بِي مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، فَلَكَ الحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْر»

Allāhumma mā amsā bī min ni'matin aw bi`aḥadin min khalqika faminka waḥdaka lā syarīka laka, falakal-ḥamdu walakasy-syukru.

Ya Allah, tidaklah ada suatu nikmat kepadaku di waktu sore atau kepada siapa pun di antara makhluk-Mu melainkan nikmat itu berasal dari Engkau semata, tidak ada sekutu bagi-Mu; hanya milik-Mu seluruh pujian dan hanya milik-Mu semua syukur.112

«اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الكُفْرِ، وَالفَقْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْت»

Allāhumma 'āfinī fī badanī, allāhumma 'āfinī fī sam'ī, allāhumma 'āfinī fī baṣarī, lā ilāha illā anta. Allāhumma innī a'ūżubika minal-kufri wal-faqri, wa a'ūżubika min 'ażabil-qabri, lā ilāha illā anta.

Ya Allah, berikanlah aku keselamatan pada badanku. Ya Allah, berikanlah aku keselamatan pada pendengaranku. Ya Allah, berikanlah aku keselamatan pada penglihatanku. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tidak ada tuhan yang hak kecuali Engkau.

Dibaca 3 kali.113

«حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيهِ تَوَكَّلتُ وَهُوَ رَبُّ العَرْشِ العَظِيم»

Ḥasbiyallāhu lā ilāha illā huwa 'alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul 'arsyil-'aẓīm."

Cukuplah Allah sebagai penolongku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia. Hanya kepada-Nya aku berserah diri dan Dia adalah Tuhan Arasy yang agung.

Dibaca 7 kali.114

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ: فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي، وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَينِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي»

Allāhumma innī as`alukal-'afwa wal-'āfiyata fid-dun-yā wal-ākhirah. Allāhumma innī as`alukal-'afwa wal-'āfiyata fī dīnī wa dun-yāya wa ahlī wa mālī. Allāhumma-stur 'aurātī wa āmin rau'ātī. Allāhumma-ḥfaẓnī min baini yadayya wa min khalfī, wa 'an yamīnī wa 'an syimālī wa min fauqī, wa a'ūżu bi 'aẓamatika an ugtāla min taḥtī.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, tutuplah auratku, berilah rasa aman terhadap ketakutanku. Ya Allah, jagalah aku dari depan dan belakangku, dari kananku, kiriku, dan dari atasku. Aku berlindung dengan keagungan-Mu dari dibinasakan secara tiba-tiba dari bawahku.115

«اللَّهُمَّ عَالِمَ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطانِ وَشَرَكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِي سُوءًا، أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِم»

Allāhumma 'ālimal-gaibi wasy-syahādah, fāṭiras-samāwāti wal-arḍ, rabba kulli syai`in wa malīkah. Asyhadu allā ilāha illā anta, a'ūżubika min syarri nafsī wa syarrisy-syaiṭāni wa syarakih, wa an aqtarifa 'alā nafsī sū`an aw ajurrahū ilā muslim.

Ya Allah, Zat yang mengetahui alam gaib dan alam nyata, Pencipta langit dan bumi, Tuhan segala sesuatu dan rajanya. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan jiwaku, kejelekan setan dan tipu dayanya, serta (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat keburukan terhadap diriku sendiri atau menimpakannya kepada muslim yang lain.116

«بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ العَلِيم»

Bismillāhillaẓī lā yaḍurru ma'a-smihi syai`un fil-arḍi walā fis-samā`i wa huwas-samī'ul-'alīm.

Dengan nama Allah yang tidak akan berbahaya sesuatu apa pun di bumi dan di langit bersama nama-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Dibaca 3 kali.117

«رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ ﷺ نَبِيًّا»

Raḍītu billāhi rabban, wa bil-islāmi dīnan, wa bimuḥammadin ṣallallāhu 'alaihi wa sallama nabiyyan.

Aku rida Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad ﷺ sebagai Nabiku.

Dibaca 3 kali.118

«يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغيثُ أَصْلِحْ لِي شَأْنِيَ كُلَّهُ وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْن»

Yā ḥayyu yā qayyūmu biraḥmatika astagīṡ, aṣliḥ lī sya'nī kullahu wa lā takilnī ilā nafsī ṭarfata 'aīn.

Wahai Tuhan Yang Maha Hidup, wahai Tuhan yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan, perbaikilah semua urusanku dan jangan Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri walau sekejap mata.119

«أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ المُلْكُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ، اللَّهُـمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا اليَوْمِ: فَتْحَهُ، وَنَصْرَهُ، وَنورَهُ، وَبَرَكَتَهُ، وَهُدَاهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيهِ وَشَرِّ مَا بَعْدَه»

Aṣbaḥnā wa aṣbaḥal-mulku lillāhi rabbil 'alamin. Allāhumma innī as`aluka khaira hāżal-yaum: fatḥahu wa naṣrahu wa nūrahu wa barakatahu wa hudāhu, wa a'ūżubika min syarri mā fīhi wa syarri mā ba'dahu.

Kami memasuki waktu pagi dan kerajaan seluruhnya milik Allah Tuhan seluruh alam. Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kebaikan hari ini: kemenangan, pertolongan, cahaya, keberkahan, dan petunjuknya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang ada padanya serta keburukan setelahnya.120

Dan ketika sore hari beliau membaca,

«أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى المُلْكُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ اللَّيْلَةِ: فَتْحَهَا، وَنَصْرَهَا، وَنُورَهَا، وَبَرَكَتَهَا، وَهُدَاهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيهَا، وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا»

Amsainā wa amsal-mulku lillāhi rabbil 'alamin. Allāhumma innī as`aluka khaira hāżihil-lailati: fatḥahā wa naṣrahā wa nūrahā wa barakatahā wa hudāhā, wa a'ūżu bika min syarri mā fīhā wa syarri mā ba'dahā.

Kami memasuki waktu sore dan kerajaan seluruhnya milik Allah Tuhan seluruh alam. Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kebaikan yang ada pada malam ini: kemenangan, pertolongan, cahaya, keberkahan, dan petunjuknya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang ada pada malam ini dan keburukan yang ada setelahnya.121

«أَصْبَحْنا عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلَامِ، وَعَلَى كَلِمَةِ الإِخْلَاصِ، وَعَلَى دِينِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ ﷺ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِينَا إِبْرَاهِيمَ، حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ المُشرِكِين»

Aṣbaḥnā 'alā fiṭratil-islām, wa 'alā kalimatil-ikhlāṣ, wa 'alā dīni nabiyyinā muhammadin ṣallallāhu 'alaihi wa sallam, wa 'alā millati abinā ibrāhīma ḥanīfan musliman wa mā kāna minal-musyrikīn.

Kami memasuki pagi hari di atas fitrah Islam, di atas kalimat tauhid, agama nabi kami Muhammad ﷺ, dan di atas agama bapak kami Ibrahim yang lurus dan seorang muslim, dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik.122

Dan ketika sore hari beliau membaca,

«أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلَامِ، وَعَلَى كَلِمَةِ الإِخْلَاصِ، وَعَلَى دِينِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ ﷺ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِينَا إِبْرَاهِيمَ، حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ المُشرِكِين»

Amsainā ‘alā fiṭratil-Islāmi, wa ‘alā kalimatil-ikhlāṣi, wa ‘alā dīni nabiyyinā Muḥammadin ﷺ, wa ‘alā millati abīnā Ibrāhīma ḥanīfan musliman wa mā kāna minal-musyrikīn.

"Kami memasuki sore hari di atas fitrah Islam, di atas kalimat tauhid, agama nabi kami Muhammad ﷺ, dan di atas agama bapak kami Ibrahim yang lurus dan seorang muslim, dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik."123

«سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِه»

Subḥānallāhi wa biḥamdihi.

Maha Suci Allah, aku memuji-Nya.

Dibaca 100 kali.124

«لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير»

Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr.

Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Hanya kepunyaan-Nya seluruh kerajaan dan hanya milik-Nya semua pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dibaca sepuluh kali,125 atau satu kali ketika malas.126

«لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير»

Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr.

Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Hanya kepunyaan-Nya seluruh kerajaan dan hanya milik-Nya semua pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dibaca 100 kali di waktu pagi.127

«سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِه»

Subḥānallāhi wa biḥamdihi: 'adada khalqihi, wa riḍā nafsihi, wa zinata 'arsyihi, wa midāda kalimātih.

Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, sejumlah makhluk-Nya, sebesar keridaan diri-Nya, seberat 'Arasy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-kalimat-Nya.

Dibaca 3 kali pada pagi hari.128

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا»

Allāhumma innī as`aluka 'ilman nāfi'an wa rizqan tayyiban wa 'amalan mutaqabbalan.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima.

Ketika pagi.129.

«أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْه»

Astagfirullāha wa atūbu ilaihi.

Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.

Dibaca 100 kali dalam sehari.130

«أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَق»

A'ūẓu bi kalimātillāhi at-tāmmāti min syarri mā khalaqa.

Saya berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya.

Dibaca 3 kali pada sore hari.131

«اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبَيِّنَا مُحَمَّد»

Allāhumma ṣalli wa sallim 'alā nabiyyinā Muḥammad.

Ya Allah, limpahkanlah selawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad.

Dibaca 10 kali.132

28. Zikir Sebelum Tidur

Menggabungkan kedua telapak tangan lalu meniupkan padanya seraya membacakan,

﴿قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ1 ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ2 لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ3 وَلَمۡ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدُۢ4﴾

{Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. (1)

Allah tempat meminta segala sesuatu. (2)

Allah tidak beranak, dan tidak pula diperanakkan. (3)

Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya} (4) [QS. Al-Ikhlās: 1-4]

﴿قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلۡفَلَقِ1 مِن شَرِّ مَا خَلَقَ2 وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ3 وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِي ٱلۡعُقَدِ4 وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ5﴾

{Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), (1)

dari kejahatan makhluk-Nya, (2)

juga dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, (3)

dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),(4)

san dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki} (5)

[QS. Al-Falaq: 1-5]

﴿قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ1 مَلِكِ ٱلنَّاسِ2 إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ3 مِن شَرِّ ٱلۡوَسۡوَاسِ ٱلۡخَنَّاسِ4 ٱلَّذِي يُوَسۡوِسُ فِي صُدُورِ ٱلنَّاسِ5 مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ6﴾

{Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, (1)

Raja manusia, (2)

Sembahan manusia, (3)

dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, (4)

yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. (5)

dari (golongan) jin dan manusia} (6)

[QS. An-Nās: 1-6]

Lalu mengusapkan keduanya ke semua anggota tubuh yang dapat dijangkau, mulai dari kepala, muka, dan bagian depan badannya. Hal itu dilakukan sebanyak tiga kali.133

﴿ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَيُّ ٱلۡقَيُّومُۚ لَا تَأۡخُذُهُۥ سِنَةٞ وَلَا نَوۡمٞۚ لَّهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۗ مَن ذَا ٱلَّذِي يَشۡفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦۚ يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيۡءٖ مِّنۡ عِلۡمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَۚ وَسِعَ كُرۡسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفۡظُهُمَاۚ وَهُوَ ٱلۡعَلِيُّ ٱلۡعَظِيمُ255﴾

{Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar}

[QS. Al-Baqarah: 255].134

﴿ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيۡنَ أَحَدٖ مِّن رُّسُلِهِۦۚ وَقَالُواْ سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَاۖ غُفۡرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيۡكَ ٱلۡمَصِيرُ285 لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡهَا مَا ٱكۡتَسَبَتۡۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرٗا كَمَا حَمَلۡتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦۖ وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآۚ أَنتَ مَوۡلَىٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ286﴾

{Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur`an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya." Dan mereka berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali.(285)

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir} (286)

[QS. Al-Baqarah: 285-286].135

«بِاسْمِكَ رَبِّي وَضَعْتُ جَنْبِي، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، فَإِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا، بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِين»

Bismika rabbī waḍa'tu janbī, wabika arfa'uhu. In amsakta nafsī farḥamhā, wa in arsaltahā faḥfaẓhā bimā taḥfaẓu bihī 'ibādakaṣ-ṣāliḥīn.

Dengan nama-Mu,136 wahai Tuhanku, aku rebahkan tubuhku dan dengan nama-Mu aku mengangkatnya. Jika Engkau ambil nyawaku maka kasihanilah ia. Jika Engkau melepaskannya maka jagalah ia sebagaimana Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang saleh.137

«اللَّهُمَّ إِنَّكَ خَلَقْتَ نَفْسِي وَأَنْتَ تَوَفَّاهَا، لَكَ مَمَاتُهَا وَمَحْياهَا، إِنْ أَحْيَيْتَهَا فَاحْفَظْهَا، وَإِنْ أَمَتَّهَا فَاغْفِرْ لَهَا، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ العَافِيَة»

Allāhumma innaka khalaqta nafsī wa anta tawaffāhā, laka mamātuhā wa maḥyāhā, in aḥyaitahā faḥfaẓhā, wa in amattahā fagfir lahā. Allāhumma innī as`alukal-'āfiyah.

Ya Allah, sesungguhnya Engkau menciptakan jiwaku dan Engkau pula yang akan mematikannya. Milik-Mu kematian dan kehidupannya. Jika Engkau menghidupkannya maka jagalah ia. Namun jika Engkau mematikannya maka ampunilah ia. Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu keselamatan.138

«اللَّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَك»

Allāhumma qinī 'ażābaka yauma tab'aṡu 'ibādaka.

Ya Allah, lindungi aku139 dari siksa-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu.140

«بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا»

Bismikallāhumma amūtu wa aḥyā.

Dengan nama-Mu, ya Allah, aku tidur dan aku bangun.141

«سُبْحَانَ اللَّه»

Subḥānallāh.

Maha Suci Allah.

(Dibaca 33 kali).

«وَالحَمْدُ لِلَّه»

Walḥamdulillāh.

Segala puji bagi Allah

(Dibaca 33 kali).

«وَاللَّهُ أَكْبَر»

Wallāhu akbar.

Allah Maha Besar

(Dibaca 34 kali).142

«اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الأَرْضِ، وَرَبَّ العَرْشِ العَظِيمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالإِنْجِيلِ، وَالفُرْقَانِ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الآخِرُ فَلَيسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ البَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ، اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الفَقْر»

Allāhumma rabbas-samāwātis-sab'i wa rabbal-arḍi, wa rabbal-'arsyil-'azīm, rabbanā wa rabba kulli syai`, fāliqal ḥabbi wan-nawā, wa munzilat-taurāti wal-injīli wal-furqān, a'ūżu bika min syarri kulli syai`in anta ākhiżun bināṣiyatihi.

Allāhumma antal-awwalu fa laisa qablaka syai`, wa antal-ākhiru fa laisa ba'daka syai`, wa antaẓ-ẓāhiru fa laisa fauqaka syai`, wa antal-bāṭinu falaisa dūnaka syai`, iqḍi 'annad-daina wa agninā minal-faqri.

Ya Allah, Tuhan tujuh (lapis) langit dan Tuhan bumi, Tuhan Arasy yang agung, Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu, yang membelah biji-bijian dan biji buah-buahan serta yang menurunkan kitab Taurat, Injil, dan Al-Qur`an. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan segala sesuatu yang Engkau pegang ubun-ubunnya (menguasainya).

Ya Allah, Engkau Yang Maha Awal, tidak ada sesuatu pun sebelum-Mu, dan Engkau Yang Maha Akhir, tidak ada sesuatu pun setelah-Mu, Engkau Yang Zahir tidak ada sesuatu pun di atas-Mu, dan Engkau Yang Batin tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Mu. Lunaskanlah utang kami dan bebaskan kami dari kefakiran.143

«الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا، وَكَفَانَا، وَآوَانَا، فَكَمْ مِمَّنْ لَا كَافِيَ لَهُ وَلَا مُؤْوِي»

Al-ḥamdulillāhil-lażī aṭ'amanā wa saqānā, wa kafānā wa āwānā, fakam mim man lā kāfiya lahu wa lā mu`wī.

Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan, minum, kecukupan, dan perlindungan. Betapa banyak orang yang tidak memiliki pemberi kecukupan dan pelindung baginya.144

«اللَّهُمَّ عَالِمَ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِي سُوءًا، أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِم»

Allāhumma 'ālimal-gaibi wasy-syahādah, fāṭiras-samāwāti wal-arḍ, rabba kulli syai`in wa malīkahu. Asyhadu allā ilāha illā anta, a'ūżu bika min syarri nafsī wa min syarrisy-syaiṭāni wa syirkih, wa an aqtarifa 'alā nafsī sū`an aw ajurrahū ilā muslim.

Ya Allah, Zat yang mengetahui alam gaib dan alam nyata, Pencipta langit dan bumi, Tuhan segala sesuatu dan Rajanya. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan jiwaku, kejelekan setan dan sekutunya, serta (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat keburukan terhadap diriku sendiri atau menimpakannya kepada muslim yang lain.145

Membaca surah Alif Lām Mīm Tanzīl (As-Sajdah) dan Tabārakal-Lażī bi Yadihil-Mulk (Al-Mulk).146

«اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْت»

Allāhumma aslamtu nafsī ilaika, wa fawwaḍtu amrī ilaika, wa wajjahtu wajhī ilaika, wa alja`tu ẓahrī ilaika, ragbatan wa rahbatan ilaika, lā malja`a wa lā manjā minka illā ilaika. Āmantu bi kitābikallażī anzalta, wa binabiyyikallażī arsalta.

Ya Allah,147 aku serahkan diriku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu, dengan penuh harap dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan tidak pula menyelamatkan diri dari-Mu kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada Kitab-Mu yang Engkau turunkan dan kepada Nabi-Mu yang Engkau utus.148

29. Doa Ketika Terbangun Di Malam Hari

«لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الوَاحِدُ القَهّارُ، رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا العَزيزُ الغَفَّار»

Lā ilāha illallāh al-wāḥidul-qahhār, rabbus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā, al-'azīzul-gaffār.

Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa lagi Maha Kuasa, Tuhan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya, Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.149

30. Doa Ketika Merasa Takut Dan Khawatir Saat Terbangun

«أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ، وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّياطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُون»

A'ūżu bi kalimātillāhit-tāmmāti min gaḍabihi wa 'iqābihi, wa syarri 'ibādihi, wa min hamazātisy-syayāṭīni wa an yaḥḍurūn

Saya berlindung melalui kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka dan siksa-Nya, dari keburukan hamba-hamba-Nya serta bisikan-bisikan setan dan agar mereka tidak menghampiriku.150

 

 

31. Tindakan Ketika Bermimpi Buruk

Meludah (ringan) ke kiri (tiga kali).151

«أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيم»

A‘ūżu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm.

Memohon perlindungan kepada Allah dari setan dan mimpi buruk yang dilihatnya (3 kali).152

Tidak menceritakannya kepada siapa pun.153

Mengubah posisi tidur.154

Bangun untuk mengerjakan salat jika ia menginginkannya.155

32. Doa Qunut Witir

«اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ؛ فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، إِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، [وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ]، تَبارَكْتَ رَبَّنا وَتَعَالَيْت»

Allāhumma-hdinī fīman hadaita, wa 'āfinī fīman 'āfaita, wa tawallanī fīman tawallaita, wa bārik lī fīmā a'ṭaita, wa qinī syarra mā qaḍaita, fa innaka taqḍī walā yuqḍā 'alaika, innahu lā yażillu man wālaita, [walā ya'izzu man 'ādaita], tabārakta rabbanā wa ta'ālaita.

Ya Allah, berilah aku petunjuk bersama orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah aku keselamatan bersama orang-orang yang Engkau beri keselamatan, dan berilah aku pertolongan sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri pertolongan. Berilah aku keberkahan pada rezeki yang Engkau berikan, dan lindungilah aku dari keburukan apa yang Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkau yang menetapkan, dan tidak ada yang dapat membuat ketetapan atas-Mu. Sungguh, tidak akan terhina siapa yang Engkau cintai, [dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi]. Maha Suci Engkau, wahai Tuhan kami, dan Maha Tinggi.156

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ، لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِك»

Allāhumma innī a'ūżu bi riḍāka min sakhaṭika, wa bi mu'āfātika min 'uqūbatika, wa a'ūżu bika minka, lā uḥṣī ṡanā`an 'alaika, anta kamā aṡnaita 'alā nafsika.

Ya Allah, aku berlindung dengan rida-Mu dari murka-Mu, dan dengan ampunan-Mu dari hukuman-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari-Mu, Aku tidak mampu menghitung semua pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana Engkau menyanjung diri-Mu.157

«اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نعْبُدُ، وَلَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُدُ، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ، نَرْجُو رَحْمَتَكَ، وَنَخْشَى عَذَابَكَ، إِنَّ عَذَابَكَ بِالكَافِرِينَ مُلْحِقٌ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِينُكَ، وَنَسْتَغْفِرُكَ، وَنُثْنِي عَلَيْكَ الخَيْرَ، وَلَا نَكْفُرُكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ، وَنَخْضَعُ لَكَ، وَنَخْلَعُ مَنْ يَكْفرُك»

Allāhumma iyyāka na'bud, wa laka nuṣallī wa nasjud, wa ilaika nas'ā wa naḥfid, narjū raḥmataka wa nakhsyā ażābaka, inna 'ażābaka bil-kāfirīna mulḥaq.

Allāhumma innā nasta'īnuka wa nastagfiruka, wa nuṡnī 'alaikal-khaira walā nakfuruka, wa nu`minu bika wa nakhḍa'u laka wa nakhla'u man yakfuruka.

Ya Allah, hanya kepada-Mu kami beribadah, kepada-Mu kami salat dan sujud, kepada-Mu kami berjalan lamban dan cepat. Kami mengharap rahmat-Mu dan takut azab-Mu, karena azab-Mu benar-benar akan menimpa orang-orang yang kafir.

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon pertolongan-Mu, memohon ampunan-Mu, mengulang-ulang pujian kebaikan kepada-Mu, serta tidak ingkar kepada-Mu. Kami beriman kepada-Mu, tunduk kepada-Mu, dan meninggalkan orang-orang yang mengingkari-Mu.158

33. Zikir Setelah Salam Witir

«سُبْحَانَ المَلِكِ القُدُّوس»

Subḥānal-malikil-quddūs.

Maha Suci (Allah) Maha Raja lagi Maha Suci.

Dibaca tiga kali Dan pada kali ketiga, beliau mengeraskan dan memanjangkan suaranya seraya mengucapkan,

«رَبِّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوح»

Rabbil-malā`ikati war-rūḥ.

Tuhan para malaikat dan malaikat Jibril.159

 

34. Doa Ketika Gundah dan Sedih

«اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ القُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي، وَنُورَ صَدْرِي، وَجَلَاءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَمِّي»

Allāhumma innī 'abduka, ibnu 'abdika, ibnu amatika, nāṣiyatī biyadika, māḍin fiyya ḥukmuka, 'adlun fiyya qaḍā`uka. As`aluka bi kullismin huwa laka, sammaita bihi nafsaka, aw anzaltahu fī kitābika, aw 'allamtahu aḥadan min khalqika, aw ista`ṡarta bihi fī 'ilmil-gaib 'indaka, an taj'alal-Qur`āna rabī'a qalbī wa nūra ṣadrī, wajalā`a ḥuznī, wa żahāba hammī.

Ya Allah, sungguh aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-lakimu, dan anak hamba perempuan-Mu. Ubun-ubun-Ku ada di tangan-Mu. Telah lalu keputusan-Mu padaku, adil padaku ketetapan-Mu. Aku memohon kepada-Mu dengan semua nama milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan melalui kitab-Mu, atau Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu, atau Engkau simpan dalam ilmu gaib di sisi-Mu. Jadikanlah Al-Qur`an sebagai penawar hatiku, cahaya dadaku, penghilang kesedihanku, serta pengusir kegelisahanku.160

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الهَمِّ وَالحَزَنِ، وَالعَجْزِ وَالكَسَلِ، وَالبُخْلِ وَالجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَال»

Allāhumma innī a'ūżubika minal-hammi wal-ḥazan, wal-'ajzi wal-kasali, wal-bukhli wal-jubni, wa ḍala'id-daini wa galabatir-rijāl.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah dan sedih, sifat lemah, dan malas, sifat bakhil dan pengecut, serta dari lilitan utang dan penguasaan orang lain.161

35. Doa Ketika Menghadapi Kesulitan

«لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ العَظِيمُ الحَلِيمُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيمِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ وَرَبُّ العَرْشِ الكَرِيم»

Lā ilāha illallahul-'aẓīmul-ḥalīm, lā ilāha illallāhu rabbul-'arsyil-'aẓīm, lā ilāha illallāhu rabbus-samāwāti wa rabbul-'arḍi wa rabbul-'arsyil-karīm.

Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Lembut. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, Tuhan Arasy yang agung. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, Tuhan langit, Tuhan bumi, dan Tuhan Arasy yang mulia.162

«اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو، فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْت»

Allāhumma raḥmataka arjū, falā takilnī ilā nafsī ṭarfata 'ain, wa aṣliḥ lī sya`nī kullahu, lā ilāha illā anta.

Ya Allah, hanya rahmat-Mu yang aku harapkan, maka janganlah Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri walaupun sekejap mata. Perbaikilah urusanku seluruhnya. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau.163

«لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِين»

Lā ilāha illā anta subhānaka innī kuntu minaẓẓālimīn.

Tidak ada (tuhan yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.164

«اللَّهُ اللَّهُ رَبِّي لَا أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا»

Allāhu Allāhu rabbī lā usyriku bihī syai`an.

Allah saja Tuhanku, aku tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.165

36. Doa Ketika Bertemu Musuh dan Penguasa

«اللَّهُمَّ إِنَّا نَجْعَلُكَ فِي نُحُورِهِم، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شُرُورِهِم»

Allāhumma innā naj'aluka fī nuḥūrihim, wa na'ūżu bika min syurūrihim.

Ya Allah, sesungguhnya kami menjadikan-Mu di leher mereka, dan kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan mereka.166

«اللَّهُمَّ أَنْتَ عَضُدِي، وَأَنْتَ نَصِيرِي، بِكَ أَحُولُ وَبِكَ أَصُولُ، وَبِكَ أُقاتِل»

Allāhumma anta 'aḍudī, wa anta naṣīrī, bika aḥūlu, wa bika aṣūlu, wa bika uqātil.

Ya Allah, Engkaulah tempatku bertumpu dan penolongku. Dengan pertolongan-Mu aku bergerak, dengan pertolongan-Mu aku menyerang, dan dengan pertolongan-Mu aku berperang.167

«حَسْبُنا اللَّهُ وَنِعْمَ الوَكِيل»

Ḥasbunallāhi wa ni'mal-wakīl.

Cukuplah Allah bagi kami, dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.168

37. Doa Orang Yang Takut Terhadap Kezaliman Penguasa

«اللَّهُمَّ ربَّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ، وَرَبَّ العَرْشِ العَظِيمِ، كُنْ لِي جَارًا مِنْ فُلَانِ بْنِ فُلَانٍ، وَأَحْزَابِهِ مِنْ خَلَائِقِكَ، أَنْ يَفْرُطَ عَلَيَّ أَحَدٌ مِنْهُمْ أَوْ يَطْغَى، عَزَّ جَارُكَ، وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا أَنْت»

Allāhumma rabbas-samāwātis-sab'i, wa rabbal-'arsyil-'aẓīm, kun lī jāran min fulān bin fulān wa aḥzābihi min khalā`iqika, an yafruṭa 'alayya aḥadun minhum aw yaṭgā, 'azza jāruka wa jalla ṡanā`uka, wa lā ilāha illā anta.

Ya Allah, Tuhan langit yang tujuh dan Tuhan Arasy yang agung, jadilah Engkau sebagai pelindungku dari polan bin polan, agar tidak seorang pun di antara mereka menyiksaku atau menzalimiku, sungguh agung perlindungan-Mu dan mulia pujian-Mu. Tidak ada tuhan yang hak kecuali Engkau.169

«اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَعَزُّ مِنْ خَلْقِهِ جَمِيعًا، اللَّهُ أَعَزُّ مِمَّا أَخَافُ وَأَحْذَرُ، أَعُوذُ بِاللَّهِ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ، المُمْسِكِ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ أَنْ يَقَعْنَ عَلَى الأَرْضِ إِلَّا بِإِذْنِهِ، مِنْ شَرِّ عَبْدِكَ فُلَانٍ، وَجُنُودِهِ وَأَتْبَاعِهِ وَأَشْيَاعِهِ، مِنَ الجِنِّ وَالإِنْسِ، اللَّهُمَّ كُنْ لِي جَارًا مِنْ شَرِّهِمْ، جَلَّ ثَنَاؤُكَ وَعَزَّ جَارُكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَلَا إِلَهَ غَيْرُك»

Allāhu akbar, allāhu a'azzu min khalqihi jamī'an, allāhu a'azzu mimmā akhāfu wa aḥżar, a'ūżu billāhillażī lā ilāha illā hūwa, al-mumsikis-samāwātis-sab'i an yaqa'na 'alal-arḍi illā bi`iżnihi, min syarri 'abdika fulān wa junūdihi wa atbā'ihi wa asy-yā'ihi minal-jinni wal-`insi, allāhumma kun lī jāran min syarrihim, jalla ṡanā`uka wa'azza jāruka wa tabāraka-smuka, wa lā ilāha gairuka.

Allah Maha Besar, Allah lebih mulia dari seluruh makhluk-Nya, Allah lebih mulia dari semua yang aku takuti. Aku berlindung kepada Allah, tidak ada sembahan yang benar kecuali Dia, yang mengendalikan ketujuh langit sehingga tidak runtuh ke bumi kecuali dengan izin-Nya, dari kejahatan hamba-Mu, fulān, beserta pasukan, pengikut dan penolong-penolongnya dari kalangan jin dan manusia. Ya Allah, jadilah pelindungku dari kejahatan mereka. Sungguh mulia pujian-Mu, sungguh agung perlindungan-Mu, dan Maha Suci nama-Mu. Tidak ada tuhan yang hak selain-Mu.

Dibaca 3 kali.170

38. Doa Terhadap Musuh

«اللَّهُمَّ مُنْزِلَ الكِتَابِ، سَرِيعَ الحِسَابِ، اهْزِمِ الأَحْزَابَ، اللَّهُمَّ اهزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُم»

Allāhumma munzilal-kitāb, sarī'al-ḥisāb, ihzimil-aḥzāb. Allāhumma-hzimhum wa zalzilhum.

Ya Allah, Tuhan yang menurunkan kitab, yang memiliki pembalasan cepat, kalahkan pasukan-pasukan itu. Ya Allah, kalahkan mereka dan guncanglah mereka.171.

39. Doa Orang Yang Takut Terhadap Suatu Kaum

«اللَّهُمَّ اكْفِنِيهِمْ بِمَا شِئْت»

Allāhumma-kfinīhim bimā syi`ta.

Ya Allah, lindungilah aku dari mereka dengan apa yang Engkau kehendaki.172

40. Doa Orang Yang Ditimpa Waswas Dalam Keimanan

Hendaknya dia memohon perlindungan kepada Allah173 Dengan mengucapkan,

«أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيم»

A'ūżu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm.

Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.

dan meninggalkan apa yang ia waswaskan.174

Membaca,

«آمَنْتُ بِاللَّهِ وَرُسُلِه»

Āmantu billāhi wa rusulihī.

Aku beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya.175

Membaca firman Allah Ta'ala,

﴿هُوَ ٱلۡأَوَّلُ وَٱلۡأٓخِرُ وَٱلظَّٰهِرُ وَٱلۡبَاطِنُۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٌ 3﴾

{Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin. Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.}

[QS. Al-Ḥadīd: 3].176

41. Doa Melunasi Hutang

«اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكِ عَمَّنْ سِوَاك»

Allāhumma-kfinī biḥalālika 'an ḥarāmika wa agninī bifaḍlika 'amman siwāka.

Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu.177

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الهَمِّ وَالحَزَنِ، وَالعَجْزِ وَالكَسَلِ، وَالبُخْلِ وَالجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَال»

Allāhumma innī a'ūżubika minal-hammi wal-ḥazan, wal-'ajzi wal-kasali, wal-bukhli wal-jubni, wa ḍala'id-daini wa galabatir-rijāl.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gundah dan sedih, dari sifat lemah dan malas, dari sifat bakhil dan pengecut, dan dari lilitan utang dan penguasaan orang lain.178

42. Doa Mengatasi Waswas Ketika Salat dan Mengaji

«أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيم»

A'ūżu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm.

Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.

Dan meludah ringan ke sebelah kiri (3 kali).179

43. Doa Orang Yang Mengalami Kesulitan Dalam Suatu Urusan

«اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا»

Allāhumma lā sahla illā mā ja'altahu sahlā, wa anta taj'alul-ḥazna iżā syi`ta sahlā.

Ya Allah, tidak ada sesuatu yang mudah kecuali yang Engkau jadikan mudah, dan Engkau kuasa menjadikan mudah sesuatu yang sulit jika Engkau menghendaki.180

44. Yang Harus Diucapkan dan Dilakukan Oleh Orang Yang Berbuat Dosa

Tidaklah seorang hamba melakukan dosa lalu ia berwudu dengan bagus, kemudian mengerjakan salat dua rakaat, lantas memohon ampun kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuninya.181

45. Doa Mengusir Setan dan Bisikannya

«أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيم»

A'ūżu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm.

- Memohon perlindungan kepada Allah dari setan.182

- Azan.183

- Zikir dan membaca Al-Qur`an.

Janganlah kalian menjadikan rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan itu lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya Surah Al-Baqarah.184

Termasuk yang dapat mengusir setan adalah: zikir pagi dan petang, zikir sebelum tidur dan bangun tidur, zikir keluar masuk rumah, zikir keluar masuk masjid, dan zikir-zikir lainnya yang disyariatkan, seperti: membaca ayat Kursi saat akan tidur, dua ayat terakhir surah Al-Baqarah. Demikian juga, siapa yang membaca:

«لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِير»

Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr.

Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Hanya kepunyaan-Nya seluruh kerajaan dan hanya milik-Nya semua pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dibaca sebanyak seratus kali. Itu menjadi pelindung baginya dari setan sepanjang hari itu.185 Begitu juga azan dapat mengusir setan.

46. Doa Ketika Mengalami Sesuatu Yang Tidak Diinginkan Atau Tak Terelakkan

«قَدَرُ اللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَل»

Qadarullāh wa mā syā`a fa'al.

Itulah ketetapan Allah. Apa yang Dia kehendaki akan Dia lakukan.186

47. Doa Untuk Orang Yang Mendapatkan Anak Dan Jawabannya

«بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِي المَوْهُوبِ لَكَ، وَشَكَرْتَ الوَاهِبَ، وَبَلَغَ أَشُدَّهُ، وَرُزِقْتَ بِرَّه»

Bārakallāhu laka fil-mauhūbi laka wa syakartal-wāhiba wa balaga asyuddahu wa ruziqta birrahu.

Semoga Allah memberimu keberkahan bagi anak yang diberikan-Nya kepadamu, semoga engkau mensyukuri Allah yang memberi, semoga ia mencapai dewasa dan engkau dianugerahi baktinya.187

Orang yang diberi ucapan selamat membalasnya dengan membaca,

«بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ، وَجَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا، وَرَزَقَكَ اللَّهُ مِثْلَهُ، وَأَجْزَلَ ثَوَابَك»

Bārakallāhu laka wa bāraka 'alaik, wa jazākallāhu khairan wa razaqakallāhu miṡlahu wa ajzala ṡawābaka.

Semoga Allah memberi keberkahan kepadamu dan kepada keluargamu. Semoga Allah memberimu balasan yang lebih baik, menganugerahkan kepadamu yang semisalnya, dan melimpahkan pahalamu.188

48. Doa Perlindungan Bagi Anak

Rasulullah ﷺ membacakan doa perlindungan berikut untuk Hasan dan Husain -raḍiyallāhu 'anhumā-.

«أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّة»

U'īẓukumā bi kalimātillāhit-tāmmah, min kulli syaiṭānin wa hāmmah, wa min kulli 'ainin lāmmah.

Aku memohon perlindungan kepada Allah untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap kejahatan setan dan binatang yang berbisa, dan dari setiap 'ain yang jahat.189

49. Doa Untuk Orang Sakit Saat Menjenguknya

«لَا بأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّه»

Lā ba`sa ṭahūrun insyā`allāh.

Tidak mengapa, semoga menjadi pembersih dosa dengan kehendak Allah.190

«أَسْأَلُ اللَّهَ العَظِيمَ رَبَّ العَرْشِ العَظِيمِ أَنْ يَشْفيَك»

As`alullāhal-'aẓīm, rabbal 'arsyil 'aẓīm, an yasyfiyaka.

Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung Tuhan Arasy yang besar, semoga Dia menyembuhkanmu.

Dibaca 7 kali.191

50. Keutamaan Menjenguk Orang Sakit

Nabi ﷺ bersabda, "Ketika seseorang menjenguk saudaranya yang muslim, dia senantiasa memetik buah-buahan surga sampai dia duduk. Kemudian, apabila dia telah duduk, dia diliputi oleh rahmat. Jika dia melakukannya di pagi hari, maka 70 ribu malaikat mendoakannya hingga ia memasuki waktu sore. Dan jika dia melakukannya di sore hari, 70 ribu malaikat akan senantiasa mendoakannya sampai ia memasuki waktu pagi."192

51. Doa Orang Sakit Yang Tidak Memiliki Harapan Sembuh

«اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَأَلْحِقْنِي بِالرَّفِيقِ الأَعْلَى»

Allāhumma-gfir lī wa-rḥamnī wa alḥiqnī birrafīqil-a'lā.

Ya Allah, ampunilah aku, rahmati aku, dan masukkanlah aku pada (kedudukan) bersama teman tertinggi.193

Menjelang kematiannya, Nabi ﷺ memasukkan kedua tangannya ke dalam air lalu mengusapkannya ke wajah sembari mengucapkan,

«لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّه»

Lā ilāha illallāh.

Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah.

"Sesungguhnya maut itu mempunyai sekarat."194

«لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّه»

Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar, lā ilāha illallāhu waḥdah. Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah. Lā ilāha illallāh, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu. Lā ilāha illallāhu wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.

Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, Allah Maha Besar. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, milik-Nya seluruh kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah.195

52. Menalkin Orang Yang Sekarat

"Barang siapa yang akhir ucapannya (sebelum meninggal dunia) adalah

«لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّه»

Lā ilāha illallāh.

Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah

maka dia pasti masuk surga."196

53. Doa Orang Yang Ditimpa Musibah

«إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي، وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًَا مِنْهَا»

Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn. Allāhumma`-jurnī fī muṣībatī wa akhlif lī khairan minhā.

Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kita akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah aku pahala atas musibah yang menimpaku ini, dan berilah aku ganti yang lebih baik darinya.197

54. Doa Ketika Memejamkan Mata Mayit

«اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِفُلَانٍ (بِاسْمِهِ) وَارْفَعْ دَرَجَتَهُ فِي المَهْدِيِّينَ، وَاخْلُفْهُ فِي عَقِبِهِ فِي الغَابِرِينَ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ يَا رَبَّ العَالَمِينَ، وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، وَنَوِّرْ لَهُ فِيه»

Allāhumma-gfir li fulān (sebutkan namanya), wa-rfa' darajatahu fil-mahdiyyīn, wa-khlufhu fī 'aqibihi fil-gābirīn, wa-gfir lanā wa lahu yā rabbal-'ālamīn, wa-fsaḥ lahu fī qabrihi wa nawwir lahu fīh.

Ya Allah, ampunilah si Polan (sebutkan namanya), angkatlah derajatnya di antara orang-orang yang mendapat petunjuk, dan jadikanlah penggantinya bagi keturunannya yang ditinggalkan. Ampunilah kami dan dia, wahai Tuhan semesta alam, lapangkanlah kuburnya, dan berilah cahaya baginya di dalamnya.198

55. Doa Untuk Mayit Dalam Salat Jenazah

«اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ، وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًَا خَيًْرا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ [وَعَذَابِ النَّار]»

Allāhumma-gfir lahu wa-rḥamhu wa 'āfihi wa-'fu 'anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi' mudkhalahu, wa-gsilhu bil-mā`i waṡ-ṡalji wal-baradi, wa naqqihi minal-khaṭāyā kamā naqqaita aṡ-ṡaubal-abyaḍa minad-danas, wa abdilhu dāran khairan min dārihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, wa adkhilhul-jannah, wa a'iżhu min 'ażābil-qabri, [wa 'ażābin-nār].

Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, muliakanlah jamuannya, dan lapangkanlah kuburnya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari semua dosa seperti Engkau membersihkan pakaian yang putih dari semua kotoran. Berilah dia ganti rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, dan istri yang lebih baik dari istrinya. Masukkanlah dia ke dalam surga dan lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa neraka.199

«اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا، وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا، وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا، وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا، اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الإِسْلَامِ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الإِيمَانِ، اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ، وَلَا تُضِلَّنَا بَعْدَه»

Allāhumma-gfir li ḥayyinā wa mayyitinā, wa syāhidinā wa gā`ibinā, wa ṣagīrinā wa kabīrinā, wa żakarinā wa unṡānā. Allāhumma man aḥyaitahu minnā fa aḥyihi 'alal-islām, wa man tawaffaitahu minnā fa tawaffahu 'alal-īmān. Allāhumma lā taḥrimnā ajrahu wa lā tuḍillanā ba'dah.

Ya Allah, ampunilah orang yang masih hidup dan yang telah meninggal di antara kami, yang hadir dan yang tidak hadir, yang kecil dan yang tua, laki-laki dan perempuan.

Ya Allah, siapa di antara kami yang Engkau panjangkan umurnya, maka panjangkanlah umurnya di atas Islam. Dan siapa yang Engkau wafatkan di antara kami, maka wafatkanlah dia di atas iman.

Ya Allah, janganlah Engkau halangi kami dari pahalanya, dan jangan pula Engkau sesatkan kami sepeninggalnya.200

«اللَّهُمَّ إِنَّ فُلَانَ بْنَ فُلَانٍ فِي ذِمَّتِكَ، وَحَبْلِ جِوَارِكَ، فَقِهِ مِنْ فِتْنَةِ القَبْرِ، وَعَذَابِ النَّارِ، وَأَنْتَ أَهْلُ الوَفَاءِ وَالحَقِّ، فَاغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ إِنَّكَ أَنْتَ الغَفُورُ الرَّحِيم»

Allāhumma inna fulāna ibna fulān (yakni menyebutkan namanya dan nama ayahnya) fī żimmatika wa ḥabli jiwārika, fa qihi fitnatal-qabri wa 'ażāban-nāri, wa anta ahlul-wafā`i wal-ḥaqqi, fa-gfir lahu wa-rḥamhu, innaka antal-gafūrur-raḥīm.

Ya Allah, sesungguhnya polan bin polan (yakni menyebutkan namanya dan nama ayahnya) dalam jaminan-Mu dan ikatan perlindungan-Mu, maka lindungilah dia dari fitnah kubur dan siksa neraka, Engkau adalah Zat yang memenuhi janji dan hak. Ampunilah dan rahmati dia, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.201

«اللَّهُمَّ عَبْدُكَ وَابْنُ أَمَتِكَ احْتَاجَ إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَنْتَ غَنِيٌّ عَنْ عَذَابِهِ، إِنْ كَانَ مُحْسِنًا فَزِدْ فِي حَسَنَاتِهِ، وَإِنْ كَانَ مُسِيئًا فَتَجَاوَزْ عَنْه»

Allāhumma 'abduka wa-bnu amatik, iḥtāja ilā raḥmatika, wa anta ganiyyun 'an 'azābih, in kāna muḥsinan fa zid fī ḥasanātihi, wa in kāna musī`an fa tajāwaz 'anhu.

Ya Allah, ini adalah hamba-Mu dan anak hamba perempuan-Mu. Dia membutuhkan rahmat-Mu, sementara Engkau tidak butuh untuk menyiksanya. Jika dia adalah orang yang berbuat baik, tambahkanlah kebaikannya. Namun jika dia adalah orang yang berbuat buruk, maafkanlah dia.202

56. Doa Untuk Mayit Bayi Ketika Salat Jenazah

«اللَّهُمَّ أَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ القَبْر»

Allāhumma a'iżhu min ażābil-qabri.

Ya Allah, lindungilah dia dari siksa kubur.203

Jika mengucapkan doa berikut:

«اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ فَرَطًا وَذُخْرًا لِوَالِدَيْهِ، وَشَفِيعًا مُجَابًا، اللَّهُمَّ ثَقِّلْ بِهِ مَوَازِينَهُمَا، وَأَعْظِمْ بِهِ أُجورَهُمَا، وَأَلْحِقْهُ بِصَالِحِ المُؤْمِنِينَ، وَاجْعَلْهُ فِي كَفَالَةِ إِبْرَاهِيمَ، وَقِهِ بِرَحْمَتِكَ عَذَابَ الجَحِيمِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَسْلَافِنَا، وَأَفْرَاطِنَا، وَمَنْ سَبَقَنَا بِالإِيمَان»

"Allāhumma-j'alhu faraṭan wa żukhran li wālidaihi wa syafī'an mujāban. Allāhumma ṡaqqil bihi mawāzīnahumā wa a'ẓim bihi ujūrahumā wa alḥiqhu biṣāliḥil-mu`minīn, wa-j'alhu fī kafālati Ibrāhīm wa qihi biraḥmatika 'ażābal-jaḥīm, wa abdilhu dāran khairan min dārihi wa ahlan khairan min ahlihi. Allāhumma-gfir li aslāfinā wa afrāṭinā wa man sabaqanā bil-īmān."

Ya Allah, jadikanlah anak ini sebagai simpanan pahala dan yang memberi syafaat bagi kedua orang tuanya. Ya Allah, melalui anak ini, beratkanlah timbangan amal kedua orang tuanya dan besarkanlah pahala keduanya. Gabungkanlah anak ini bersama orang-orang saleh kaum muslimin. Jadikanlah ia di bawah asuhan Nabi Ibrahim dan peliharalah dia dengan rahmat-Mu dari siksa neraka Jahim. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, dan keluarga yang lebih baik dari keluarganya. Ya Allah, ampunilah orang-orang terdahulu kami serta anak-anak kecil kami, serta semua orang beriman sebelum kami.

Maka itu juga baik.204

«اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ لَنَا فَرَطًا، وَسَلَفًا، وَأَجْرًا»

Allāhumma-j'alhu lanā faraṭan wa salafan wa ajran.

Ya Allah, jadikanlah ia sebagai penolong, pendahulu, dan pahala untuk kami.205

57. Doa Takziah

«إِنَّ للَّهِ مَا أَخَذَ، وَلَهُ مَا أَعْطَى، وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمَّى... فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِب»

Inna lillāhi m‎ā akhaża wa lahu mā a'ṭā, wa kullu syai`in 'indahu bi ajalin musammā, faltaṣbir waltaḥtasib.

Hanya milik Allah apa yang Dia ambil dan hanya milik-Nya apa yang Dia berikan. Segala sesuatu di sisi Allah memiliki ajal yang telah ditentukan...Hendaklah engkau bersabar dan mengharap pahala.206

Jika ia mengucapkan:

«أَعْظَمَ اللَّهُ أَجْرَكَ، وَأَحْسَنَ عَزَاءَكَ، وَغَفَرَ لِمَيِّتِك»

A'ẓamallāhu ajraka wa aḥsana 'azā`aka wa gafara limayyitika.

"Semoga Allah membesarkan pahalamu, meringankan dukamu, dan mengampuni mayitmu,"

Maka itu juga baik.207

 

 

 

58. Doa Ketika Memasukkan Mayat Ke Liang Kubur

«بِسْمِ اللَّهِ وَعَلَى سُنَّةِ رَسُولِ اللَّه»

Bismillāhi wa 'alā sunnati rasūlillāh.

Dengan nama Allah dan sesuai Sunnah Rasulullah.208

59. Doa Setelah Selesai Mengubur Mayat

«اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، اللَّهُمَّ ثَبِّتْه»

Allāhumma-gfir lahu, allāhumma ṡabbit-hu.

Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah, teguhkanlah dia.209

60. Doa Ziarah Kubur

«السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ، مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، [وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقدِمِينَ مِنَّا وَالمُسْتأْخِرِينَ] أَسْاَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمُ العَافِيَة»

Assalāmu 'alaikum ahlad-diyār minal-mu`minīna wal-muslimīn, wa innā in syā`allāhu bikum lāḥiqūn, [wa yarḥamullāhul-mustaqdimīna minnā wal-musta`khirīn], as`alullāha lanā wa lakumul-'āfiyah.

Semoga keselamatan bagi kalian, wahai penghuni kubur dari kaum mukminin dan muslimin. Sesungguhnya kami, dengan kehendak Allah, akan menyusul kalian. [Semoga Allah merahmati yang meninggal lebih dulu di antara kita dan yang belakangan]. Kami memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan untuk kalian.210

61. Doa Ketika Angin Kencang

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا»

Allāhumma innī as`aluka khairahā, wa a'ūżu bika min syarrihā.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya.211

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا، وَخَيْرَ مَا فِيهَا، وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّ مَا فِيهَا، وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِه»

Allāhumma innī as`aluka khairahā, wa khaira mā fīhā, wa khaira mā ursilat bih. Wa a'ūżu bika min syarrihā, wa syarri mā fīhā, wa syarri mā ursilat bih.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya, kebaikan yang terkandung di dalamnya, dan kebaikan yang dengannya ia dikirim. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan yang terkandung di dalamnya, serta keburukan yang dengannya ia dikirim.212

62. Doa Ketika Mendengar Petir

«سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِه»

Subḥānallażī yusabbiḥur-ra'du biḥamdihi, wal-malā`ikatu min khīfatih.

Maha Suci Allah, petir bertasbih memuji-Nya, demikian pula para malaikat karena takut kepada-Nya.213

63. Doa Meminta Hujan

«اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا مَرِيعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ آجِل»

Allāhumma-sqinā gaiṡan mugīṡan marī`an marī'an, nāfi'an gaira ḍārrin, 'ājilan gaira ājil.

Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang menolong, yang baik dan nikmat, yang mendatangkan manfaat bukan mudarat, yang segera tidak tertunda.214

«اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا»

Allāhumma agiṡnā, allāhumma agiṡnā, allāhumma agiṡnā.

Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.215

«اللَّهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ، وَبَهَائِمَكَ، وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ، وَأَحْيِي بَلَدَكَ المَيِّت»

Allāhumma-sqi 'ibādaka wa bahā`imaka wa-nsyur raḥmataka wa aḥyī baladakal-mayyit.

Ya Allah, turunkanlah hujan untuk hamba-hamba-Mu dan hewan-hewan ternak-Mu, sebarkanlah rahmat-Mu, dan hidupkanlah negeri-Mu yang mati.216

64. Doa Ketika Melihat Hujan

«اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا»

Allāhumma ṣayyiban nāfi'an.

Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.217

65. Zikir Setelah Hujan Turun

«مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِه»

Muṭirnā bi faḍlillāhi wa raḥmatih.

Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.218

66. Doa Meminta Agar Hujan Reda

«اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الآكَامِ وَالظِّرَابِ، وَبُطُونِ الأَوْدِيَةِ، وَمَنَابِتِ الشَّجَر»

Allāhumma ḥawālainā wa lā 'alainā, allāhumma 'alal-ākām waẓẓirāb wa buṭūnil-audiyati wa manābitisy-syajar.

Ya Allah, turunkan hujan ini di sekitar tempat kami, dan jangan turunkan sebagai bencana untuk kami. Ya Allah, pindahkanlah ia ke gunung, bukit, lembah, dan tempat-tempat tumbuh pepohonan.219

67. Doa Melihat Hilal

«اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ رَبَّنَا وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّه»

Allāhu akbar, allāhumma ahillahu 'alainā bil-amni wal-īmān, was-salāmati wal-islām, wat-taufīq limā tuḥibbu rabbanā wa tarḍā, rabbunā wa rabbukallāh.

Allah Maha Besar. Ya Allah, terbitkanlah hilal ini kepada kami bersama keamanan dan keimanan, keselamatan dan keislaman, dan kemudahan kepada apa yang Engkau cintai dan ridai, ya Tuhan kami! Tuhan kami dan tuhanmu adalah Allah.220

68. Doa Ketika Berbuka Puasa

«ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّه»

Żahabaẓ-ẓama`u wa-btallatil-'urūqu wa ṡabatal-ajru insyā`allāh.

Telah hilang dahaga, urat-urat sudah basah, dan pahala pun telah diraih, dengan kehendak Allah.221

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي»

Allāhumma innī as`aluka bi raḥmatikallatī wasi'at kulla syai`in an tagfira lī.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku.222

69. Doa Sebelum Makan

Apabila salah seorang di antara kalian makan suatu makanan, maka hendaklah ia mengucapkan,

«بِسْمِ اللَّه»

Bismillāh.

"Dengan nama Allah."

Apabila dia lupa membaca di awal, hendaklah dia mengucapkan,

«بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِه»

Bismillāhi fī awwalihi wa ākhirihi.

"Dengan menyebut nama Allah di awal dan di akhirnya."223

Siapa yang diberi makanan oleh Allah, maka hendaklah ia mengucapkan,

«اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَأَطْعِمْنَا خَيْرًا مِنْه»

Allāhumma bārik lanā fīhi wa aṭ‘imnā khairan minhū.

"Ya Allah, berkahilah kami padanya dan berilah kami makanan yang lebih baik darinya,"

Dan siapa yang diberi minuman susu oleh Allah, maka hendaklah ia mengucapkan,

«اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَزِدْنَا مِنْه»

Allāhumma bārik lanā fīhi wa zidnā minhu.

"Ya Allah, berikan keberkahan untuk kami padanya, dan tambahkanlah darinya untuk kami."224

70. Doa Setelah Makan

«الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا، وَرَزَقَنِيهِ، مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّة»

Alḥamdulillāhillażī aṭ'amanī hāżā wa razaqanīhi min gairi ḥaulin minnī wa lā quwwah.

Segala puji hanya bagi Allah yang telah memberikan makanan ini kepadaku sebagai rezeki dari-Nya tanpa daya dan kekuatan dariku.225

«الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، غَيْرَ [مَكْفِيٍّ وَلَا] مُوَدَّعٍ، وَلَا مُسْتَغْنَىً عَنْهُ رَبَّنَا»

Alḥamdulillāhi ḥamdan kaṡīran ṭayyiban mubārakan fīh, gaira [makfiyyin wa lā] muwadda'in wa lā mustagnan 'anhu rabbanā.

Segala puji ‎milik Allah dengan pujian yang banyak, baik, dan penuh berkah, [tidak ada yang (bisa) ‎mencukupi-Nya], tidak ada yang mampu meninggalkan-Nya, dan selalu dibutuhkan, wahai ‎Tuhan kami.226

71. Doa Tamu Untuk Pemilik Makanan

«اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِيمَا رَزَقْتَهُم، وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُم»

Allāhumma bārik lahum fī mā razaqtahum wa-gfir lahum war-ḥamhum.

Ya Allah, berkahilah rezeki yang Engkau anugerahkan kepada mereka, ampuni mereka, dan berikanlah rahmat kepada mereka.227

72. Sindiran Melalui Doa Untuk Meminta Makanan Atau Minuman

«اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي، وَاسْقِ مَنْ سَقَانِي»

Allāhumma aṭ'im man aṭ'amanī, wa-sqi man saqānī.

Ya Allah, berikan makan kepada orang yang memberiku makan, dan berikan minum kepada orang yang memberiku minum.228

 

 

 

73. Doa Ketika Berbuka Di Sebuah Keluarga

«أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ، وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الأَبْرَارُ، وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ المَلَائِكَة»

Afṭara 'indakumuṣ-ṣā`imūn, wa akala ṭa'āmakumul-abrār, wa ṣallat 'alaikumul-malā`ikah.

Telah berbuka di tempat kalian orang-orang yang berpuasa dan makanan kalian dimakan oleh orang-orang yang baik serta para malaikat mendoakan kalian.229

74. Doa Orang Yang Berpuasa Ketika Menghadiri Jamuan Makan dan Tidak Ikut Makan

Apabila seseorang di antara kalian diundang, hendaklah ia memenuhinya. Jika dia berpuasa, hendaklah ia mendoakan (orang yang mengundang). Tetapi jika dia tidak berpuasa, sebaiknya ia makan.230

Makna kata "fal-yuṣalli" hendaklah ia berdoa.

75. Ucapan Orang Yang Berpuasa Ketika Dicaci Orang

Saya sedang berpuasa. Saya sedang berpuasa.231

76. Doa Ketika Melihat Putik Buah

«اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي ثَمَرِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي مَدِينَتِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي صَاعِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي مُدِّنَا»

Allāhumma bārik lanā fī ṡamarinā, wabārik lanā fī madīnatinā, wabārik lanā fī ṣā'inā, wabārik lanā fī muddinā.

Ya Allah, berikan keberkahan untuk kami pada buah-buahan kami, berikan keberkahan untuk kami di kota kami, berikan keberkahan untuk kami pada bobot takaran ṣā' kami, dan berikan keberkahan untuk kami pada bobot takaran mud kami.232

77. Doa Bersin

Jika salah seorang dari kalian bersin, maka hendaklah ia mengucapkan,

«الحَمْدُ لِلَّه»

Alḥamdu lillāh.

"Segala puji bagi Allah."

Hendaknya saudaranya atau kawannya menjawabnya dengan mengucapkan,

«يَرْحَمُكَ اللَّه»

Yarḥamukallāh.

"Semoga Allah merahmatimu."

Bila saudaranya telah mengucapkan kepadanya: "Yarḥamukallāh", maka hendaklah ia mengucapkan,

«يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُم»

Yahdīkumullāhu wa yuṣliḥu bālakum.

"Semoga Allah memberimu hidayah dan memperbaiki keadaanmu."233

78. Ucapan Untuk Orang Kafir Ketika Dia Bersin Lalu Memuji Allah

«يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُم»

Yahdīkumullāhu wa yuṣliḥu bālakum.

Semoga Allah memberimu hidayah dan memperbaiki keadaanmu.234

79. Doa Untuk Pengantin

«بَارَكَ اللَّهُ لَكَ، وَبَارَكَ عَلَيْكَ، وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْر»

Bārakallāhu laka wa bāraka 'alaika wa jama'a bainakumā fī khair.

Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu dan menurunkan keberkahan-Nya kepadamu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.235

80. Doa Pengantin dan Ketika Membeli Hewan

Apabila salah seorang di antara kalian menikahi seorang wanita atau membeli seorang budak, maka hendaklah ia mengucapkan,

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا، وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْه»

Allāhumma innī as`aluka khairahā, wa khaira mā jabaltahā 'alaih, wa a'ūżubika min syarrihā, wa syarri mā jabaltahā 'alaih.

"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan watak yang Engkau berikan kepadanya. Aku juga berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan watak yang Engkau berikan kepadanya."

"Dan jika dia membeli seekor unta, hendaklah ia memegang puncak punuknya lalu mengucapkan doa yang sama."236

81. Doa Sebelum Menggauli Istri

«بِسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا»

Bismillāh, allāhumma jannibnasy-syaiṭān, wa jannibisy-syaiṭāna mā razaqtanā.

Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari anugerah yang Engkau berikan kepada kami.237

82. Doa Ketika Marah

«أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيم»

A'ūżu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm.

Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.238

83. Doa Melihat Orang Ditimpa Musibah

«الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ، وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا»

Alḥamdulillāhillażī 'āfānī mimma-btalāka bihi wa faḍḍalanī 'alā kaṡīrin mimman khalaqa tafḍīlā.

Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah yang menimpamu dan melebihkanku di atas banyak orang yang Dia ciptakan.239

84. Bacaan di Dalam Majelis

Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, ia berkata, "Ada yang menghitung bagi Rasulullah ﷺ dalam satu majelis, sebanyak seratus kali sebelum beliau berdiri, beliau mengucapkan,

«رَبِّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الغَفُور»

Rabbigfir lī, wa tub 'alayya, innaka antat-tawwābul-gafūr.

"Ya Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah tobatku, sungguh Engkau Maha Menerima tobat dan Maha Pengampun."240

85. Doa Penutup Majelis

«سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْك»

Subḥānakallāhumma wa bi ḥamdika asyhadu allā ilāha illā anta astagfiruka wa atūbu ilaik.

Maha Suci Engkau ya Allah dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu.241

86. Doa Untuk Orang Yang Mengucapkan "Semoga Allah Mengampunimu"

«وَلَك»

Wa lak

"Dan bagimu."242

87. Doa Untuk Orang Yang Berbuat Baik Kepadamu

«جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا»

Jazākallāhu khairan.

Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.243

 

 

88. Sesuatu Yang Dapat Melindungi Dari Dajjal

"Siapa yang menghafal sepuluh ayat dari awal Surah Al-Kahfi, niscaya ia dilindungi dari Dajal."244

Selain itu, memohon perlindungan kepada Allah dari fitnah Dajal setelah tasyahud akhir setiap salat.245

89. Doa Untuk Orang Yang Mengucapkan "Aku Mencintaimu Karena Allah"

«أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْبَبْتَنِي لَه»

Aḥabbakallażī aḥbabtanī lahu.

Semoga Allah -yang karena-Nya engkau mencintaiku- mencintaimu juga.246

90. Doa Untuk Orang Yang Memberikan Hartanya Kepadamu

«بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِي أَهْلِكَ وَمَالِك»

Bārakallāhu laka fī ahlika wa mālika.

Semoga Allah memberikan keberkahan untukmu pada keluarga dan hartamu.247

91. Doa Untuk Orang Yang Memberi Pinjaman Ketika Melunasi Hutang

«بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِي أَهْلِكَ وَمَالِك»

Bārakallāhu laka fī ahlika wa mālika.

Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu, keluargamu, dan hartamu. Sesungguhnya balasan hutang adalah pujian terima kasih dan pelunasan.248

92. Doa Takut Dari Kesyirikan

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا أَعْلَم»

Allāhumma innī a'ūżubika an usyrika bika wa ana a'lam, wa astagfiruka limā lā a'lam.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari berbuat syirik sementara aku mengetahuinya dan aku memohon ampun kepada-Mu atas perbuatan yang belum kuketahui.249

 

 

 

93. Doa Untuk Orang Yang Mengucapkan "Bārakallāhu Fīka"

«وَفِيكَ بَارَكَ اللَّه»

Wafīka bārakallāh.

Engkau juga, semoga Allah memberkahimu.250

94. Doa Menolak Perasaan Sial

«اللَّهُمَّ لَا طَيْرَ إِلَّا طَيْرُكَ، وَلَا خَيْرَ إِلَّا خَيْرُكَ، وَلَا إِلَهَ غَيْرُك»

Allāhumma lā ṭaira illā ṭairuka, wa lā Khaira illā khairuka, wa lā ilāha gairuka.

Ya Allah, tidak ada keburukan kecuali keburukan yang Engkau tetapkan, tidak ada kebaikan kecuali kebaikan yang Engkau tetapkan, dan tidak sembahan yang benar selain-Mu.251

95. Doa Berkendaraan

«بِسْمِ اللَّهِ، وَالحَمْدُ للَّه»

Bismillāh, wal-ḥamdu lillāh.

Dengan nama Allah dan seluruh pujian milik Allah.

«سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِين»

Subḥānallażī sakhkhara lanā hāża wa mā kunnā lahu muqrinīn.

{Maha Suci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya.

«وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنقَلِبُون»

Wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn.

Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami}

«الحَمْدُ لِلَّهِ، الحَمْدُ لِلَّهِ، الحَمْدُ لِلَّهِ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي؛ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْت»

Alḥamdulillāh, alḥamdulillāh, alḥamdulillāh, allāhu akbar, allāhu akbar, allāhu akbar. Subḥānakallāhumma innī ẓalamtu nafsī fa-gfir lī fa innahū lā yagfiruż-żunūba illā anta.

Segala puji bagi Allah, segala puji bagi Allah, segala puji bagi Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha Suci Engkau, ya Allah, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku, ampunilah aku. Sesungguhnya tidak mengampuni dosa kecuali Engkau.252

96. Doa Safar

«اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَر»

Allāhu akbar, allāhu akbar, allāhu akbar.

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.

«سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِين»

Subḥānallażī sakhkhara lanā hāża wa mā kunnā lahu muqrinīn.

Maha Suci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya.

«وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنقَلِبُون»

Wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn.

Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.

«اللَّهُمَّ إِنّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا البِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ العَمَلِ مَا تَرْضَى، اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالخَليفَةُ فِي الأَهْلِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ المَنْظَرِ، وَسُوءِ المُنْقَلَبِ فِي المَالِ وَالأَهْل»

Allāhumma innā nas`aluka fī safarinā hāża al-birra wat-taqwā, wa minal-‘amali mā tarḍā. Allāhumma hawwin ‘alainā safaranā hāżā waṭwi ‘annā bu‘dahū. Allāhumma antaṣ-ṣāḥibu fis-safari, wal-khalīfatu fil-ahli. Allāhumma innī a‘ūżu bika min wa‘ṡā`is-safari, wa ka’ābatil-manẓari, wa sū`il-munqalabi fil-māli wal-ahli.

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan ketakwaan dalam safar kami ini, serta perbuatan yang Engkau ridai.

Ya Allah, permudahlah perjalanan kami ini dan dekatkan jaraknya bagi kami.

Ya Allah, Engkaulah yang menyertai dalam safar dan yang mengurusi keluarga kami.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan dalam safar, pemandangan yang menyedihkan, dan perubahan yang jelek pada harta dan keluarga.

Ketika pulang tetap membaca bacaan yang sama, namun dengan tambahan:

«آيِبُونَ، تائِبُونَ، عَابِدُونَ، لِرَبِّنَا حَامِدُون»

Āyibūna tā`ibūna 'ābidūna li rabbinā ḥāmidūn.

Kami kembali kepada Allah, kami bertobat, dan kami beribadah. Hanya kepada Allah kami memuji.253

97. Doa Masuk Suatu Perkampungan Atau Negeri

«اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظْلَلْنَ، وَرَبَّ الأَرَضِينَ السَّبْعِ وَمَا أَقْلَلْنَ، وَرَبَّ الشَّياطِينِ وَمَا أَضْلَلْنَ، وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَا ذَرَيْنَ، أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ القَرْيَةِ، وَخَيْرَ أَهْلِهَا، وَخَيْرَ مَا فِيهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّ أَهْلِهَا، وَشَرِّ مَا فِيهَا»

Allāhumma rabbas-samāwātis-sab'i wa mā aẓlalna, wa rabbal-araḍīnas-sab'i wa mā aqlalna, wa rabbisy-syayāṭīni wa mā aḍlalna, wa rabbar-riyāḥi wa mā żaraina, as`aluka khaira hāżihil-qaryah wa khaira ahlihā wa khaira mā fīhā, wa a'ūżubika min syarrihā wa syarri ahlihā wa syarri mā fīhā.

Ya Allah, Tuhan tujuh lapis langit beserta yang dinaunginya, Tuhan tujuh lapis bumi beserta yang ditopangnya, Tuhan setan-setan dan yang disesatkannya, Tuhan angin beserta semua yang diterbangkannya, kami memohon kepada-Mu kebaikan perkampungan ini, kebaikan penghuninya, dan kebaikan yang ada di dalamnya, serta kami berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan penghuninya serta keburukan yang ada di dalamnya.254

98. Doa Masuk Pasar

«لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ، وَلَهُ الحَمْدُ، يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ، بِيَدِهِ الخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير»

Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku walahul-ḥamdu, yuḥyī wa yumītu, wa huwa ḥayyun lā yamūt, biyadihil-khairu wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr.

Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya seluruh kerajaan, dan bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan. Dialah Yang Maha Hidup, tidak akan mati. Di tangan-Nya semua kebaikan, dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.255

99. Doa Ketika Kendaraan Tergelincir

«بِسْمِ اللَّه»

Bismillāh.

Dengan nama Allah.256

100. Doa Musafir Untuk Orang Mukim

«أَسْتَوْدِعُكُمُ اللَّهَ الَّذِي لَا تَضِيعُ وَدَائِعُه»

Astaudi'ukumullāhallażī lā taḍī'u wadā`i'uhu.

Aku menitipkan kalian kepada Allah yang tidak mungkin tersia-sia titipan yang dititipkan kepada-Nya.257

101. Doa Orang Mukim Untuk Musafir

«أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ، وَأَمَانَتَكَ، وَخَوَاتِيمَ عَمَلِك»

Astaudi'ullāha dīnaka wa amānataka wa khawātīma 'amalika.

Aku titipkan kepada Allah agamamu, amanahmu, dan penutup amalanmu.258

«زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَيَسَّرَ لَكَ الخَيْرَ حَيْثُ ما كُنْت»

Zawwadakallāhut-taqwā, wa gafara żanbaka, wa yassara lakal-khaira ḥaiṡu mā kunta.

Semoga Allah membekalimu dengan ketakwaan, mengampuni dosamu, dan memudahkanmu meraih kebaikan di mana pun engkau berada.259

102. Takbir dan Tasbih Dalam Perjalanan Safar

Jābir -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Apabila kami mendaki maka kami bertakbir, dengan mengucapkan,

«اللَّهُ أَكْبَر»

Allāhu akbar.

Allāhu akbar. dan apabila kami turun, kami bertasbih."260

Yaitu dengan membaca,

«سُبْحَانَ اللَّه»

Subḥānallāh.

Subḥānallāh.

103. Doa Musafir Ketika Memasuki Akhir Malam

«سَمَّعَ سَامِعٌ بِحَمْدِ اللَّهِ، وَحُسْنِ بَلَائِهِ عَلَيْنَا، رَبَّنَا صاحِبْنَا، وَأَفْضِلْ عَلَيْنَا، عَائِذًا بِاللَّهِ مِنَ النَّار»

Samma'a sāmi'un bi ḥamdillāhi wa ḥusni balā`ihi 'alainā, rabbanā ṣāḥibnā wa afḍil 'alainā, 'ā`izan billāhi minannār.

Semoga ada yang memperdengarkan pujian kami kepada Allah serta karunia-Nya kepada kami. Ya Tuhan kami, temanilah kami serta berikanlah anugerah melimpah kepada kami, dengan berlindung kepada Allah dari api neraka.261

104. Doa Ketika Singgah Di Suatu Tempat Dalam Perjalanan Atau Lainnya

«أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَق»

A'ūẓu bi kalimātillāhit-tāmmāti min syarri mā khalaq.

Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk ciptaan-Nya.262

105. Zikir Ketika Pulang Dari Safar

Bertakbir di setiap tempat yang tinggi sebanyak tiga kali, kemudian membaca,

«لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ، وَلَهُ الحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، آيِبُونَ، تَائِبُونَ، عَابِدُونَ، لِرَبِّنا حَامِدُونَ، صَدَقَ اللَّهُ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الأَحْزابَ وَحْدَه»

Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr. Āyibūna tā`ibūna 'ābidūna li rabbinā ḥāmidūn. Ṣadaqallāhu wa'dahu wa naṣara 'abdahu wa hazamal-aḥzāba waḥdah.

"Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Hanya milik-Nya seluruh kerajaan, hanya bagi-Nya segala pujian, dan Allah berkuasa atas segala sesuatu. Kami kembali kepada Allah, kami bertobat, kami beribadah. Hanya kepada Allah kami memuji. Maha Benar Allah dalam janji-Nya, Dia telah memenangkan hamba-Nya dan mengalahkan pasukan Aḥzab sendiri."263

106. Ucapan Orang Yang Mendapatkan Kabar Baik Atau Buruk

Nabi ﷺ biasanya jika mendapatkan berita yang menyenangkan, beliau mengucapkan,

«الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَات»

Alḥamdulillāhillażī bini'matihī tatimmuṣ-ṣāliḥāt.

Segala puji hanya bagi Allah yang dengan nikmat-Nya semua perkara yang baik menjadi sempurna.

Dan jika mendapatkan berita yang tidak mengenakkan, beliau mengucapkan,

«الحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَال»

Alḥamdulillāhi 'alā kulli ḥāl.

"Segala puji hanya milik Allah atas setiap keadaan."264

107. Keutamaan Selawat Kepada Nabi ﷺ

Nabi ﷺ bersabda, "Siapa yang berselawat kepadaku satu selawat, Allah akan berselawat kepadanya sepuluh kali."265 Seperti membaca:

«اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّد»

Allāhumma ṣalli wa sallim ‘alā nabiyyinā Muḥammadin.

"Ya Allah, limpahkanlah selawat dan salam kepada Nabi kami, Muhammad."

Beliau ﷺ bersabda, "Janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai tempat perayaan. Ucapkanlah selawat kepadaku karena sesungguhnya ucapan selawat kalian akan sampai kepadaku di mana saja kalian berada."266

Beliau ﷺ bersabda, "Orang bakhil adalah orang yang saat namaku disebut padanya namun ia tidak berselawat kepadaku."267

Beliau ﷺ bersabda, "Sesungguhnya Allah memiliki para malaikat yang berkelana di muka bumi ini guna menyampaikan salam dari umatku kepadaku."268

Beliau ﷺ bersabda, "Tidak ada seorang pun yang mengucapkan salam kepadaku melainkan Allah akan mengembalikan rohku kepadaku hingga aku membalas salamnya."269

108. Menebarkan Salam

Rasulullah ﷺ bersabda, "Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu, jika kalian melakukannya maka kalian akan saling mencintai? (Yaitu) sebarkanlah salam di antara kalian!"270

"Ada tiga perkara, siapa yang mengumpulkannya maka ia telah mengumpulkan keimanan: adil kepada diri sendiri, menebar salam kepada semua, dan berinfak ketika membutuhkan."271

Abdullah bin 'Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan bahwa ada seseorang bertanya kepada Nabi ﷺ, "Islam seperti apakah yang paling baik?" Beliau bersabda, "Yaitu engkau memberi makan (orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal maupun yang tidak engkau kenal."272

109. Cara Menjawab Salam Orang Kafir Ketika Mengucapkan Salam

«وَعَلَيْكُم»

Wa 'alaikum

"Apabila Ahli Kitab memberi salam kepada kalian, jawablah: Wa 'alaikum (Dan bagi kalian juga)."273

110. Doa Ketika Mendengar Kokok Ayam dan Ringkikan Keledai

"Jika kalian mendengar kokok ayam maka mohonlah kepada Allah sebagian karunia-Nya, karena ia telah melihat malaikat."

Seperti mengucapkan,

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِك»

Allāhumma innī as`aluka min faḍlika.

"Ya Allah, aku memohon karunia-Mu."

"Dan jika kalian mendengar suara ringkikan keledai maka mohon perlindungan kepada Allah dari setan karena ia telah melihat setan."274 Seperti mengucapkan,

«أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيم»

"A'ūżu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm."

"Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk."

111. Doa Ketika Mendengar Gonggongan Anjing Di Malam Hari

"Jika kalian mendengar gonggongan anjing dan ringkikan keledai di malam hari maka mohonlah perlindungan kepada Allah, karena hewan-hewan itu dapat melihat apa yang tidak kalian lihat."275

Seperti mengucapkan,

«أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيم»

A'ūżu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm.

"Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk."

112. Doa Untuk Orang Yang Telah Engkau Caci

Nabi ﷺ bersabda, "Ya Allah, siapa saja di antara orang beriman yang pernah aku caci maka jadikanlah hal itu sebagai pahala yang mendekatkannya kepada-Mu di hari kiamat."276

113. Ucapan Ketika Memuji Seorang Muslim

Nabi ﷺ bersabda, "Jika seseorang di antara kalian harus memuji saudaranya, ucapkanlah, 'Aku menduga fulan, tetapi Allah-lah yang lebih tahu yang sebenarnya, dan aku tidak memuji siapa pun melebihi Allah. Aku menduganya -jika ia mengetahuinya- begini dan begitu."277

114. Ucapan Seorang Muslim Ketika Dipuji

«اللَّهُمَّ لَا تُؤَاخِذْنِي بِمَا يَقُولُونَ، وَاغْفِرْ لِي مَا لَا يَعْلَمُونَ، [وَاجْعَلْنِي خَيْرًا مِمَّا يَظُّنُّون]»

Allāhumma lā tu`ākhiznī bi mā yaqūlūn, wa-gfir lī mā lā ya'lamūn, [wa-j'alnī khairan mimmā yaẓunnūn].

Ya Allah, janganlah Engkau menyiksaku dengan sebab perkataan mereka, tetapi ampunilah aku pada apa yang mereka tidak ketahui, [dan jadikanlah aku lebih baik daripada apa yang mereka kira].278

115. Talbiah Orang Yang Berihram Haji Atau Umrah

«لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الحَمْدَ، وَالنِّعْمَةَ، لَكَ وَالمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَك»

Labbaikallāhumma labbaik, labbaika lā syarīka laka labbaik, innal-ḥamda wan-ni'mata laka wal-mulka, lā syarīka laka.

Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah. Aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan, dan kerajaan milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.279

 

116. Bertakbir Ketika Menghampiri Hajar Aswad

Nabi ﷺ melakukan tawaf di Ka'bah dengan mengendarai unta. Setiap kali beliau sampai di rukun (Hajar Aswad) maka beliau menunjuk kepadanya dengan sesuatu yang ada di tangannya dan bertakbir.280

117. Doa Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad

﴿...رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٗ وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ حَسَنَةٗ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ﴾.

Rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanah wa fil-ākhirati ḥasanah wa qinā ażāban-nār.

﴿...رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٗ وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ حَسَنَةٗ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ﴾.

{Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka}281

118. Doa Ketika Berhenti di Bukit Safa dan Marwa

Ketika Nabi ﷺ telah dekat Safa, beliau membaca,

«إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَآئِرِ اللَّهِ...، أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِه»

Innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya'ā`irillāh... Abda`u bimā bada`allāhu bihi.

"Sesungguhnya Safa dan Marwa merupakan sebagian syi'ar (agama) Allah... Aku mulai dengan apa yang dimulai oleh Allah."

Beliau mulai dari Safa lalu naik ke atasnya hingga beliau dapat melihat Ka'bah. Kemudian beliau menghadap kiblat seraya melantunkan kalimat tauhid dan takbir dengan membaca,

«لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَه»

Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr. Lā ilāha illallāhu waḥdah, anjaza wa'dahu wa naṣara 'abdahu wa hazamal-aḥzāba waḥdah.

"Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Hanya milik-Nya seluruh kerajaan, hanya bagi-Nya segala pujian, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata. Dia telah menunaikan janji-Nya, memenangkan hamba-Nya, dan mengalahkan pasukan Ahzab dengan sendiri-Nya.

Kemudian berdoa di antara itu, dia membaca bacaan ini sebanyak tiga kali." Dan dalam hadis juga disebutkan, "Maka beliau melakukan di atas Marwa seperti yang dilakukan di atas Safa."282

119. Doa Hari Arafah

Nabi ﷺ bersabda, "Doa terbaik ialah doa pada hari Arafah, dan ucapan terbaik yang aku ucapkan dan diucapkan oleh para nabi terdahulu sebelumku adalah:

«لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير»

Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr.

"Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Hanya kepunyaan-Nya seluruh kerajaan dan hanya milik-Nya semua pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."283 "Nabi ﷺ menaiki unta bernama Al-Qaṣwā` hingga tiba di Masy'arilḥaram (Muzdalifah), lalu beliau menghadap kiblat seraya berdoa, bertakbir, bertahlil, dan melantunkan kalimat tauhid. Beliau tetap tinggal (mabit) hingga fajar sangat terang, lalu bertolak sebelum matahari terbit."284 "Beliau mengucapkan takbir pada setiap kali melontar kerikil di tiga jamrah. Kemudian beliau maju seraya berhenti dan berdoa dengan menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan setelah jamrah pertama dan kedua. Adapun jamrah Aqabah, beliau melontar dan bertakbir untuk setiap kerikil dan langsung pergi tanpa berhenti berdoa di sisinya."285

120. Bacaan Zikir di Muzdalifah

121. Bertakbir Ketika Melontar Jamrah Untuk Setiap Kerikil

122. Doa Ketika Takjub dan Menyaksikan Sesuatu Yang Menyenangkan

«سُبْحَانَ اللَّه»

Subḥānallāh

Maha Suci Allah.286

«اللَّهُ أَكْبَر»

Allāhu akbar

Allah Maha Besar.287

123. Sikap Orang Yang Mendapatkan Perkara Menyenangkan

"Apabila datang kepada Nabi ﷺ suatu perkara yang menggembirakan atau beliau diberi kabar gembira, beliau langsung bersujud sebagai tanda syukur kepada Allah Tabāraka wa Ta'ālā."288

124. Tindakan dan Doa Orang Yang Merasakan Sakit di Tubuhnya

"Letakkanlah tanganmu di bagian tubuhmu yang sakit dan bacalah,

«بِسْمِ اللَّه»

Bismillāh

"Dengan nama Allah,"

Dibaca tiga kali. Juga bacalah tujuh kali:

«أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِر»

A'ūżu billāhi wa qudratihi min syarri mā ajidu wa uḥāżir.

Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari keburukan yang aku dapatkan dan aku takutkan.289

125. Doa Orang Yang Khawatir Akan Menimpa Sesuatu Dengan Pandangan Matanya ('Ain)

"Apabila seseorang di antara kalian menyaksikan sesuatu yang menakjubkannya pada saudaranya, dirinya sendiri, ataupun harta bendanya, maka hendaknya ia segera mendoakan keberkahan untuknya, karena sesungguhnya pengaruh buruk pandangan mata ('ain) itu benar adanya."290

126. Bacaan Ketika Merasa Takut

«لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّه»

Lā ilāha illallāh.

Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah.291

 

127. Apa yang diucapkan ketika menyembelih (Żabh atau Nahr)

«بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ [اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ] اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّي»

Bismillāhi, wallāhu akbar, [allāhumma minka walak], allāhumma taqabbal minnī.

Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, ini berasal dari-Mu dan untuk-Mu. Ya Allah, terimalah dariku.292

128. Bacaan Untuk Menolak Tipu Daya Setan

«أَعُوذُ بكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ: مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ، وَبَرَأَ وَذَرَأَ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فيهَا، وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَأَ فِي الأَرْضِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا، وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إِلَّا طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَن»

A'ūżu bi kalimātillāhit-tāmmātillatī lā yujāwizuhunna barrun wa lā fājirun, min syarri mā khalaq, wa bara`a wa żara`a wa min syarri mā yanzilu minas-samā`i wa min syarri mā ya'ruju fīhā, wa min syarri mā żara`a fil-`arḍi wa min syarri mā yakhruju minhā, wa min syarri fitanil-laili wan-nahāri, wa min syarri kulli ṭāriqin illā ṭāriqan yaṭruqu bikhairin yā raḥmān.

Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, yang tidak dilampaui oleh orang baik maupun orang jahat, dari kejahatan apa yang Dia ciptakan, wujudkan, dan adakan, dari kejahatan apa yang turun dari langit dan yang naik kepadanya, dari kejahatan apa yang Dia adakan di dalam bumi dan yang keluar darinya, dari kejahatan fitnah malam dan siang, dan dari kejahatan setiap yang datang (mengetuk) kecuali yang datang (mengetuk) dengan kebaikan, wahai Yang Maha Penyayang.293

129. Istigfar dan Tobat

Rasulullah ﷺ bersabda, "Demi Allah! Sungguh aku memohon ampun dan bertobat kepada Allah dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali."294

Beliau ﷺ bersabda, "Wahai sekalian manusia, tobatlah kepada Allah. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Nya dalam sehari sebanyak seratus kali."295

Beliau ﷺ juga bersabda, Siapa yang mengucapkan,

«أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ العَظيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الحَيُّ القَيُّوُمُ وَأَتُوبُ إِلَيه»

Astagfirullāhal-‘aẓīmallażī lā ilāha illā huwa, al-ḥayyul-qayyūmu wa atūbu ilaih.

"Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung yang tidak ada tuhan (yang berhak disembah dengan benar) selain Dia, yang Maha Hidup dan berdiri sendiri. Aku juga bertaubat kepada-Nya,

niscaya Allah akan mengampuninya, meskipun ia pernah lari dari medan perang."296

Nabi ﷺ bersabda, "Waktu paling dekat antara Allah dan hamba ialah pada pertengahan malam yang terakhir. Jika engkau bisa termasuk orang yang mengingat Allah pada waktu itu maka lakukanlah."297

Dan beliau ﷺ bersabda, "Keadaan terdekat antara seorang hamba dan Tuhannya adalah ketika dia sujud, sebab itu perbanyaklah doa padanya."298

Beliau ﷺ bersabda, "Sesungguhnya hatiku kadang lalai dari berzikir. Sesungguhnya aku beristigfar seratus kali dalam sehari."299

130. Keutamaan Tasbih, Tahmid, Tahlil, dan Takbir

Beliau ﷺ bersabda, "Siapa yang mengucapkan,

«سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِه»

Subḥānallāhi wa bi ḥamdih.

"Maha Suci Allah, dan segala puji hanya milik-Nya."

seratus kali sehari, maka dosa-dosanya akan dihapuskan walaupun sebanyak buih di lautan."300

Beliau ﷺ bersabda, "Siapa yang mengucapkan,

«لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ، وَلَهُ الحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير»

Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr.

'Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Hanya kepunyaan-Nya seluruh kerajaan dan hanya milik-Nya semua pujian. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.'

sebanyak sepuluh kali, maka pahalanya setara dengan orang yang memerdekakan empat budak dari keturunan Ismail."301

Beliau ﷺ juga bersabda, "Dua kalimat yang ringan diucapkan oleh lidah, berat dalam timbangan, dan dicintai Allah Yang Maha Penyayang,

«سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحانَ اللَّهِ العَظِيم»

Subḥānallāhi wa biḥamdih, subḥānallāhil-'Aẓīm.

'Maha Suci Allah, dan segala puji hanya milik-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung.'302

Beliau ﷺ bersabda, "Sungguh, aku membaca

«سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَر»

Subḥānallāh, wal ḥamdulillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar.

Maha Suci Allah. Segala puji milik Allah. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah. Allah Maha Besar.

lebih aku cintai dari segala yang disinari matahari (dunia beserta isinya)."303

Nabi ﷺ bersabda, "Apakah salah seorang di antara kalian tidak mampu untuk mendapatkan seribu kebaikan setiap hari?" Maka salah seorang yang hadir dalam majelisnya bertanya, "Bagaimana seseorang di antara kami memperoleh seribu kebaikan?" Beliau bersabda,

«سُبْحَانَ اللَّه»

Subhānallāh.

"Hendaklah ia bertasbih seratus kali, sehingga dicatat baginya seribu kebaikan atau dihapus seribu kesalahan darinya."304

"Siapa yang mengucapkan,

«سُبْحَانَ اللَّهِ العَظِيمِ وَبِحَمْدِه»

Subḥānallāhil-'aẓīmi wa bi ḥamdih.

'Maha Suci Allah Yang Maha Agung, dan segala puji hanya milik-Nya.'

akan ditanamkan untuknya satu pohon kurma di dalam surga."305

Beliau ﷺ bersabda, "Wahai Abdullah bin Qais, maukah aku tunjukkan kepadamu satu di antara perbendaharaan surga?" Lalu aku menjawab, "Tentu, wahai Rasulullah!" Beliau bersabda, "Ucapkanlah,

«لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّه»

Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.

'Tidak ada upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.'306

Beliau ﷺ bersabda, "Perkataan yang paling dicintai Allah ada empat,

«سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَر»

Subḥānallāh, wal-ḥamdu lillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar.

'Maha Suci Allah. Segala puji milik Allah. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah. Allah Maha Besar.'

Tidak bermasalah dengan yang mana saja engkau mulai."307

Seorang Arab badui datang menemui Rasulullah ﷺ lalu berkata, "Ajarkanlah kepadaku satu perkataan yang akan aku ucapkan." Beliau bersabda, "Ucapkanlah,

«لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ العَزِيزِ الحَكِيم»

Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, Allāhu Akbar kabīran, wal-ḥamdu lillāhi kaṡīran, subḥānallāhi rabbil-'ālamīn, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhil-'azīzil-ḥakīm.

'Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah Maha Besar dengan segala kebesaran-Nya, segala puji yang banyak milik Allah, Maha Suci Allah Tuhan seluruh alam, tidak ada daya serta kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.'"

Laki-laki berkata, "Itu semua untuk Tuhanku. Lantas apa untukku?" Beliau bersabda, "Ucapkanlah,

«اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاهْدِنِي، وَارْزُقْنِي»

Allāhumma-gfir lī wa-rḥamnī wa-hdinī wa-rzuqnī.

'Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah aku petunjuk, dan berilah aku rezeki.'308

Apabila seseorang masuk Islam, Nabi ﷺ mengajarinya salat kemudian memerintahkannya untuk berdoa dengan doa berikut:

«اللَّهُمَّ اغْفِرِ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاهْدِنِي، وَعَافِنِي وَارْزُقْنِي»

Allāhumma-gfir lī wa-rḥamnī wa-hdinī wa 'āfinī wa-rzuqnī.

Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah aku petunjuk, berilah aku keselamatan, dan berilah aku rezeki.309

"Sesungguhnya doa paling utama adalah:

«الحَمْدُ لِلَّه»

Al-ḥamdu lillāh

Segala puji bagi Allah.

Dan zikir yang paling utama adalah:

«لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّه»

Lā ilāha illallāh.

Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah."310

Amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah (ucapan):

«سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّه»

Subḥānallāh, wal-ḥamdu lillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.

Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, Allah Maha Besar, tidak ada upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.311

131. Bagaimana Tata Cara Nabi ﷺ Bertasbih?

Abdullah bin 'Amr -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, ia berkata, "Aku melihat Nabi menghitung tasbih." Dan dalam riwayat lain ada tambahan: "dengan tangan kanan beliau."312

132. Beberapa Kebaikan dan Adab Umum

Nabi ﷺ bersabda, "Jika malam telah tiba -atau: kalian telah memasuki waktu petang-, tahan anak-anak kecil kalian karena setan sedang menyebar di waktu itu. Jika sebagian malam telah berlalu, kalian boleh melepas mereka. Tutuplah pintu dan sebutlah nama Allah karena setan tidak dapat membuka pintu yang ditutup. Ikat (tutup) bejana-bejana kalian dan sebutlah nama Allah. Tutuplah tempat minum kalian dan sebutlah nama Allah, walau hanya dengan membentangkan sesuatu di atasnya, dan matikan lampu-lampu kalian."313

Semoga Allah melimpahkan selawat, salam, dan keberkahan kepada Nabi kita, Muhammad, serta keluarga dan seluruh sahabat beliau.

 

 

 

***

Indeks (Daftar Isi)

 

KUMPULAN ZIKIR DARI AL-QUR`AN DAN SUNNAH 2

Kata Pengantar 2

KEUTAMAAN ZIKIR 4

1. Zikir Bangun Tidur 8

2. Doa Memakai Pakaian 13

3. Doa Memakai Pakaian Baru 14

4. Doa Untuk Orang Yang Memakai Pakaian Baru 14

5. Doa Melepas Pakaian 15

6. Doa Masuk Toilet 15

7. Doa Keluar Dari Toilet 15

8. Zikir Sebelum Wudu 16

9. Zikir Setelah Berwudu 16

10. Zikir Ketika Keluar Rumah 17

11. Zikir Ketika Masuk Rumah 18

12. Doa Pergi ke Masjid 18

13. Doa Masuk Masjid 20

14. Doa Keluar Masjid 22

15. Zikir Azan 22

16. Doa Iftitah 24

17. Doa Ketika Rukuk 32

18. Doa Bangkit Dari Rukuk 33

19. Doa Ketika Sujud 35

20. Doa Duduk Di Antara Dua Sujud 37

21. Doa Sujud Tilawah 38

22. Zikir Tasyahud 39

23. Selawat Kepada Nabi ﷺ Setelah Tasyahud 40

24. Doa Setelah Tasyahud Akhir Sebelum Salam 42

25. Zikir Setelah Salam 49

26. Doa Salat Istikharah 56

27. Zikir Pagi dan Petang 59

28. Zikir Sebelum Tidur 79

29. Doa Ketika Terbangun Di Malam Hari 89

30. Doa Ketika Merasa Takut Dan Khawatir Saat Terbangun 90

31. Tindakan Ketika Bermimpi Buruk 91

32. Doa Qunut Witir 91

33. Zikir Setelah Salam Witir 94

34. Doa Ketika Gundah dan Sedih 95

35. Doa Ketika Menghadapi Kesulitan 96

36. Doa Ketika Bertemu Musuh dan Penguasa 98

37. Doa Orang Yang Takut Terhadap Kezaliman Penguasa 99

38. Doa Terhadap Musuh 101

39. Doa Orang Yang Takut Terhadap Suatu Kaum 101

40. Doa Orang Yang Ditimpa Waswas Dalam Keimanan 102

41. Doa Melunasi Hutang 103

42. Doa Mengatasi Waswas Ketika Salat dan Mengaji 103

43. Doa Orang Yang Mengalami Kesulitan Dalam Suatu Urusan 104

44. Yang Harus Diucapkan dan Dilakukan Oleh Orang Yang Berbuat Dosa 104

45. Doa Mengusir Setan dan Bisikannya 105

46. Doa Ketika Mengalami Sesuatu Yang Tidak Diinginkan Atau Tak Terelakkan 106

47. Doa Untuk Orang Yang Mendapatkan Anak Dan Jawabannya 106

48. Doa Perlindungan Bagi Anak 108

49. Doa Untuk Orang Sakit Saat Menjenguknya 108

50. Keutamaan Menjenguk Orang Sakit 109

51. Doa Orang Sakit Yang Tidak Memiliki Harapan Sembuh 109

52. Menalkin Orang Yang Sekarat 111

53. Doa Orang Yang Ditimpa Musibah 111

54. Doa Ketika Memejamkan Mata Mayit 112

55. Doa Untuk Mayit Dalam Salat Jenazah 112

56. Doa Untuk Mayit Bayi Ketika Salat Jenazah 116

57. Doa Takziah 118

58. Doa Ketika Memasukkan Mayat Ke Liang Kubur 119

59. Doa Setelah Selesai Mengubur Mayat 119

60. Doa Ziarah Kubur 119

61. Doa Ketika Angin Kencang 120

62. Doa Ketika Mendengar Petir 121

63. Doa Meminta Hujan 121

64. Doa Ketika Melihat Hujan 122

65. Zikir Setelah Hujan Turun 123

66. Doa Meminta Agar Hujan Reda 123

67. Doa Melihat Hilal 123

68. Doa Ketika Berbuka Puasa 124

69. Doa Sebelum Makan 125

70. Doa Setelah Makan 126

71. Doa Tamu Untuk Pemilik Makanan 127

72. Sindiran Melalui Doa Untuk Meminta Makanan Atau Minuman 127

73. Doa Ketika Berbuka Di Sebuah Keluarga 128

74. Doa Orang Yang Berpuasa Ketika Menghadiri Jamuan Makan dan Tidak Ikut Makan 128

75. Ucapan Orang Yang Berpuasa Ketika Dicaci Orang 129

76. Doa Ketika Melihat Putik Buah 129

77. Doa Bersin 129

78. Ucapan Untuk Orang Kafir Ketika Dia Bersin Lalu Memuji Allah 130

79. Doa Untuk Pengantin 130

80. Doa Pengantin dan Ketika Membeli Hewan 131

81. Doa Sebelum Menggauli Istri 132

82. Doa Ketika Marah 132

83. Doa Melihat Orang Ditimpa Musibah 132

84. Bacaan di Dalam Majelis 133

85. Doa Penutup Majelis 133

86. Doa Untuk Orang Yang Mengucapkan "Semoga Allah Mengampunimu" 134

87. Doa Untuk Orang Yang Berbuat Baik Kepadamu 134

88. Sesuatu Yang Dapat Melindungi Dari Dajjal 135

89. Doa Untuk Orang Yang Mengucapkan "Aku Mencintaimu Karena Allah" 135

90. Doa Untuk Orang Yang Memberikan Hartanya Kepadamu 135

91. Doa Untuk Orang Yang Memberi Pinjaman Ketika Melunasi Hutang 136

92. Doa Takut Dari Kesyirikan 136

93. Doa Untuk Orang Yang Mengucapkan "Bārakallāhu Fīka" 137

94. Doa Menolak Perasaan Sial 137

95. Doa Berkendaraan 137

96. Doa Safar 139

97. Doa Masuk Suatu Perkampungan Atau Negeri 141

98. Doa Masuk Pasar 142

99. Doa Ketika Kendaraan Tergelincir 142

100. Doa Musafir Untuk Orang Mukim 143

101. Doa Orang Mukim Untuk Musafir 143

102. Takbir dan Tasbih Dalam Perjalanan Safar 144

103. Doa Musafir Ketika Memasuki Akhir Malam 144

104. Doa Ketika Singgah Di Suatu Tempat Dalam Perjalanan Atau Lainnya 145

105. Zikir Ketika Pulang Dari Safar 145

106. Ucapan Orang Yang Mendapatkan Kabar Baik Atau Buruk 146

107. Keutamaan Selawat Kepada Nabi ﷺ 147

108. Menebarkan Salam 148

109. Cara Menjawab Salam Orang Kafir Ketika Mengucapkan Salam 149

110. Doa Ketika Mendengar Kokok Ayam dan Ringkikan Keledai 149

111. Doa Ketika Mendengar Gonggongan Anjing Di Malam Hari 150

112. Doa Untuk Orang Yang Telah Engkau Caci 151

113. Ucapan Ketika Memuji Seorang Muslim 151

114. Ucapan Seorang Muslim Ketika Dipuji 151

115. Talbiah Orang Yang Berihram Haji Atau Umrah 152

116. Bertakbir Ketika Menghampiri Hajar Aswad 153

117. Doa Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad 153

118. Doa Ketika Berhenti di Bukit Safa dan Marwa 154

119. Doa Hari Arafah 155

120. Bacaan Zikir di Muzdalifah 156

121. Bertakbir Ketika Melontar Jamrah Untuk Setiap Kerikil 156

122. Doa Ketika Takjub dan Menyaksikan Sesuatu Yang Menyenangkan 156

123. Sikap Orang Yang Mendapatkan Perkara Menyenangkan 157

124. Tindakan dan Doa Orang Yang Merasakan Sakit di Tubuhnya 157

125. Doa Orang Yang Khawatir Akan Menimpa Sesuatu Dengan Pandangan Matanya ('Ain) 158

126. Bacaan Ketika Merasa Takut 158

127. Apa yang diucapkan ketika menyembelih (Żabh atau Nahr) 159

128. Bacaan Untuk Menolak Tipu Daya Setan 159

129. Istigfar dan Tobat 160

130. Keutamaan Tasbih, Tahmid, Tahlil, dan Takbir 162

131. Bagaimana Tata Cara Nabi ﷺ Bertasbih? 168

132. Beberapa Kebaikan dan Adab Umum 168

 

***

 

id24v5.0 - 04/10/2026


QS. Al-Baqarah: 152.

QS. Al-Aḥzāb: 41.

QS. Al-Aḥzāb: 35.

QS. Al-A'rāf: 205.

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (11/208, No. 6407) dan Muslim (1/539, No. 779) dengan redaksi: "Perumpamaan rumah yang digunakan berzikir kepada Allah dan yang tidak adalah seperti orang hidup dan orang mati."

HR. Tirmizi (5/459, No. 3377) dan Ibnu Majah (2/124, No. 3790). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibnu Mājah (2/316) dan Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/139).

HR. Bukhari (8/171, No. 7405) dan Muslim (4/2061, No. 2675). Redaksi ini milik Bukhari.

HR. Tirmizi (5/458, No. 3375), Ibnu Majah (2/1246, No. 3793), dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/139) dan Ṣaḥīḥ Ibnu Mājah (2/317).

HR. Tirmizi (5/175, No. 2910), dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/9) dan Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' Aṣ-Ṣagīr (5/340).

HR. Muslim (1/553, No. 803).

HR. Abu Daud (4/264, No. 4856) dan lainnya. Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (5/342).

HR. Tirmizi (5/461, No. 3380). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/140).

HR. Abu Daud (4/264, No. 4855) dan Ahmad (2/389, No. 10680). Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (5/176).

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (11/113, No. 6314) dan Muslim (4/2083, No. 2711).

"Siapa saja yang membacanya maka dia akan diampuni, jika ia berdoa akan dikabulkan, dan jika ia bangun lalu berwudu kemudian salat maka salatnya diterima." HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (3/39, No. 1154) dan lainnya. Redaksi ini riwayatnya Ibnu Majah. Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/335).

HR. Tirmizi (5/473, No. 3401). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/144).

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (8/337, No. 4569) dan Muslim (1/530, No. 256).

Diriwayatkan oleh para penyusun kitab Sunan kecuali Nasa`i. Abu Daud (No. 4023), Tirmizi (No. 3458), dan Ibnu Majah (No. 3285). Hadis ini dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Irwā`ul Galīl (7/47).

HR. Abu Daud (No. 4020), Tirmizi (No. 1767), dan Al-Bagawiy (12/40). Lihat: Mukhtaṣar Syamā`il At-Tirmiżiy karya Al-Albani (Hal. 47).

HR. Abu Daud (4/41, No. 4020). Lihat: Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (2/760).

HR. Ibnu Mājah (2/1178, No. 3558) dan Al-Bagawiy (12/41). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/275).

HR. Tirmizi (2/505, No. 606) dan lainnya. Lihat: Irwā`ul Galīl (No. 50) dan Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (3/203).

HR. Bukhari (1/45, No. 142) dan Muslim (1/283, No. 375). Tambahan "bismillāh" di awal doa diriwayatkan oleh Sa'īd bin Manṣūr. Lihat: Fatḥul-Bārī (1/244).

Diriwayatkan oleh para penyusun kitab Sunan kecuali Nasa`i yang meriwayatkannya dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 79). Abu Daud (No. 30), Tirmizi (No. 7), dan Ibnu Majah (No. 300). Hadis ini dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Sunan Abī Dāwud (1/19).

HR. Abu Daud (No. 101), Ibnu Majah (No. 397), dan Ahmad (No. 9418). Lihat: Irwā`ul Galīl (1/122).

HR. Muslim (1/209, No. 234).

HR. Tirmizi (1/78, No. 55). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (1/18).

HR. Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (Hal. 173). Lihat: Irwā`ul Galīl (1/135, 3/94).

HR. Abu Daud (4/325, No. 5095) dan Tirmizi (5/490, No. 3426). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/151).

Diriwayatkan oleh para penyusun kitab Sunan. Abu Daud (No. 5094), Tirmizi (No. 3427), Nasa`i (No. 5501), dan Ibnu Majah (No. 3884). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/152) dan Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/336).

HR. Abu Daud (4/325, No. 5096). Sanad hadis ini dinyatakan hasan oleh 'Allamah Ibnu Bāz dalam Tuḥfatul-Akhyār (hal. 28). Disebutkan dalam Sahih Muslim, "Apabila seseorang masuk ke rumahnya lalu menyebut nama Allah saat masuk dan saat makan, setan berkata, 'Tidak ada tempat bermalam bagi kalian dan tidak pula makan malam.'" HR. Muslim (No. 2018).

Lihat semua redaksi ini dalam riwayat Bukhari (11/116, No. 3166) dan Muslim (1/526, No. 529, 530, dan 763).

HR. Tirmizi (5/483, No. 3419).

HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (No. 695, hal. 258). Sanad hadis ini dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Al-Adab Al-Mufrad (No. 536).

Disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fatḥul-Bārī dan disandarkan kepada Ibnu Abī 'Āṣim dalam kitab Ad-Du'ā`. Lihat: Fatḥul-Bārī (11/118). Ibnu Hajar berkata, "Dengan berbagai riwayat maka terkumpul 25 bagian (tubuh)."

Berdasarkan perkataan Anas bin Malik -raḍiyallāhu 'anhu-, "Termasuk sunnah ketika engkau masuk masjid agar mendahulukan kaki kanan, dan ketika keluar mendahulukan kaki kiri." HR. Hakim (1/218), dia menyatakannya sahih sesuai syarat Muslim dan disepakati oleh Aż-Żahabiy. Juga diriwayatkan oleh Baihaqi (2/442) dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Silsilah Al-Aḥādīs Aṣ-Ṣaḥīḥah (5/624, No. 2478).

HR. Abu Daud (No. 466). Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (No. 4591).

HR. Ibnu Sunni (No. 88) dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Aṡ-Ṡamar Al-Mustaṭāb (Hal. 607).

HR. Abu Daud (1/126, No. 465). Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (1/528).

HR. Muslim (1/494, No. 713). Dalam Sunan Ibni Mājah dari hadis Fatimah -raḍiyallāhu 'anhā-, "Allāhumma-gfir lī żunūbī, wa-ftaḥ lī abwāba raḥmatik." (Artinya: Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, dan bukakan untukku pintu-pintu rahmat-Mu). Hadis ini disahihkan oleh Al-Albani berdasarkan riwayat-riwayat lain yang menguatkan. Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (1/128, No. 129).

HR. Al-Hakim (1/218) dan Baihaqi (2/442). Hadis ini dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahādīṡ Aṣ-Ṣaḥīḥah (5/624, No. 2478), dan telah dijelaskan takhrijnya.

Lihat takhrij riwayat-riwayat hadis sebelumnya dalam doa masuk masjid (No. 20). Sementara tambahan "Ya Allah, lindungilah aku dari setan yang terkutuk" adalah redaksi milik Ibnu Mājah. Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (1/129).

HR. Bukhari (1/152, No. 611 dan 613) dan Muslim (1/288, No. 383).

HR. Muslim (1/290, No. 386).

HR. Ibnu Khuzaimah (1/220).

HR. Muslim (1/288, No. 384).

HR. Bukhari (1/152, No. 614). Redaksi dalam tanda kurung milik Baihaqi (1/410). Sanadnya dinyatakan hasan oleh Syekh Ibnu Bāz -raḥimahullāh- dalam Tuḥfatul-Akhyār (hal. 38).

HR. Tirmizi (No. 3594 dan 3595), Abu Daud (No. 525), dan Ahmad (No. 12200). Lihat: Irwā`ul Galīl (1/262).

HR. Bukhari (1/181, No. 744) dan Muslim (1/419, No. 598).

HR. Muslim (No. 399) dan para penyusun kitab Sunan: Abu Daud (No. 775), Tirmizi (No. 243), Ibnu Majah (No. 806), dan Nasa`i (No. 899). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (1/77) dan Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (1/135).

HR. Muslim (1/534, No. 771).

HR. Muslim (1/534, No. 770).

HR. Abu Daud (1/203, No. 764), Ibnu Majah (1/265, No. 807), dan Ahmad (4/85, No. 16739). Syu'aib Al-Arnauṭ berkata dalam tahqiqnya terhadap kitab Musnad Ahmad, "Hasan ligairihi." Selain itu, Abdul Qadir Al-Arnauṭ berkata dalam takhrijnya terhadap kitab Al-Kalim Aṭ-Ṭayyib karya Ibnu Taimiyah (No. 78), "Hadis ini sahih ligairihi jika digabung dengan hadis-hadis lain yang semakna." Juga disebutkan oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Al-Kalim Aṭ-Ṭayyib (No. 62). Doa yang semakna juga diriwayatkan oleh Muslim dari Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- (1/420, No. 601), dan di dalamnya terdapat kisah.

Nabi ﷺ biasa membacanya ketika bangun malam untuk salat tahajud.

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (3/3, 11/116, 13/371, 423 dan 465, No. 1120, 6317, 7385, 7442 dan 7499), dan Muslim (secara ringkas dengan redaksi semisal) (1/532, No. 769).

Diriwayatkan oleh para penyusun kitab Sunan dan Ahmad. Abu Daud (No. 870), Tirmizi (No. 262), Nasa`i (No. 1007), Ibnu Majah (No. 897), dan Ahmad (No. 3514). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (1/83).

HR. Bukhari (1/99, No. 794) dan Muslim (1/350, No. 484).

HR. Muslim (1/353, No. 487) dan Abu Daud (1/230, No. 872).

HR. Muslim (1/534, No. 771) dan empat penyusun kitab Sunan kecuali Ibnu Majah. Abu Daud (No. 760 dan 761), Tirmizi (No. 3421), dan Nasa`i (No. 1049). Lafaz yang terdapat dalam tanda kurung adalah lafaz riwayat Ibnu Khuzaimah (No. 607) dan Ibnu Hibban (No. 1901).

HR. Abu Daud (1/230, No. 873), Nasa`i (No. 1131) dan Ahmad (No. 23980) dan sanadnya hasan.

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (2/282, No. 796).

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (2/284, No. 796).

HR. Muslim (1/346, No. 477).

Diriwayatkan oleh para penyusun kitab Sunan dan Ahmad. Abu Daud (No. 870), Tirmizi (No. 262), Nasa`i (No. 1007), Ibnu Majah (No. 897), dan Ahmad (No. 3514). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (1/83).

HR. Bukhari (No. 794) dan Muslim (484). Hadis ini telah ditakhrij sebelumnya pada nomor 34.

HR. Muslim (1/533, No. 487) dan Abu Daud (No. 872). Hadis ini telah ditakhrij sebelumnya pada nomor 35.

HR. Muslim (1/534, No. 771) dan lainnya.

HR. Abu Daud (1/230, No. 873), Nasa`i (No. 1131) dan Ahmad (No. 23980). Hadis ini disahihkan oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (1/166), dan telah ditakhrij sebelumnya pada nomor 37.

HR. Muslim (1/230, No. 483).

HR. Muslim (1/352, No. 486).

HR. Abu Daud (1/231, No. 874) dan Ibnu Majah (No. 897). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (1/148).

Diriwayatkan oleh para penyusun kitab Sunan kecuali Nasa`i. Abu Daud (1/231, No. 850), Tirmizi (No. 284 dan 285), dan Ibnu Majah (No. 898). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (1/90) dan Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (1/148).

HR. Tirmizi (2/474, No. 3425), Ahmad (6/30, No. 24022), dan Hakim. Dia menyatakannya sahih serta disetujui oleh Aż-Żahabiy (1/220). Tambahan tersebut miliknya.

HR. Tirmizi (2/473, No. 579) dan Hakim. Dia menyatakannya sahih serta disetujui oleh Aż-Żahabiy (1/219).

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (2/311, No. 831) dan Muslim (1/301, No. 402).

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (6/408, No. 3370) dan Muslim (No. 406).

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (6/407, No. 3369) dan Muslim (1/306, No. 407), dan redaksi ini adalah miliknya.

HR. Bukhari (2/102, No. 1377) dan Muslim (1/412, No. 588), dan redaksi ini milik Muslim.

HR. Bukhari (1/202, No. 832) dan Muslim (1/412, No. 587).

HR. Bukhari (8/168, No. 834) dan Muslim (4/2078, No. 2705).

HR. Muslim (1/534, No. 771).

HR. Abu Daud (2/86, No. 1522) dan Nasa`i (3/53, No. 2302). Hadis ini dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (1/284).

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (6/35, No. 2822 dan 6390).

HR. Abu Daud (No. 792) dan Ibnu Majah (No. 910). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/328).

HR. Nasa`i (3/54-55, No. 1304) dan Ahmad (4/364, No. 21666). Hadis ini dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ An-Nasā`iy (1/281).

HR. Nasa`i (3/52, No. 1300) dengan redaksinya, dan Ahmad (4/338, No. 18974). Hadis ini dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ An-Nasā`iy (1/280).

Diriwayatkan oleh para penyusun kitab Sunan. Abu Daud (No. 1495), Tirmizi (No. 3544), Ibnu Majah (No. 3858), Nasa`i (No. 1299), dan lihat Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/329).

HR. Abu Daud (2/62, No. 1493), Tirmizi (5/515, No. 3475), Ibnu Mājah (2/1267, No. 3857), Nasa`i (No. 1300) dengan redaksinya, dan Ahmad (No. 18974). Hadis ini dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ An-Nasā`ī (1/280). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/329) dan Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/163).

HR. Muslim (1/414, No. 591).

HR. Bukhari (1/255, No. 844) dan Muslim (1/414, No. 593). Kalimat dalam tanda kurung adalah tambahan dalam riwayat Bukhari (No. 6473).

HR. Muslim (1/415, No. 594).

HR. Muslim (1/418, No. 597). Disebutkan di dalamnya: "Siapa saja yang membacanya setiap selesai salat maka seluruh dosanya akan diampuni sekalipun sebanyak buih lautan."

HR. Abu Daud (2/86, No. 1523), Tirmizi (No. 2903), dan Nasa`i (3/68, No. 1335). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (2/8). Ketiga surah ini disebut "al-mu'awwiżāt. Lihat: Fatḥul-Bārī (9/62).

"Siapa saja yang membacanya setiap selesai salat maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian." HR. Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 100) dan Ibnu Sunni (No. 121). Hadis ini dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ al-Jāmi' (5/339), Silsilah Al-Aḥādīs Aṣ-Ṣaḥīḥah (2/697, No. 972).

HR. Tirmizi (5/515, No. 3474) dan Ahmad (4/227, No. 17990). Lihat takhrijnya dalam Zādul-Mā'ād (1/300).

HR. Ibnu Majah (No. 925) dan Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 102). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (1/152) dan Majma' Az-Zawā`id (10/111). Akan disebutkan pada takhrij nomor 95.

HR. Bukhari (7/162, No. 1162).

[QS. Āli 'Imrān: 159]

Anas meriwayatkan secara marfu' (sanadnya sampai kepada Nabi ﷺ), "Aku duduk bersama sekelompok orang yang berzikir kepada Allah Ta'ala sejak salat Subuh hingga matahari terbit lebih aku sukai daripada memerdekakan empat orang budak dari anak keturunan Ismail. Aku duduk bersama sekelompok orang yang berzikir kepada Allah sejak salat Asar hingga matahari terbenam lebih aku sukai daripada memerdekakan empat orang budak." HR. Abu Daud (No. 3667), dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Abī Daud (2/698).

"Siapa yang membacanya ketika pagi hari maka ia akan dilindungi dari jin hingga sore. Dan siapa yang membacanya ketika sore maka ia akan dilindungi dari jin hingga pagi." HR. Hakim (1/562), dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ at-Targīb wat-Tarhīb (1/273). Beliau menyandarkannya kepada Nasa`i dan Aṭ-Ṭabrāniy seraya berkata, "Sanad Aṭ-Ṭabarāniy jayyid (bagus)."

Siapa yang membacanya tiga kali ketika pagi dan sore maka surah-surah tersebut akan mencukupinya dari segala sesuatu. HR. Abu Daud (4/322, No. 5082) dan Tirmizi (5/567 No. 3575). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/182).

HR. Muslim (4/2088, No. 2723).

Ibid

HR. Tirmizi (5/466, No. 3391). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/142).

Ibid

Artinya: Aku mengakui.

Siapa saja yang membacanya dengan penuh yakin ketika memasuki sore hari lalu meninggal di malam itu maka ia akan masuk surga. Demikian juga ketika memasuki pagi hari. HR. Bukhari (7/150, No. 6306).

Siapa saja yang membacanya ketika memasuki waktu pagi atau memasuki waktu sore sebanyak empat kali maka Allah akan membebaskannya dari api neraka. HR. Abu Daud (4/317, No. 5071), Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (No. 1201), Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 9), dan Ibnu Sunni (No. 70). Sanad Nasa`i dan Abu Daud dinyatakan hasan oleh yang terhormat Syekh Ibnu Bāz -raḥimahullāh- dalam Tuḥfatul-Akhyār (Hal. 23).

Ibid

Siapa saja yang membacanya ketika memasuki waktu pagi maka ia telah menunaikan kewajiban syukur hari itu. Siapa saja yang membacanya ketika memasuki malam maka ia telah menunaikan kewajiban syukur malam itu. HR. Abu Daud (4/318, No. 5075), Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No.7), Ibnu Sunni (No. 41), dan Ibnu Hibban dalam Al-Mawārid (No. 2361). Sanad hadis ini dinyatakan hasan oleh Syekh Ibnu Bāz -raḥimahullāh- dalam Tuḥfatul-Akhyār (Hal. 24).

Ibid

HR. Abu Daud (4/324, No. 5092), Ahmad (5/42, No. 20430), Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 22), Ibnu Sunni (No. 69), dan Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (no. 701). Sanad hadis ini dinyatakan hasan oleh Allamah Ibnu Bāz -raḥimahullāh- dalam Tuḥfatul-Akhyār (Hal. 26).

Siapa saja yang membacanya ketika memasuki waktu pagi dan sore sebanyak tujuh kali maka Allah akan menolongnya dalam urusan dunia dan akhirat yang membuatnya gelisah. HR. Ibnu Sunni secara marfu' (No. 71) dan Abu Daud secara mauquf (4/321, No. 5081). Sanadnya dinyatakan sahih oleh Syu'aib Al-Arnauṭ dan Abdul Qadir Al-Arnauṭ. Lihat: Zādul-Mā'ād (2/376).

HR. Abu Daud (No. 5074) dan Ibnu Majah (No. 3871). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/332).

HR. Tirmizi (No. 3392) dan Abu Daud (No. 5067). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/142).

Siapa saja yang membacanya ketika memasuki waktu pagi sebanyak tiga kali serta ketika memasuki waktu sore sebanyak tiga kali maka ia tidak akan ditimpa keburukan sedikit pun. HR. Abu Daud (4/323, No. 5088), Tirmizi (5/465, No. 3388), Ibnu Majah (No. 3869), dan Ahmad (No. 446). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/332). Sanadnya dinyatakan hasan oleh Allamah Ibnu Bāz -raḥimahullāh- dalam Tuḥfatul-Akhyār (Hal. 39).

Siapa yang membacanya tiga kali ketika pagi hari dan tiga kali ketika sore hari maka ia berhak mendapatkan keridaan Allah kelak pada hari Kiamat. HR. Ahmad (4/337, No. 18967), Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 4), Ibnu Sunni (No. 68), dan Abu Daud (4/318, No. 1531), dan Tirmizi (5/465, No. 3389). Hadis ini dinyatakan hasan oleh Ibnu Bāz -raḥimahullāh- dalam Tuḥfatul-Akhyār, (Hal. 39).

HR. Hakim dan dia menyatakannya sahih serta disepakati oleh Aż-Żahabiy (1/545). Lihat: Ṣaḥīḥ at-Targīb wat-Tarhīb (1/273).

HR. Abu Daud (4/322, No. 5084). Sanadnya dinyatakan hasan oleh Syu'aib Al-Arnaūṭ dan Abdul Qadir Al-Arnaūṭ dalam tahqiq Zādul-Ma'ād (2/373).

Ibid

HR. Ahmad (3/406 dan 407, No. 15360 dan 15563) dan Ibnu Sunni dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 34). Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (4/209).

Ibid

Siapa membacanya 100 kali ketika memasuki pagi dan petang maka kelak pada hari Kiamat tidak ada seorang pun yang datang dengan membawa sesuatu yang lebih baik daripadanya kecuali seseorang yang mengucapkannya sebanyak itu atau lebih. HR. Muslim (4/2071, No. 2692).

HR. Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 24). Lihat: Ṣaḥīḥ at-Targīb wat-Tarhīb (1/272) dan Tuḥfatul-Akhyār karya Ibnu Bāz -raḥimahullāh- (Hal. 44). Serta lihat keutamaannya di halaman 146, hadis (No. 255).

HR. Abu Daud (No. 5077), Ibnu Majah (No. 3798), dan Ahmad (No. 8719). Lihat: Ṣaḥīḥ at-Targīb wat-Tarhīb (1/270), Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (3/957), Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/331), dan Zādul-Ma'ād (2/377).

"Siapa yang membacanya 100 kali dalam sehari maka ia berhak mendapatkan pahala setara membebaskan sepuluh budak, dituliskan untuknya seratus kebaikan, dihapuskan darinya seratus kesalahan, serta menjadi pelindungnya dari setan sepanjang hari itu hingga sore, dan tidak ada orang yang datang dengan sesuatu yang lebih utama daripada apa yang dilakukannya kecuali orang yang mengamalkannya lebih banyak dari itu." HR. Bukhari (4/95, No. 3293) dan Muslim (4/2071, No. 2691).

HR. Muslim (4/2090, No. 2726).

HR. Ibnu Sunni dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 54) dan Ibnu Majah (No. 925). Sanad hadis ini dinyatakan hasan oleh Abdul Qadir Al-Arnaūṭ dan Syu'aib Al-Arnaūṭ dalam tahqiq Zādul-Ma'ād (2/375) sebagaimana telah disebutkan sebelumnya dalam takhrij (No. 73).

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (11/101, No. 6307) dan Muslim (4/2075, No. 2702).

Siapa saja yang membacanya tiga kali ketika sore maka ia tidak akan dicelakakan oleh satu hewan berbisa pun malam itu. HR. Ahmad (2/290, No. 7898), Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 590), Ibnu Sunni (No. 68). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/187), Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/266), dan Tuḥfatul-Akhyār karya Ibnu Bāz (Hal. 45).

Siapa saja yang berselawat kepadaku 10 kali ketika pagi dan 10 ketika sore maka pada hari Kiamat ia akan mendapatkan syafaatku. HR. Aṭ-Ṭabarāniy dengan dua sanad; salah satunya jayyid (baik). Lihat: Majma' Az-Zawā`id (10/120) dan Ṣaḥīḥ at-Targīb wat-Tarhīb (1/273).

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (9/62, No. 5017) dan Muslim (No. 2192).

"Siapa membacanya ketika beranjak ke tempat tidurnya maka ia akan senantiasa mendapatkan penjagaan dari Allah dan tidak didekati oleh setan hingga pagi." HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (4/487, No. 2311).

"Siapa saja yang membaca keduanya pada malam hari, niscaya keduanya telah mencukupinya." HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (9/94, No. 4008) dan Muslim (1/554, No. 807).

"Apabila di antara kalian bangun dari tempat tidurnya, lalu kembali lagi, maka hendaklah dia mengibaskannya dengan ujung bagian dalam sarungnya tiga kali, dan hendaknya dia membaca bismillāh, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya setelah ditinggalkannya. Apabila ia hendak tidur, maka hendaklah ia membaca,..." (Dan seterusnya sampai akhir hadis). Arti kalimat "ṣanafati izārihi" adalah ujung sarungnya di bagian tepinya. (An-Nihāyah fī Garīb Al-Hadīṡ). Huruf Aṣ-Ṣād An-Nūn Al-Fā`.

Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (11/126, No. 6320) dan Muslim (4/2084, No. 2714).

HR. Muslim (4/2083, No. 2712) dan Ahmad dengan redaksinya (2/79, No. 5502).

"Apabila beliau ﷺ hendak tidur, beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya, kemudian membaca,...." dan seterusnya sampai akhir hadis.

HR. Abu Daud dengan redaksinya (4/311, No. 5045) dan Tirmizi (No. 3398). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/143) dan Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (3/240).

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (11/113, No. 6324) dan Muslim (4/2083, No. 2711).

"Siapa mengucapkannya ketika hendak berbaring di tempat tidurnya, itu lebih baik baginya daripada mendapatkan seorang pembantu." HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (7/71, No. 3705) dan Muslim (4/2091, No. 2726).

HR. Muslim (4/2084, No. 2713).

HR. Muslim (4/2085, No. 2715).

HR. Abu Daud (4/317, No. 5067) dan Tirmizi (No. 3629). Lihat juga: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/142).

HR. Tirmizi (No. 3404) dan Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 707). Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (4/255).

Apabila engkau hendak tidur maka berwudulah seperti wudu untuk salat. Kemudian berbaringlah ke sisi kanan, lalu bacalah,...dan seterusnya sampai akhir hadis.

Beliau ﷺ bersabda kepada orang yang mengucapkan doa tersebut, "Jika engkau meninggal maka engkau meninggal di atas fitrah." HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (11/113, No. 6313) dan Muslim (4/2081, No. 2710).

Doa ini dibaca ketika terbangun sementara posisi tidur berubah dari satu sisi ke sisi lain di malam hari. HR. Hakim, dan ia menyatakannya sahih serta disepakati oleh Aż-Żahabiy (1/540), Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 202), dan Ibnu Sunni (No. 757). Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (4/213).

HR. Abu Daud (4/12, No. 3893) dan Tirmizi (No. 3528). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/171).

HR. Muslim (4/1772, No. 2261).

HR. Muslim (4/1772-1773, No. 2261 dan 2262).

HR. Muslim (4/1772, No. 2261 dan 2263).

HR. Muslim (4/1773, No. 2261).

HR. Muslim (4/1773, No. 2263).

Diriwayatkan oleh para penyusun kitab Sunan, Ahmad, Darimi, dan Baihaqi. Abu Daud (No. 1425), Tirmizi (No. 464), Nasa`i (No. 1744), Ibnu Majah (No. 1178), Ahmad (No. 1718), Darimi (No. 1592), Hakim (3/172), dan Baihaqi (2/209). Kalimat dalam tanda kurung milik Baihaqi. Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (1/144), Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (1/194), dan Irwā`ul-Galīl karya Al-Albani (2/172).

Diriwayatkan oleh Empat penyusun kitab Sunan dan Ahmad. Abu Daud (No. 1427), Tirmizi (No. 3566), Nasa`i (No. 1746), Ibnu Majah (No. 1179), dan Ahmad (No. 751). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/180), Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (1/194), dan Irwā`ul-Galīl (2/175).

HR. Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubrā dan ia menyatakan sanadnya sahih (2/211). Syekh Al-Albani berkata dalam Irwā`ul-Galīl (2/170), "Sanad ini adalah sanad yang sahih." Tetapi ia mauquf sampai ke Umar.

HR. Nasa`i (3/244, No. 1734), Ad-Dāruquṭniy (2/31), dan lainnya. Kalimat dalam tanda kurung siku adalah redaksi tambahan dari riwayat Ad-Dāruquṭniy (2/31, No. 2), dan sanadnya sahih. Lihat juga: Zādul-Ma'ād dengan tahqiq Syu'aib Al-Arnaūṭ dan Abdul Qadir Al-Arnaūṭ (1/337).

HR. Ahmad (1/391, No. 3712), dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Silsilah Al-Aḥādīs Aṣ-Ṣaḥīḥah (1/337).

HR. Bukhari (7/158, No. 2893). Rasulullah ﷺ biasa banyak membaca doa ini. Lihat: Sahih Bukhari dalam Fatḥul-Bāri (11/173), dan akan disebutkan di hal. 89, No. 137.

Bukhari (7/154, No. 6345) dan Muslim (4/2092, No. 2730).

HR. Abu Daud (4/324, No. 5090) dan Ahmad (5/42, No. 20430). Hadis ini dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (3/959).

HR. Tirmizi (5/529, No. 3505) dan Hakim (1/505). Dia menyatakan sahih dan disepakati oleh Aż-Żahabiy. Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/168).

HR. Abu Daud (2/87, No. 1525) dan Ibnu Majah (No. 3882). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/335).

HR. Abu Daud (2/89, No. 1537), dan dinyatakan sahih oleh Hakim dan disepakati oleh Aż-Żahabiy (2/142).

HR. Abu Daud (3/42, No. 2632) dan Tirmizi (5/572, No. 3584). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/183).

HR. Bukhari (5/172, No. 4563).

Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (No. 707), dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Al-Adab Al-Mufrad (No. 545).

HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (No. 708), dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Al-Adab Al-Mufrad (No. 546).

HR. Muslim (3/1362, No. 1742).

HR. Muslim. (4/2300, No. 3005).

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (6/336, No. 3276) dan Muslim (1/120, No. 134).

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (6/336, No. 3276) dan Muslim (1/120, No. 134).

HR. Muslim (1/119-120, No. 134).

HR. Abu Daud (4/329, No. 5110), dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (3/962).

HR. Tirmizi (5/560, No. 3563). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/180).

HR. Bukhari (7/158, No. 2893). Doa ini telah ditakhrij di hal. 83 No. 121.

HR. Muslim (4/1729, No. 2203) melalui riwayat Uṡmān bin Abu Al-'Āṣ -raḍiyallāhu 'anhu-. Di dalamnya disebutkan, "Lantas aku mengucapkannya, maka Allah menghilangkannya dariku."

HR. Ibnu Hibban dalam kitab Ṣaḥīḥ-nya (No. 2427) (Mawārid) dan Ibnu Sunni (No. 351). Al-Ḥāfiẓ berkata, "Hadis ini sahih." Juga, dinyatakan sahih oleh Abdul Qadir Al-Arnaūṭ dalam takhrij Al-Ażkār karya An-Nawawiy (Hal. 106).

HR. Abu Daud (2/86, No. 1521) dan Tirmizi (2/257, No. 406), serta dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (1/283).

HR. Abu Daud (1/203) dan Ibnu Majah (1/265, No. 807). Doa ini telah ditakhrij di nomor 31. Lihat juga: (Surah Al-Mu`minūn: 97-98).

HR. Muslim (1/291, No. 389) dan Bukhari (1/151, No. 608).

HR. Muslim (1/539) (No. 780).

HR. Bukhari (4/126) (No. 3293).

"Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang mukmin yang lemah, meski masing-masing memiliki sisi kebaikan. Maka bersemangatlah melakukan apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah! Jika ada sesuatu yang menimpamu, jangan katakan, 'Andai aku lakukan ini, tentu hasilnya akan begini dan begini.' Tetapi ucapkanlah, 'Itulah ketetapan Allah. Apa yang Dia kehendaki, maka Dia melakukannya.' Karena kata-kata 'andai' akan membuka peluang untuk setan." HR. Muslim (4/2052, No. 2664).

Disebutkan bahwa doa ini berasal dari perkataan Hasan Al-Baṣri. Lihat: Tuḥfatul-Maudūd karya Ibnul Qayyim (Hal. 20) dan beliau menyandarkannya kepada Ibnul Munżir dalam Al-Ausaṭ.

Disebutkan oleh An-Nawawiy dalam Al-Ażkār (hal. 349). Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Ażkār li An-Nawawiy karya Salīm Al-Hilāliy (2/713). Takhrij lengkapnya ada dalam kitab Aż-Żikru wad-Du`ā` wal-'Ilāj bir-Ruqā karya penulis (1/416).

HR. Bukhari (4/119, No. 3371) dari riwayat Ibnu Abbas -raḍiyallāhu 'anhumā-.

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (10/118, No. 3616).

"Tidaklah seorang muslim menjenguk orang sakit yang belum tiba ajalnya lalu membaca tujuh kali... melainkan ia akan disembuhkan." HR. Tirmizi (No. 2083) dan Abu Daud (No. 3106). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (2/210) dan Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (5/180).

HR. Tirmizi (No. 969), Ibnu Majah (No. 1442), dan Ahmad (No. 975). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (1/244) dan Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (1/286), juga dinyatakan sahih oleh Ahmad Syakir.

HR. Bukhari (7/10, No. 4435) dan Muslim (4/1893, No. 2444).

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (8/144, No. 4449). Di dalam hadis ini juga disebutkan beliau bersiwak.

HR. Tirmizi (No. 3430) dan Ibnu Majah (No. 3794), dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani. Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/152) dan Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/317).

HR. Abu Daud (3/190, No. 3116). Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (5/432).

HR. Muslim (2/632, No. 918).

HR. Muslim (2/634, No. 920).

HR. Muslim (2/663, No. 963).

HR. Abu Daud (No. 3201), Tirmizi (No. 1024), Nasai (No. 1985), Ibnu Majah (1/480, No. 1498), dan Ahmad (2/368, No. 8809). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (1/251).

HR. Ibnu Majah (No. 1499). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (1/251), dan Abu Daud (3/211, No. 3202).

HR. Hakim dan dia menyatakannya sahih serta disepakati oleh Aż-Żahabiy (1/359). Lihat: Aḥkāmul-Janā`iz, hal. 125.

Sa'īd bin Al-Musayyib berkata, "Aku salat di belakang Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- saat menyalati jenazah anak kecil yang belum berbuat kesalahan sama sekali, lalu aku mendengarnya membaca..." HR. Mālik dalam Al-Muwaṭṭa` (1/288), Ibnu Abī Syaibah dalam Al-Muṣannaf (3/217), dan Baihaqi (4/9). Sanadnya dinyatakan sahih oleh Syu'aib Al-Arnaūṭ dalam taḥqiq Syarḥus-Sunnah karya Al-Bagawiy (5/357).

Lihat: Al-Mugnī karya Ibnu Qudamah (3/416) dan Ad-Durūs Al-Muhimmah li-'Āmmatil-Ummah karya Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bāz -raḥimahullāh- (Hal. 15).

Al-Hasan biasanya ketika menyalati anak kecil membaca surah Al-Fātiḥah dan membaca... (Dan seterusnya sampai akhir hadis). HR. Al-Bagawiy dalam Syarḥus-Sunnah (5/357), Abdurrazzāq (No. 6588), dan Bukhari secara mu'allaq dalam Kitāb Al-Janā`iz, Bāb Qirā`ati Fātiḥatil-Kitāb 'alal-Janāzah (2/113) sebelum hadis No. 1335.

HR. Bukhari (2/80, No. 1284) dan Muslim (2/636, No. 923).

Al-Ażkār karya An-Nawawiy (Hal. 126).

HR. Abu Daud (3/314, No. 3215) dengan sanad yang sahih, dan Ahmad (No. 5234) serta (No. 4812) dengan redaksi: "Dengan nama Allah, dan di atas agama Rasulullah," dengan sanad yang sahih.

Apabila Nabi ﷺ telah selesai mengubur mayit, beliau berdiri dan bersabda, "Mohonkanlah ampunan untuk saudara kalian dan mohonlah keteguhan untuknya karena ia sekarang akan ditanya." HR. Abu Daud (3/315, No. 3223) dan Hakim (1/370). Hakim menyatakannya sahih dan disepakati oleh Aż-Żahabiy.

HR. Muslim (2/671, No. 975), Ibnu Majah (1/494, No. 1547) dari Buraidah -raḍiyallāhu 'anhu-, dan redaksi ini miliknya. Kalimat di antara dua tanda kurung siku merupakan hadis riwayat Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- dalam riwayat Muslim (2/671, No. 975).

HR. Abu Daud (4/326, No. 5099) dan Ibnu Majah (2/1228, No. 3727). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/305).

HR. Muslim, redaksi ini di dalam riwayatnya (2/666, No. 899) dan Bukhari (4/76, No. 3206 dan 4829).

Apabila Abdullah bin Zubair -raḍiyallāhu 'anhumā- mendengar petir, ia berhenti berbicara seraya membaca....(Dan seterusnya sampai akhir hadis). (Al-Muwaṭṭa`, 2/992). Al-Albani berkata dalam Ṣaḥīḥ Al-Kalim Aṭ-Ṭayyib (157), "Sanadnya sahih secara mauqūf."

HR. Abu Daud (1/303, No. 1171), dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (1/216).

HR. Bukhari (1/224, No. 1014) dan Muslim (2/613, No. 897).

HR. Abu Daud (1/305, No. 1178), dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (1/218).

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (2/518, No. 1032).

HR. Bukhari (1/205, No. 846) dan Muslim (1/83, No. 71).

HR. Bukhari (1/224, No. 933) dan Muslim (2/614, No. 897).

HR. Tirmizi (5/504, No. 3451) dan Ad-Darimi (1/336) dengan redaksi yang sama. Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/157).

HR. Abu Daud (2/306, No. 2359) dan lainnya. Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (4/209).

HR. Ibnu Majah (1/557, No. 1753). Ini merupakan doa Abdullah bin 'Amr -raḍiyallāhu 'anhumā-, dan dinyatakan hasan oleh Al-Ḥāfiẓ dalam takhrij Al-Ażkār. Lihat: Syarḥul-Ażkār (4/342).

HR. Abu Daud (3/347, No. 3767) dan Tirmizi (4/288, No. 1858). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (2/167).

HR. Tirmizi (5/506, No. 3455). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/158).

Diriwayatkan oleh para penyusun kitab Sunan kecuali Nasa`i. Abu Daud (No. 4025), Tirmizi (No. 3458), dan Ibnu Majah (No. 3285). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/159).

HR. Bukhari (6/214, No. 5458) dan Tirmizi dengan redaksi yang sama (5/507, No. 3456).

HR. Muslim (3/1615, No. 2042).

HR. Muslim (3/1626, No. 2055).

HR. Abu Daud (3/367, No. 3856), Ibnu Majah (1/556, No. 1747), dan Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 296-298), dan ia menyebutkan bahwa Nabi ﷺ mengucapkannya ketika berbuka puasa di sebuah keluarga. Hadis ini dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (2/730).

HR. Muslim (2/1054, No. 1150).

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (4/103, No. 1894) dan Muslim (2/806, No. 1151).

HR. Muslim (2/1000, No. 1373).

HR. Bukhari (7/125, No. 5870).

HR. Tirmizi (5/82, No. 2741), Ahmad (4/400, No. 19586), dan Abu Daud (4/308, No. 5040). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (2/354).

Diriwayatkan oleh para penyusun kitab Sunan kecuali Nasa`i. Abu Daud (No. 2130), Tirmizi (No. 1091), Ibnu Majah (No. 1905), dan Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 259). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (1/316).

HR. Abu Daud (2/248, No. 2160) dan Ibnu Majah (1/617, No. 1918). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (1/324).

HR. Bukhari (6/141, No. 141) dan Muslim (2/1028, No. 1434).

Bukhari (7/99, No. 3282) dan Muslim (4/2015, No. 2610).

HR. Tirmizi (5/494 dan 5/493 No. 3432). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/153).

HR. Tirmizi (No. 3434) dan Ibnu Majah (No. 3814). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/153) dan Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/321). Redaksi ini milik Tirmizi.

Diriwayatkan oleh para penyusun kitab Sunan. Abu Daud (No. 4858), Tirmizi (No. 3433), dan Nasa`i (No. 1344). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/153). Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- berkata, "Tidaklah Rasulullah ﷺ duduk di suatu majelis, atau membaca Al-Qur`an maupun mengerjakan sebuah salat melainkan beliau menutupnya dengan kata-kata,..." (Dan seterusnya sampai akhir hadis). HR. Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 308) dan Ahmad (6/77, No. 24486), dan dinyatakan sahih oleh Dr. Faruq Hamadah ketika mentaḥqiq kitab 'Amalul-Yaumi wal-Lailah karya Nasa`i (Hal. 273).

HR. Ahmad (5/82, No. 20778) dan Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (Hal. 218, No. 421) taḥqiq: Dr. Faruq Hamadah.

HR. Tirmizi (No. 2035). Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (No. 6244) dan Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (2/200).

Lihat: Hadis No. 55 dan 56, Hal. 41 pada buku ini.

HR. Muslim (1/555, No. 809). Dalam riwayat lain (1/556, No. 809), "...akhir surah Al-Kahfi."

HR. Abu Daud (4/333, No. 5125) dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Sunan Abī Dāwud (3/965).

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (4/288, No. 2049).

HR. Nasa`i dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (Hal. 300) dan Ibnu Majah (2/809, No. 2424). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/55).

HR. Ahmad (4/403, No. 19606) dan Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (No. 716). Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (3/233) dan Ṣaḥīḥ at-Targīb wat-Tarhīb karya Al-Albani (1/19).

HR. Ibnu Sunni (Hal. 138, No. 278). Lihat: Al-Wābiluṣ-ṣayyib karya Ibnul-Qayyim (Hal. 304), taḥqiq: Basyir Muhammad 'Uyun.

HR. Ahmad (2/220, No. 7045) dan Ibnu Sunni (No. 292), dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Silsilah Al-Aḥādīs Aṣ-Ṣaḥīḥah (3/54, No. 1065). Adapun perasaan optimis (Al-Fa`lu) maka hal itu disukai oleh Nabi ﷺ. Di antaranya, beliau mendengar sebuah perkataan yang baik dari seseorang dan hal itu mengundang takjub beliau maka beliau bersabda, "Kami mengambil kebaikan dari mulut (perkataan)-mu." HR. Abu Daud (No. 3719) dan Ahmad (No. 9040). Hadis ini dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Silsilah Al-Aḥādīs Aṣ-Ṣaḥīḥah (2/363). Demikian juga diriwayatkan oleh Abu Asy-Syaikh dalam Akhlāqun-Nabiy ﷺ (Hal. 270).

HR. Abu Daud (3/34, No. 2602) dan Tirmizi (5/501, No. 3446). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/156), surah Az-Zukhruf: 13-14.

HR. Muslim (2/978, No. 1342).

HR. Hakim (2/100) dan ia menyatakannya sahih dan disepakati oleh Aż-Żahabiy. Ibnu Sunni (No. 524). Hadis ini dinyatakan hasan oleh Al-Ḥāfiẓ dalam takhrij Al-Ażkār (5/154). Syekh Ibnu Bāz -raḥimahullāh- berkata, "Diriwayatkan oleh Nasa`i dalam sanad hasan." Lihat: Tuḥfatul-Akhyār (Hal. 37).

HR. Tirmizi (No. 3428), Ibnu Majah (5/291, No. 3860), dan Hakim (1/538), dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/21) dan Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/152).

HR. Abu Daud (4/296, No. 4982), dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (3/941).

HR. Ahmad (2/403, No. 9230) dan Ibnu Majah (2/943, No. 2825). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (2/133).

HR. Ahmad (2/7, No. 4524) dan Tirmizi (5/499, No. 3443). Hadis ini disahihkan oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Sunan At-Tirmiżiy (3/419).

HR. Tirmizi (No. 3444). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/155).

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (6/135, No. 2993).

HR. Muslim (4/2086, No. 2718). Makna "semoga ada yang memperdengarkan" yaitu: semoga ada yang menyaksikan pujian kami kepada Allah Ta'ala atas nikmat dan ujian terbaik-Nya. "Samma'a sāmi'un" artinya: semoga orang yang mendengar perkataanku ini menyampaikannya kepada yang lain lalu ia mengucapkan yang semisal dalam rangka mengingatkan agar berzikir dan berdoa di waktu menjelang subuh. (Syarḥun-Nawawiy 'alā Ṣaḥīḥ Muslim, 17/39).

HR. Muslim (4/2080, No. 2709).

Nabi ﷺ biasa membacanya ketika pulang dari suatu perang ataupun haji. HR. Bukhari (7/163, No. 1797) dan Muslim (2/980, No. 1344).

HR. Ibnu Sunni dalam 'Amalul-Yaumi wal-Lailah (No. 377) dan Hakim serta ia nyatakan sahih (1/499). Hadis ini juga disahihkan oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (4/201).

HR. Muslim (1/288, No. 384).

HR. Abu Daud (2/218, No. 2044) dan Ahmad (2/367, No. 8804). Hadis ini dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (2/383).

HR. Tirmizi (5/551, No. 3546) dan lainnya. Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (3/25) dan Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/177).

HR. Nasai (3/43, No. 1282) dan Hakim (2/421). Hadis ini dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ An-Nasā`iy (1/274).

HR. Abu Daud (No. 2041) dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (1/383).

HR. Muslim (1/74, No. 54) dan Ahmad (No. 1430). Redaksi ini milik Ahmad, sedangkan redaksi Muslim: "Lā tadkhulūna..."

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (1/82, No. 28) dari 'Ammār -raḍiyallāhu 'anhu- secara mauqūf dan mu'allaq.

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (1/55, No. 12) dan Muslim (1/65, No. 39).

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (11/42, No. 6258) dan Muslim (4/1705, No. 2163).

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (6/350, No. 3303) dan Muslim (4/2092, No. 2729).

HR. Abu Daud (4/327, No. 5105) dan Ahmad (3/306, No. 14283). Hadis ini dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (3/961).

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (11/171, No. 6361) dan Muslim (4/2007, No. 396) dengan redaksi, "Maka jadikanlah hal itu sebagai penyucian dan rahmat baginya."

HR. Muslim (4/2296, No. 3000).

HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (No. 761). Sanadnya dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Al-Adab Al-Mufrad (No. 585). Kalimat dalam tanda kurung siku tambahan milik Al-Baihaqi dalam Syu'ab Al-Īmān (4/228) dari jalur riwayat lain.

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (3/408, No. 1549) dan Muslim (2/841, No. 1184).

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (3/476, No. 1613). Sesuatu yang dimaksud ialah tongkat. Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Bukhāriy dengan Fatḥul-Bārī (3/472).

HR. Abu Daud (2/179, No. 1894), Ahmad (3/411, No. 15398), dan Al-Bagawiy dalam Syarḥus-Sunnah (7/128). Hadis ini dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Abī Dāwud (1/354), sedangkan ayat ada dalam surah Al-Baqarah: 201.

HR. Muslim (2/888, No. 1218), sedangkan ayat dari surah Al-Baqarah: 158.

HR. Tirmizi (No. 3585). Hadis ini dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/184) dan Silsilah Al-Aḥādīs Aṣ-Ṣaḥīḥah (4/6).

HR. Muslim (2/891, No. 1218).

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (3/583, No. 1751). Redaksinya dapat dilihat di sana. Juga dalam kitab yang sama: 3/583, 3/584, 3/581, No. 1753, serta Muslim (No. 1218).

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (1/210, 390 dan 414, No. 115, 3599, dan 6218) dan Muslim (4/1857, No. 1674).

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (8/441, No. 4741 dan 3062), Tirmizi (No. 2180), dan Nasa`i dalam Al-Kubrā (No. 11185). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (2/103, 2/235) dan Musnad Ahmad (5/218, No. 21900).

Diriwayatkan oleh para penyusun kitab Sunan kecuali Nasa`i. Abu Daud (No. 2774), Tirmizi (No. 1578), dan Ibnu Majah (No. 1394). Lihat: Ṣaḥīḥ Ibni Mājah (1/233) dan Irwā`ul-Galīl (2/226).

HR. Muslim (4/1728, No. 2202).

Musnad Ahmad (4/447, No. 15700), Ibnu Majah (No. 3508), dan Malik (3/118-119). Dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (1/212). Lihat taḥqiq Zādul-Ma'ād milik Al-Arnaūṭ (4/170).

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (6/381, No. 3346) dan Muslim (4/2208, No. 2880).

HR. Muslim (3/1557, No. 1967) dan Al-Baihaqi (9/287). Kalimat dalam tanda kurung siku adalah lafaz Al-Baihaqi dan lainnya, sedangkan kalimat terakhir saya sebutkan secara makna dari riwayat Muslim.

HR. Ahmad (3/419, No. 15461) dengan sanad yang sahih dan Ibnu Sunni (No. 637), dan sanadnya dinyatakan sahih oleh Al-Arnaūṭ ketika mentakhrij Aṭ-Ṭaḥāwiyah (Hal. 133). Lihat: Majma' Az-Zawā`id (10/127).

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (11/101, No. 6307).

HR. Muslim (4/2076, No. 2702).

HR. Abu Daud (2/85, No. 1517), Tirmizi (5/569, No. 3577), serta Hakim (1/511). Dia menyatakan sahih dan disepakati oleh Aż-Żahabiy. Hadis ini juga disahihkan oleh Al-Albani. Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/182) dan Jāmi' Al-Uṣūl li Aḥādīṡ Ar-Rasūl ﷺ (4/389-390) taḥqīq: Al-Arnaūṭ.

HR. Tirmizi (No. 3579), Nasa`i (1/279, No. 572), dan Hakim (1/309). Lihat: Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/183) dan Jāmi' Al-Uṣūl tahqiq: Al-Arnaūṭ (4/144).

HR. Muslim (1/350, No. 482).

HR. Muslim (4/2075, No. 2702). Ibnul-Aṡīr berkata, "Layugānu ‘alā qalbī" artinya: hatiku ditutupi dan diselubungi. Maksudnya: lupa. Sebab, beliau ﷺ selalu dalam zikir dan ibadah yang banyak serta merasakan pengawasan Allah selalu. Ketika hatinya lalai atau lupa melakukannya di sebagian waktu, beliau menganggap itu sebagai dosa bagi dirinya lalu segera memohon ampun. Lihat: Jāmi' Al-Uṣūl (4/386).

HR. Bukhari (7/168, No. 6405) dan Muslim (4/2071, No. 2691). Lihat pembahasan tentang keutamaan orang yang membacanya 100 kali ketika pagi dan sore di dalam buku ini halaman 65.

HR. Bukhari (7/167, No. 6404) dan Muslim (4/2071, No. 2693). Lihat pembahasan tentang keutamaan orang yang membacanya sehari 100 kali (doa No. 93) pada buku ini halaman 66.

HR. Bukhari (7/168, No. 6404) dan Muslim (4/2072, No. 2694).

HR. Muslim (4/2072, No. 2695).

HR. Muslim (4/2073, No. 2698).

HR. Tirmizi (5/511, No. 3464) serta Hakim (1/501). Dia menyatakannya sahih dan disepakati oleh Aż-Żahabiy. Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (5/531) dan Ṣaḥīḥ At-Tirmiżiy (3/160).

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (11/213, No. 4206) dan Muslim (4/2076, No. 2704).

HR. Muslim (3/1685, No. 2137).

HR. Muslim (4/2072, No. 2696). Dalam riwayat Abu Daud ada tambahan redaksi(1/220, No. 832), "Tatkala laki-laki badui tersebut pergi, Nabi ﷺ bersabda, 'Dia telah memenuhi tangannya dengan kebaikan.'"

HR. Muslim (4/2073, No. 3697). Dalam riwayat Muslim lainnya, "...Sungguh, doa itu menghimpun dunia dan akhiratmu."

HR. Tirmizi (5/462, No. 3383), Ibnu Mājah (2/1249, No. 3800), dan Hakim (1/503). Dia menyatakannya sahih dan disepakati oleh Aż-Żahabiy. Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (1/362).

HR. Ahmad (No. 513) berdasarkan susunan Ahmad Syakir. Lihat: Majma' Az-Zawā`id (1/297). Ibnu Hajar di dalam Bulūgul-Marām menisbahkan kepada riwayat Abu Sa'īd kepada Nasa`i dalam Al-Kubrā (No. 10617), dan ia mengatakan, "Dinyatakan sahih oleh Ibnu Hibban (No. 840) dan Hakim (1/541)."

HR. Abu Daud dengan lafaz ini (2/81, No. 1502) dan Tirmizi (5/521, No. 3486). Lihat: Ṣaḥīḥ Al-Jāmi' (4/271, No. 4865), dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Ṣaḥīḥ Sunan Abī Dāwud (1/411).

HR. Bukhari dalam Fatḥul-Bārī (10/88, No. 5623) dan Muslim (3/1595, No. 2012).

Buku asalnya telah dicetak, alhamdulillah, disertai takhrīj (penelitian) hadis-hadisnya secara luas dalam empat jilid. Bagian "Ḥiṣnul Muslim" sendiri ada pada jilid pertama dan kedua.